God System

God System
Chap 2 - Raja Iblis Musim Panas



Arc 2 - Kota Twilight Flowers


Beberapa hari telah berlalu setelah Qian meninggalkan keluarganya. Dan terlihat, Qian yang sedang lemas tidak berdaya diatas pohon karena sudah tidak makan berhari-hari.


"Ah... Apa-apaan ini.. Mengapa mereka tidak memberi ku uang sepeser pun..." Ucapnya lemas.


"AAAKHHHH!!!!... APA-APAAN INI!!! MENGAPA AKU BISA MENDERITA SEBELUM MEMBALAS DENDAM!!!" Lanjut nya kesal karena keadaannya saat ini.


[Tenanglah Mikha.. Kan sudah kubilang untuk pergi ke Kota "Twilight flowers" untuk memulai balas dendam mu]


"HHAAAHHH?!!!.. DAN KAU TAU BERAPA JAUH KOTA ITU?!!!" Teriak Qian marah sambil memperlihatkan sebuah peta.


"DAAANNNN!!.. MENGAPA KAU MASIH MEMANGGIL KU MIKHA SAMPAI SEKARANG?!!" Teriak Qian yang mengalihkan pembicaraan secara tidak sadar.


[Yah.. Tapi yang lebih penting kan kau harus jalan kesana dengan cepat agar balas dendam mu juga lebih cepat]


"Hmp!... Kau selalu mengalihkan pembicaraan nya setelah aku menanyakan hal itu.. Hah!! Sudahlah!!" Ucap Qian menyerah.


[Sana.. Sana.. Jalan Sana.. Lebih cepat lebih baik]


"Tcih!!.. Lagian.. Bukannya kau adalah sistem yang serbaguna dan bisa memberikan ku Cheat?!" Ucap Qian protes


[Sudah kubilang.. Kau harus sampai di kota itu terlebih dahulu jika ingin mendapatkan Cheat ku]


"Mengapa..." Ucap Qian menyerah sambil berjalan dengan lambat karena sudah tidak ada tenaga lagi.


Dengan terik yang sangat panas dari matahari, Qian berjalan seperti Zombie sambil melihat jalan nya. Namun tiba-tiba saja...


*Sriing!!


"Hm.. Suara apa itu?" Ucap Qian setelah mendengar suara dan menengok ke arah suaranya, yaitu atasnya.


"Eh? Apa itu" Ucap Qian setelah melihat hal hitam yang sedang jatuh tepat diatas kepalanya.


"UUWWAAAAHHHHH!!!!!" Teriakan seorang gadis.


"Eh.. Eh.. Eh.. sepertinya itu mengarah ke diriku, Eh? UUWAAHHHH!!!" Teriak Qian setelah menyadari nya namun dia terlambat untuk merespon dan hal hitam itupun terjatuh tepat diatas kepalanya.


*DUAK!!


"UWAAAHHHH SAKIT ***!!, APA-APAAN ITU?!!" Teriaknya kesakitan.


"Aw.. Aw.. Aw!.. Itu menyakitkan.." Suara seorang gadis diatas Qian yang tertimpa.


"Oy!, Cepatlah kau turun!!" Ucap Qian kesal.


"Aahhh.. Maaf.. Maaf.., Aku tidak sengaja" Balas gadis itu dan setelah itu dia bangun dari tubuh Qian.


"Apa-apaan kau ini?.." Tanya Qian sambil bangun dari posisi tidurnya dan membersihkan debu di pakaian nya.


Dan terlihat lah sesosok gadis kecil dengan rambut panjang merah dan berwarna mata merah juga seperti Ruby. Dan dia juga berpakaian seadanya dengan kain putih yang kotor dan berlubang.


"Aahhh.. Maaf.. Maaf.. Eh! Mengapa aku meminta maaf?!" Ucap gadis itu yang sedikit aneh.


"Hah?! Kau sudah seharusnya minta maaf saat menyebabkan hal buruk pada orang lain lah.." Balas Qian yang sedikit kesal dengan perkataan gadis itu.


"Hmp! Jangan buat ku tertawa! Aku! Adalah sang raja iblis musim panas! Xiatian Summeria!!" Teriaknya dengan penuh nada sombong dan percaya diri.


"Hah?"


...---...


"Jadi, kau adalah raja iblis legendaris itu?" Tanya Qian yang masih tidak percaya karena dilihat dari segi manapun, yang dia lihat hanyalah seorang gadis berumur 12 tahun yang sedang berfantasi menjadi seorang raja iblis.


"Ya!" Balas nya spontan.


"Ya... Oke..?" Balas Qian yang membuat suasana itu menjadi sedikit canggung.


"Apakah, dia memang sang raja iblis?" Gumam Qian dalam hatinya karena merasa ragu karena dilihat bagaimana pun dia hanyalah gadis kecil aneh.


Karena dalam legenda nya, Sang Raja Iblis Musim Panas memiliki paras seorang wanita dewasa cantik dengan rambut merah dan mata merah seperti darah. Dan yang paling dikenal adalah sifatnya yang selalu senyum, namun senyum yang di tunjukkan nya bukanlah senyum ramah, namun senyum kesenangan karena berada di atas puncak kekuasaan. Yang dimana, membuat dia ditakuti oleh seluruh kultivator di benua ini.


"HAH?! Kau pasti berpikir bahwa aku seperti anak kecil aneh bukan?! Dasar tidak sopan!!" Ucapnya seperti mengetahui isi pikiran Qian saat ini.


"Oh! Kau tau?" Balas Qian dengan nada mengejek.


"Hm..mmm...!! DASAR TIDAK SOPAN!!" Teriaknya marah.


[Sepertinya dia memang Raja Iblis itu]


"Eh?!" Ucap Kaget Mikha didalam Hati.


"Beneran?!"


[Ya.. Tidak salah lagi, "Origin Sphere" nya Sudah berada dalam evolusi spiritual dan tidak akan mempengaruhi keadaan tubuh fisik]


"Hah? Evolusi Spiritual? Apa itu? Lagian "Origin Sphere" itu apa?" Tanya Qian karena tidak mengerti apapun yang di ucapkan oleh Alice.


[Kau tak perlu tahu hal itu sekarang, Karena yang lebih penting adalah dia itu Asli]


"Eeehhhh.. Bagaimana ini? Apakah kau ada saran Alice?" Tanya Qian kepada Alice karena sudah tidak bisa memikirkan cara untuk menghadapi Raja Iblis.


"Hmp! Tadi kau tidak Sopan dan Sekarang kau malah berdiam diri tidak jelas seperti itu, Apa sih yang sedang kau lakukan?!" Ucap Xiatian kesal.


"Aahh.. Etto..." Ucap Qian yang ragu.


"Hm? Apa ini?" Tanya Xiatian setelah melihat dada Qian.


"Eh? apa?" Tanya Qian bingung.


"Woah...! Apa-apaan ini?! Kau sungguh beruntung anak Muda!!" Ucap Xiatian gembira.


"Eehh.. Mengapa dia gembira seperti itu? Ini membuat ku merasakan hal buruk yang akan segera terjadi" Gumam Qian yang menandakan sebuah Flag.


"Okke!! Aku pinjam terlebih dahulu "Origin Core" Mu!" Ucap Xiatian yang setelah itu dia langsung menusuk jantung Qian hingga tembus.


*Crash..


"Eh?...” Ucap Qian yang langsung merasakan sakit yang luar biasa dari dada nya.


"Apa.. yang... terjadi....?" Gumamnya yang setelah itu dia terkapar di tengah jalan.


*Buk..!


...---...


"Emm..mm... dimana aku?" Ucap Qian setelah melihat langit-langit kayu dan merasa bahwa dia sedang bergerak.


Qian pun bangun dari tidurnya dan melihat bahwa dia berada di dalam kereta kuda dan hari sudah malam.


"Kenapa aku bisa ada disini?" Ucapnya setelah mencoba mengingat apa yang terjadi.


"Bukankah.. Aku ditusuk oleh anak aneh itu?... Apa yang terjadi?.. Bahkan dadaku baik-baik saja dan tidak ada tanda-tanda aku terluka... Apa yang... Sebenarnya terjadi...?" Ucapnya lemas.


"Ah! Apakah kau sudah bangun tuan?" Ucap suara seorang pria dari depan gerbong.


"Eh?"


"Ah.. Tadi sore.. Aku menemukan mu pingsan ditengah jalan dan aku tidak bisa membiarkan mu disitu saja, Jadi aku akan membawa mu ke kota terdekat" Ucap nya kepada Qian.


"Ah.. Terimakasih" Balas Qian secara tidak sadar.


"Ah.. Tidak apa-apa, santai saja.. sudah diwajibkan kita sebagai manusia agar saling bantu-membantu" Balas Pria itu.


"Ah.. Baik" Balas Qian yang membuat suasana nya canggung.


...---...


...Note: Wah apa yang terjadi? dan kejadian seperti apa yang akan ditimpa oleh pria pengemudi kereta kuda itu?" (hehe spoiler)...


...[Please like and comment if you have any suggestions]...