
Arc 1 - Awal Mula
*Buk *Buk *Buk!
Beberapa pelajar lelaki yang sedang menendang dan menginjak-injak pelajar lelaki lainnya. Dan para pelajar gadis yang sedang menertawakan pelajar lelaki yang sedang di buli itu.
"Ahahaha, memang itu nasib mu jika menentang ku, Ahahaha" Ucap seorang gadis dengan sombongnya ke pelajar yang sedang di buli itu.
*Buk *Buk *Buk!
"Inilah akibatnya! Dasar Sampah!!" Ucap salah satu lelaki yang sedang menginjak-injak lelaki yang di buli itu.
"Ah.. Sudahlah! ini tidak seru lagi, Cuih!" Ucapnya setelah itu dia meludahi lelaki yang di buli itu.
"Ayo.. Ayo.." Ajak salah satu lelaki itu, dan yang lainnya pun mengikuti lelaki itu untuk berhenti menginjak-injak lelaki yang di buli itu.
"Ahahahaha" Tertawa mereka setelah puas membuli.
Mereka pun langsung pergi meninggalkan lelaki yang mereka buli itu. Dan terlihat bahwa lokasi membuli mereka adalah didepan pintu sekolah sehingga seluruh siswa melihat kejadian itu. Namun mereka tidak berani untuk bertindak, dan selalu mencoba untuk menghindari hal tersebut.
"Ghh.. Kuh!! KUHAAKL!!" Lelaki itu memuntahkan darah merah dari mulutnya sebagai tanda kesakitan.
Dia pun bangun dari tidurnya dan mengambil tas usang di sampingnya. Dia bangun seperti tidak terjadi apa-apa, dan langsung saja berjalan dengan lambatnya memasuki bangunan sekolah dan ke kelas nya.
Dia pun langsung mendekat ke arah tempat duduknya, dan melihat bahwa tempat duduknya sudah basah oleh air juga permen karet. Dan meja nya pun sudah kotor oleh coretan, air dan buku pelajaran nya yang dirusak.
Beberapa dari siswa itu tertawa, dan beberapa dari mereka diam saja dan mencoba untuk pura-pura tidak melihat hal itu. Namun hal itu sudah menjadi kebiasaan disini, sehingga tidak ada yang merasa aneh akan hal itu.
Lelaki itu pun langsung mengambil kain pel di pojok kelas dan membersihkan kursi serta meja nya. Dan dia pun langsung duduk seperti tidak ada yang terjadi.
Dan setelah beberapa saat, Guru pun masuk bersama seorang siswa yang cantik dengan rambut putih dan pupil mata berwarna biru muda cerah. Siswa itu sangat cantik sehingga membuat seluruh siswa laki-laki yang berada di kelas terpesona. Dan para perempuan cemburu melihat gadis itu.
"Etto, Hari ini ada siswa pindahan dan akan berada di kelas ini. Dia bernama Charlotte Izyuki, dia siswa pindahan dari luar negeri, lebih tepatnya jepang"
Charlotte pun langsung menuliskan namanya dipapan tulis dan memperkenalkan diri.
"Halo, selamat pagi semuanya. Namaku Charlotte Izyuki, dan hari ini aku pindah ke sini dikarenakan pekerjaan orang tua ku" Ucapnya dengan suara merdu yang bisa memabukkan seluruh kota.
"Etto, kau bisa duduk disamping Qian" Ucap guru sambil menunjuk karakter utama kita, Yaitu Xiao Qian.
"Baik pak" Balas Charlotte dan setelah itu dia langsung menuju kearah Qian dan berdiri didepannya.
"Halo, senang berkenalan dengan mu "Mikha", Sepertinya kita memang ditakdirkan bersama" Ucapnya yang membuat seluruh kelas terkejut dengan perkataan nya.
"Eh? apa maksudnya "ditakdirkan bersama?"" Ucap siswi a
"Eh? tunggu dulu, Mikha?" Tanya siswa b
"Eh?" Ucap Qian yang juga kaget dengan perkataan Charlotte.
"Hm.." Ucap Charlotte dengan penuh senyum.
...---...
Jam Istirahat...
"Hoy! kenapa kau sok akrab dengan Charlotte ku HAH?!!" Ucap ancam seorang lelaki yang membuli Qian di awal.
"A-aku ti-tidak tahu.." Balas Qian.
*Buk!
Lelaki itu langsung memukul wajah Qian dengan sangat keras. Dan Qian langsung terpental hingga terhentak lantai. Dan mereka pun langsung menjalani aktivitas harian mereka, yaitu membuli Qian dari pagi hingga malam dan memperbudak nya. Namun tiba-tiba saja...
"Hey!" Terdengar suara seorang gadis, dan terlihat bahwa dia adalah Charlotte.
"Ohho, siapa ini yang datang" Ucap salah satu lelaki dan mencoba untuk mendekati Charlotte dan memegang pundaknya.
Namun dia langsung terbanting begitu saja.
*Buk!
"Eh?" Pikirnya
"Apa?!" Teriak Kaget seluruh orang.
Setelah itu, Charlotte langsung menghajar seluruh lelaki yang membuli Qian dan memberi mereka pelajaran. Dan seperti kata-kata mainstream seorang pembuli yang dilawan balik, Para Lelaki itu berkata bahwa..
"Hah! apakah kau tidak tahu siapa ayahku hah?!"
"Awas saja kau!! akan kulaporkan ke kakak ku!?"
"Heehh..." Ucap Charlotte sombong dan saat lelaki pembuli itu melihat mata Charlotte, Mereka langsung lari ketakutan.
"La-lari!!" Teriak para pembuli itu.
*Plak!
Qian langsung menepak tangan Charlotte dan berkata..
"Aku tidak butuh bantuan mu" Ucap Qian sombong walaupun dia babak belur.
"Hmm.. Tapi sepertinya kau butuh untuk kedepannya" Balas Charlotte yang setelah itu dia mengelus rambut Qian.
*Sringg..!
Namun tiba-tiba saja, Sebuah cahaya emas datang dari tangan Charlotte dan membuat Qian yang melihat itu terlalu silau langsung menutup matanya.
*Blup *Blup *Blup...
Suara air terdengar dan saat Qian membuka mata, Dia melihat bahwa dia berada didalam air. Dia langsung terkejut dan panik,dan berusaha untuk berenang ke atas namun tidak sanggup.
Qian yang mengerti akan situasi nya langsung menyerah dan tiba-tiba saja sebuah suara terdengar langsung dari otaknya.
[Hmm. Halo-halo..! Apakah kau bisa mendengar ku Mikha?]
"Siapa itu?!" Ucap Qian dan langsung menyadari bahwa dia akan langsung mati dikarenakan air akan masuk kedalam mulutnya dan kehilangan oksigen.
"Eh?"
[Ahaha, Kau tidak akan mati Mikha]
"Apa?"
"Siapa kau?!"
[Aku adalah "God System" atau kau bisa panggil aku sebagai "Alice"]
"Hah??... Apa Maksudmu?"
[Yah.. aku tau bahwa kau otaku, Jadi kau pasti mengerti]
"Hah??.. Jadi.. Kau adalah sistem yang membantuku agar menjadi kuat?"
[Ya! 100 untuk mu!!]
"Hah???"
[Yah.. tapi pertama-tama, Kau harus menekan tombol "Yes" terlebih dahulu]
*Ting!
Dan tiba-tiba saja muncul sebuah papan hologram didepan Qian dan didalamnya terdapat sebuah Tulisan.
...[Terdeteksi sebuah ingatan yang harus dibuka]...
...[Apakah anda ingin membuka dan mengingat nya?]...
...[Yes / No]...
"Apa ini?"
[Itu adalah ingatan yang kau lupakan, dan kau harus mengingat nya. Karena jika tidak, itu akan menyulitkan mu]
"Ini sungguh sangat mencurigakan"
[Ayolah.. Kau tidak akan rugi..]
[Lagian jika kau tidak membuka ingatan itu, Kau tidak akan bisa keluar dari air ini dan terus berada disini]
"Jadi aku tidak ada pilihan lain?"
[Ya]
"tch, okelah" dan setelah itu Qian menekan tombol Yes dan tiba-tiba saja..
*TIINGGG!!!!!
Sebuah suara yang sangat keras dan rasa sakit langsung menyambar ke otak Qian. Yang membuat nya sangat kesakitan dan ingin berteriak. Rasa sakit yang dialaminya seperti disambar oleh petir berulang kali dan ditusuk oleh jarum yang tidak terhitung jumlahnya ke seluruh tubuh.
"AAAKKHHHHH!!!!!" Teriak kesakitan, dan setelah itu...
...---...
...Note: Ni Novel bakal g karuan, jadi terserah pen baca ato gk. Karena sy jg selaku author gk terlalu sering baca manhua. Jadi ceritanya bakal sedikit melenceng dari biasanya...
...[Please like and comment if you have any suggestions]...