
Sebelum membaca, ingatlah untuk selalu memberikan Like, komen, gift dan vote untuk mendukung author semangat berkarya, nikmati!
***
[Memindai ulang....]
Ding!
[Berhasil! Selamat kepada host karena menyelesaikan Efek Butterfly!]
Jantung Yuuto melompat gembira setelah mendengar ini, 'Tidak buruk, tidak buruk memang...'
Untuk berpikir bahwa ini akan berjalan begitu lancar, Yuuto secara alami memuji dirinya sendiri.
Karena masalah sering bermunculan tak henti-hentinya, ia hampir tidak mempunyai waktu luang. Begitu sibuk sehingga dia hampir melupakan anak-anak itu.
Namun, ia tidak perlu kawatir lagi. Sekarang, seharusnya anak-anak itu mulai mendapatkan ingatannya kembali.
Satu-satunya masalah yaitu Asosiasi Perdagangan. Ia bingung harus menghapus mereka atau tidak.
Lagipula, orang harus tahu. Tidak ada yang namanya perusahaan bersih. Ada terang, tentu ada gelap. Semakin terang cahaya itu, semakin gelap bayangan yang mengikutinya.
Jika dia sembarangan menganiaya seseorang, itu akan menjadi tindak kriminal di mata orang lain. Bahkan jika Yuuto tidak peduli, nama baiknya akan tercemar di depan publik.
Tentu saja, orang yang tak berdosa tetap harus diperhitungkan.
'Tsk... Aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk ini. Meskipun sistem menyarankannya, aku hanya menganggap itu bonus. Kalau begitu, aku akan membunuh sisi gelapnya saja, bahkan jika itu tidak akan pernah bisa hilang.'
'Dan lagi, tindakan naif yang aku lakukan ini tidak akan mempengaruhi sejarah. Kupikir itu baik-baik saja selama mereka tidak melampaui batas. Masalah Elbert, mereka semua pantas mati. Koruptor, perbudakan, dan perdagangan gelap, aku akan menghapus semua itu dari dunia ini. Ini akan menciptakan kedamaian setidaknya selama 100 ribu tahun. Sisanya, itu tergantung bagaimana mereka melestarikan ini. Karena generasi masa depan mungkin memiliki ideologi yang berbeda-beda.'
Dia telah memikirkan ide-ide ini begitu santai sehingga membuat siapapun yang mendengarnya menjadi lengah.
Di temporalitas, ada kehidupan dan kematian, samsara, reinkarnasi, penciptaan, dan segala jenis kekuatan hukum.
Ketika dia meraih temporal tersebut, sejarah berubah. Seluruh konsep kejahatan dalam dunia bisnis telah dihapus.
Namun, selama waktu terus berjalan, kegelapan tidak akan pernah musnah. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu hari, kegelapan akan bangkit. Dan ketika hari itu datang, kecurangan dalam bisnis akan kembali.
Sementara Yuuto tidak ingin merusak keseimbangan dunia, hanya ini yang bisa dia lakukan.
Setelah menutup kekuatannya, Yuuto merasakan dorongan untuk merebahkan dirinya ke kasur. Serangan kemalasan tiba-tiba membanjiri seluruh hatinya.
Dan bahkan, ia terlalu malas untuk bergerak. Meraih selimut, dia pun memejamkan matanya. Setelah itu, dia segera tertidur.
Besoknya.
Bang!
Sentakan terburu-buru menerbangkan pintu besar. Menyebabkan suara terbanting terdengar begitu keras.
Di sana, seekor anjing dan satu orang dewasa masuk dengan didampingi beberapa anak-anak.
Wajah mereka tampak berseri-seri saat kelompok itu mengelilingi seorang pemuda yang tampak terkejut. Ada jejak kekesalan di wajahnya saat dia menatap kelompok tersebut.
"Kalian... Tidak bisakah kalian membiarkan Yang Mulia ini menikmati tidurnya dengan baik?"
Nampaknya Yang Mulia ini terlalu sering membiarkan orang lain bertindak begitu nyaman dengan perilaku sembrono mereka yang serampangan. Aku akan mengajari mereka sehari penuh tentang sopan santun.
"Nak, ada kabar baik..." Lord Dog berkata.
"Kabar baik? Kabar baik apa? Apakah kamu yang mengajari mereka tentang cara mendobrak pintu di pagi hari? Jika kamu tidak memberiku penjelasan yang bagus, aku akan pastikan kau menyesal." Yuuto memandang Lord Dog dengan dingin, tanpa ampun memarahinya dengan kejam.
"Kamu..." Lord Dog terdiam setelah dimarahi seperti itu.
Apa-apaan?! Kenapa harus aku yang disalahkan disini? Jelas-jelas wanita itu yang melakukannya!
Lord Dog mengutuk dalam kekesalan. Dia mendengus dingin kemudian memutar tubuhnya, menuju sudut lalu tertidur dengan gayanya yang seperti kucing anggun.
"Anjing kotor ini..." Yuuto kehilangan minatnya pada anjing itu.
Dia pun mengalihkan pandangannya ke perempuan di depannya.
"Gadis kecil, apa yang terjadi? Mengapa kalian begitu terburu-buru?"
Yue menjawab, "Ini benar-benar berita bagus. Anak-anak tiba-tiba mendapatkan ingatannya kembali. Kupikir sensei yang melakukannya. Karena sensei telah menunjukkan berbagai keajaiban yang mustahil, praktis tidak ada orang lain. Jadi aku membawa mereka kesini untuk diperkenalkan."
Yuuto melirik, 'Keajaiban my as*! Tentu saja aku tahu itu. Datang dan mengganggu mimpi indah Yang Mulia ini, apakah kamu tidak tahu bahwa itu adalah tindakan kejahatan yang tak termaafkan? Tidak bisakah kamu menunggu sampai Yang Mulia ini bangun dan menyelesaikan mimpi-mimpinya?'
Tetapi, Yuuto adalah orang yang santai, jadi jelas dia menghargai orang-orang ini. Lagipula, itu tidak seperti dia bekerja tanpa hasil. Mengetahui bahwa usahanya sukses membuat Yuuto sedikit senang. Namun, dia masih berpura-pura pada akhirnya.
"Ini..." Yuuto sedikit tersentuh.
Meskipun dia telah menghapus sistem perbudakan dari dunia, kenapa mereka masih melakukan hal-hal yang dilakukan oleh seorang budak?
Apakah ada kebutuhan untuk menjadi begitu berlebihan hanya karena hal sepele?
"Bangun! Menurutmu apa yang sedang kalian lakukan?" Yuuto menegur dengan tegas.
Sangat tidak nyaman melihat anak-anak tidak berperilaku seperti seharusnya.
Memberi hormat boleh saja, tapi ini terlalu berlebihan!
Setelah itu, Takamaki, Akemi Nakajima dan Ryousei Satoshi segera bangkit.
Yuuto dengan lembut pun berkata, "Ini pasti pertama kalinya kita bertemu. Atau dari sudut pandang kalian, itu pasti benar. Izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Yuuto. Hazuki Yuuto. Kita akan adalah teman mulai sekarang."
Ketiganya berseru serempak, "Baik! Yuuto Nii-san..."
Walaupun mereka masih agak malu-malu, mereka tidak ragu untuk meneriakkan namanya dengan sepenuh hati.
"Aku tahu bahwa Paman sangat luar biasa. Dia mampu melakukan apapun." Aki membuka mulutnya saat dia memuji dengan bangga.
"Paman? Sejak kapan Yuuto Nii-san menjadi Pamanmu?" Gadis kecil Akemi tertawa nakal saat dia bercanda.
Aki pun mendengus jengkel, "Humph! Apa yang kalian tahu? Ada alasan tersendiri untuk itu. Dan lagi, aku masih harus memanggilnya sensei di sekolah."
"Hah?" Trio itu tertegun, "Sekolah? Apakah ada sistem pendidikan di tempat ini?"
Takamaki bertanya dengan mata penuh harap.
Dia adalah laki-laki yang sangat menyukai hal-hal yang berbau sihir. Di rumahnya, dia hanya belajar dari para senior. Namun, jika ada sekolah yang mengajarkan banyak hal tentang sihir, itu akan memperluas cakrawalanya.
Itu sebabnya dia sangat tertarik.
"Gadis kecil, apakah kamu belum mengajak mereka berkeliling terlebih dahulu?" Yuuto memandang Yue dan bertanya.
"Tidak." Yue menjawab dengan canggung, "Saat mereka sadar, aku langsung membawa mereka kemari. Haruskah aku melakukannya sekarang?"
"Tolong lakukan." Yuuto membalas tanpa ekspresi.
Karena mereka sangat ingin tahu tentang benteng beserta isinya, mereka tidak akan menolak ajakannya.
Mereka pun meninggalkan kamar Yuuto dengan penuh semangat, membiarkan Yuuto dan si imut Aki sendirian.
Setelah dirasa sepi, Aki maju kedepan. Tampak seperti dia ingin mengatakan sesuatu, Aki meringkuk dengan malu-malu.
"Apa yang salah?" Yuuto memiringkan kepalanya. Sepertinya bingung dengan kelakuan anak kecil itu.
"Emm... Ini... Ini adalah hadiah untuk Paman. Anggap saja sebagai bentuk rasa terima kasih karena sering membantuku."
Dia menyerahkan papan batu aneh dengan pola humanoid yang rumit. Di tengahnya, ada gambar seorang wanita yang menunggangi makhluk yang terlihat seperti seekor naga.
Di bawah naga itu, lukisan berbentuk tentara dengan gauntlet megah mengerumuninya. Dengan beberapa pola hias yang begitu sulit untuk digambarkan dengan kata-kata.
Dan ukiran di papan batu seukuran telapak tangan itu lebih seperti perang yang di ilustrasikan. Seolah-olah menyiratkan sesuatu bagi siapapun yang melihatnya.
"Sepertinya sebuah token. Tapi... Token apa ini?"
Yuuto mengamati token tersebut untuk waktu yang lama. Namun, dia masih tidak tahu isi yang terkandung dalam token itu.
Dia pun memutuskan untuk menyerahkannya kepada sistem dan diperiksa,
Ding!
[Menemukan fragmen pertama Token Gerbang Surga!]
Ding!
[Token ini terdiri dari 9 fragmen. Itu terpisah di seluruh penjuru alam. Merupakan kunci untuk membuka Portal ke Domain Surga Tertinggi]
Ding!
[Memeriksa lokasi terdekat...]
Ding!
[Setelah evaluasi, sistem mendeteksi bahwa lokasi fragmen terdekat berjarak 8 juta tahun cahaya dari sini, galaksi Milky Way... Bumi]