
Arc 4 - Menara Obat
"Apa..!?" Kaget penjual itu.
"Oke!.. Akan ku buktikan sekali lagi!.." Lanjut nya.
"Hey!.. Kau!" Ucap penjual itu menunjuk seorang pelanggan yang berada di kerumunan.
Pelanggan yang ditunjuk oleh penjual itu sedang terluka. Dengan tangan diperban dan beberapa luka sayat di wajahnya.
"Aku?.." Balas pelanggan itu.
"Iya! Kau!.. Kemari!" Ucap penjual itu.
Pelanggan itu pun menuruti permintaan penjual itu dan mendekati penjual itu.
"Lihat!.." Ucap penjual itu langsung mengeluarkan sebuah obat dan pil.
"Minum ini..." Ucap penjual itu menyerahkan pil dan obat itu ke pelanggan itu dan pelanggan itu pun menuruti permintaan nya dan meminumnya langsung.
Dan tanpa disangka, Tangan dan wajah pelanggan yang terluka itu langsung mengeluarkan sebuah asap dan perlahan, Luka-lukanya tertutup dan tersembuhkan.
"Woahh..." Reaksi Seluruh orang yang melihat kejadian itu dan mereka pun langsung lebih bersemangat dan berteriak untuk membeli obat itu.
"Aku!.. Aku beli!!"
"Berapa itu?!... Berikan kepada ku!!.."
"Hey! Kalian tahu siapa aku?!.. Obat itu milikku!!.."
"Hey! Jangan dorong-dorong!.."
Satu persatu teriakan terdengar ingin membeli obat itu. Dan kerumunan pun menjadi semakin banyak. Dan wanita yang tadinya protes pun sedikit demi sedikit mulai mundur dari posisinya dan memperlihatkan wajah sedikit terkejut dicampur dengan wajah menyesal karena tidak bisa membuktikan bahwa obat itu palsu.
"Hmmm..."Gumam Qian.
[Kau sebaiknya bantu dia..]
"Eh?.. Mengapa?.."
["Kenapa" kau tanya... Memang nya apalagi?..]
"Hah?.. Apa maksudmu?.."
[Dia itu sangat cantik, dan jika kau menolongnya, Kau mungkin bisa mendapatkan hatinya, apalagi!?]
"Ehh..." Balas Qian dengan wajah jijik.
[Mengapa?.. Memangnya kau ingin perjaka selamanya?]
"Yah.. Tidak mau sih.."
[Kalau begitu.. Apalagi yang perlu dipikirkan?!]
"Emm..."
"Tapi.. Mengapa kau begitu antusias dengan hal ini?" Tanya Qian mengalihkan pembicaraan.
[Kau akan tahu nanti...]
"cih... kenapa kau selalu begitu.." Balas Qian pasrah.
...---...
"Tetapi, Bagaimana caraku menolongnya?" Tanya Qian setelah berpikir beberapa saat.
[Hufhthh... Mengapa kau begitu bodoh..]
"Ap-!?.. Aku tidak bodoh!!" Teriak Qian dan membuat beberapa orang memperhatikan nya.
"Ah!.. Maaf.." Ucap Qian sambil sedikit menundukkan kepalanya dan pergi dari tempat itu.
[Mengapa kau pergi!?]
"Oh ya..." Balas Qian dan langsung berbalik.
...---...
"Jadi?..."
[Kau hanya harus melukai dirimu sendiri dan meminta penjual itu mengobati mu]
"Ehh..." Ucap Qian dengan wajah tidak mau.
[Cepatlah!...]
"Iya.. Iya.." Balas Qian dan langsung berdesakkan di kerumunan untuk mencapai depan penjual itu dan langsung melukai dirinya sendiri dengan menggunakan pisau di pinggang nya.
*Slash..
Melihat hal itu, Seluruh orang sedikit terkejut dan terheran-heran dengan yang dilakukan oleh Qian. Namun, hal itu langsung terjawab saat Qian berbicara.
"Sembuhkan aku dengan obatmu..!" Ucap Qian sambil memperlihatkan tangannya yang disayat.
Dan Terlihat juga disamping kerumunan, Wanita itu masih berdiri dan melihat-lihat orang yang membeli obat di tempat itu. Dan setelah Qian melukai dirinya sendiri, Dia juga ikut kaget dan melihat nya.
"A-apa..?" Ucap penjual itu terheran-heran.
"Ha-Hahh...??.. Mengapa aku harus melakukan hal itu?..”
"Atau mungkin.. Kau ingin obat gratis?.. Cuih! Cuih! pergi!" Ucap Penjual itu sambil melambaikan tangannya agar Qian pergi
"Aku akan membayar!.. Jadi sembuhkan aku dengan obatmu disini dan sekarang!" Balas Qian yang langsung mengeluarkan uangnya yang berada di dalam kantong kain.
"A-apa?!" Kaget penjual itu setelah melihat banyaknya uang yang berada di kantong itu.
"Terlalu lama!" Ucap Qian yang menunjukkan wajah kesal dan langsung mengambil sendiri obat penyembuh yang berada didepannya dan langsung mengoleskan nya ke lukanya.
Namun, Seperti yang di prediksi oleh Qian. Obat itu memang menyembuhkan lukanya, Namun tidak sampai menutup lukanya dan menghilangkan bekasnya seperti tadi.
"Apa?!" Ucap kaget Seluruh orang.
Dan terlihat, Wanita itu yang juga terkejut namun langsung menunjukkan wajah senang dan langsung bergerak menuju Qian dan meneriaki penjual itu bahwa obat itu palsu.
"Lihat!.. Apa kubilang!" Teriak wanita itu yang diwajahnya terlihat sedikit air mata dan sambil menunjuk penjual itu dengan percaya diri nya.
"A-Apa?!.. KAU MENIPU KAMI!! KEMBALIKAN UANGKU!!" Teriak satu persatu pelanggan yang tertipu.
Dan penjual itu pun langsung panik dan menyuruh anak buahnya untuk mengambil seluruh uang yang ada di penyimpanan nya untuk langsung pergi dari tempat ini.
Dan Wanita itu yang melihat itu langsung menyuruh penjaga kota untuk menangkap penipu itu. Dan para penjaga yang kebetulan sedang berpatroli langsung berlari dan menangkap seluruh orang yang terkait dengan penjual itu.
...---...
"A-anoo.. Terimakasih!" Ucap Wanita itu kepada Qian yang sudah ingin pergi dari tempat itu.
"Hm?" Balas Qian yang menoleh kearah wanita itu.
[Fufu, Ambil kesempatan ini!]
"Diam!" Bentak Qian dalam hati kepada Alice.
"Ah... Tidak apa-apa" Balas Qian.
"Emm.. Jika kau berkenan, Kau bisa datang ke Menara obat dan sebutkan namaku agar kau bisa mendapatkan obat secepat mungkin jika kau mau!" Ucap Wanita itu dengan sangat cepat.
"Apa?!... Benarkah?!" Balas Qian terkejut dan langsung menunjukkan wajah senang.
[Lihat apa yang kubilang..]
"Yah.. Sepertinya kau memang selalu benar, Alice"
[Tentu saja!]
...---...
"I-Iya!.. Datang saja" Balas wanita itu.
"Oh ya!, Namaku adalah Lan Sei.. Anak dari ketua dia menara obat" Ucap wanita itu memperkenalkan diri.
"A-anak ketua menara?!" Ucap kaget Qian setelah mendengar hal itu.
"Iya,.. Jadi kau bisa datang saja ke menara"
"Ah.. Terimakasih atas keramahan mu"
"Ah! Tidak!.. Justru aku yang seharusnya berterima kasih"
"Ah.. Oke" Balas Qian dengan sedikit demi sedikit wajahnya memerah karena malu untuk menatap wajah Lan sei yang begitu cantik.
Lan Sei pun ikut memerah dan langsung memalingkan wajahnya. Dan Qian yang semakin malu langsung berbalik dan pergi dari tempat itu.
[Cie.. Cie..]
"Diam Kau!!"
...---...
Sore pun tiba, Dan matahari mulai sedikit demi sedikit menyembunyikan wajahnya dibalik cakrawala. Dan Qian yang sudah selesai berkultivasi di kamarnya keluar untuk mencari udara segara karena sudah lelah akan kultivasi nya.
[Apa yang kau lakukan.. Sore-sore malah keluar dari hotal]
"Yah... Ini juga sambil mencari tempat makan yang enak"
[Kan di hotel sudah ada]
"No, No.. Aku ingin mencari sesuatu yang berbeda selagi aku berada disini" Balas Qian sambil melihat matahari terbenam.
Dan disaat dia berjalan-jalan, dia melihat seorang gadis kecil yang menangis di depan toko obat yang melakukan penipuan tadi siang. Dan disaat dia berpikir untuk meninggalkan nya, Dia langsung teringat dengan dirinya sendiri disaat melihat ibunya mati didepan matanya.
"tcih.. Mengapa aku mengingat hal itu..." Gumam Qian dan mencoba untuk tidak memperdulikan gadis kecil itu, Namun dia malah merasa sangat bersalah disaat melangkah setiap satu langkah.
"Akhhh...." Ucapnya kesal sambil mengacak-acak rambutnya dan pergi mendekati gadis kecil itu.
"Kau tidak apa-apa gadis kecil..?...” Ucap Qian sambil menjulurkan tangannya kearah gadis kecil itu.
...---...
...Note: Dan Spoiler: Chap bsk bakal udh masuk arc utama cerita ini dan bakal ada Epic fight...
...[Please Like And Comment If You Have Any Suggestions]...