God System

God System
Chap 10 - Pencurian (2)



Arc 3 - Lelang


"Ah.. Terimakasih.. Anoo...." Balas Qian yang sedikit ragu.


"Tidak apa-apa, Dan Sepertinya kau lumayan Kuat.. Kau bisa membantu kami untuk mengurus para sampah ini kan?" Tanya master itu kepada Qian.


"Eh?! Sampah?!.... Bukankah mereka sudah sangat kuat?!" Gumam Qian kaget.


"Jadi?..."


”Ah!.. Baik..! Aku akan bantu..." Balas Qian setelah sadar dari lamunannya dan mengangkat pedangnya sekali lagi.


"Hee... Kalian ingin melawan ku...?" Ucap pencuri itu sombong.


"Sombong sekali kalian.." Ucap pencuri itu merendahkan Qian dan para master disampingnya.


"Ahahaha... Bukankah kau yang sombong?" Balas master itu dan pencuri itu pun terpancing akan provokasi master itu dan langsung menyerang nya.


"Tcih! Jangan sombong kau!!!!" Teriak pencuri itu yang langsung melesat ke arah master itu dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata.


*Wush!


*Ting!


"Apa?!!" Ucap pencuri itu terkejut dikarenakan serangannya dengan mudahnya ditangkis oleh master itu.


Pencuri itu pun langsung mundur dari posisinya untuk memasang posisi kuda-kuda agar bisa mengalahkan master itu.


"Siapa kau..?..!" Tanya Pencuri itu dengan posisi siap.


"Hm..." Ucap master itu sambil menatap Qian


"Eh?! kenapa dia menatapku?!" Gumam Qian yang sedikit panik dengan tatapan master itu.


"Oke.. Akan ku perkenalan diriku.."


"Aku adalah tetua ke-2 dari sekte [Eternal Lotus], Bernama Yu Sheng!" Balas Master itu memberitahu namanya.


"Apa?!.. Yu Sheng?!” Gumam pencuri itu kaget setelah mendengar nama master itu.


"Bukankah dia itu adalah sang iblis bulan putih?!" Gumam nya.


"Kau pasti tahu siapa aku, Jadi?... Apakah kau bersedia untuk menyerahkan diri?" Tanya Yu Sheng kepada pencuri itu.


"H-Hah?!.. Kau kira aku akan menyerah s-semudah itu?!" Balas Pencuri itu sedikit gagap dikarenakan takut.


"Hee..." Ucap Yu Sheng dan tiba-tiba saja dia berada di belakang pencuri itu.


"Apa?!" Teriak pencuri itu kaget dan disaat dia melihat...


Bahwa tubuhnya tergeletak diatas tanah dan kepalanya terpenggal. Dan akhirnya, setelah beberapa saat, dia menutup matanya dikarenakan kekurangan darah.


"Hm.. Itu mudah sekali" Ucap Yu Sheng sambil menebaskan pedangnya di area kosong untuk membersihkan nya dari darah.


...---...


"Hiyahh!!!!" Teriak salah satu pencuri yang melihat kesempatan dikarenakan semua orang sedang memperhatikan pencuri yang mati itu dan menyerang Qian.


Qian pun langsung sadar akan serangan itu dikarenakan suara teriakannya. Dan dia pun langsung menghindari serangan itu dengan mudahnya dan menyerang balik Pencuri itu dengan menahan pedang pencuri itu di tanah dan menusukkan pedangnya langsung kearah jantung.


*Jleb!


"Ooh... Itu sebuah serangan balik yang mengesankan" Ucap Yu Sheng yang kagum dengan teknik Qian.


Namun tiba-tiba, Seorang pencuri datang dari balkon lantai 2 dan langsung jatuh kearah Qian. Dan Qian yang tidak sanggup untuk merespon langsung tertusuk di pundaknya. Yabg membuat darah merah mengalir deras dan Qian pun langsung jatuh sambil memegang erat pundak nya agar darah tidak keluar lebih banyak.


"Akhhh!!!" Teriaknya kesakitan.


Dan disaat pencuri itu merasa telah menang dikarenakan sudah membuat Qian terluka. Yu Sheng langsung melesat kearah pencuri itu dan menebas kepalanya hingga terputus.


*Slash!


"Kau tidak apa-apa anak muda?!" Ucap Yu Sheng khawatir dengan Qian dan langsung mendekatkan tangannya kearah pundak Qian.


*Sring..


Cahaya berwarna hijau keluar dari tangan Yu Sheng dan secara perlahan, Luka berat yang dimiliki Qian tertutup dan akhirnya sembuh walaupun tidak sepenuhnya sembuh dikarenakan telah kehilangan banyak sekali darah.


"Sepertinya teknik beladiri ini pun tidak bisa mengembalikan darahnya yah..." Ucap Yu Sheng sedikit sedih.


"Kau sudah tidak apa-apa, Anak Muda?" Tanya Yu Sheng khawatir sambil mengulurkan tangannya agar Qian bisa berdiri.


"Hmm.. Maaf, Tapi tunggulah sebentar.." Ucap Yu Sheng sambil mengeluarkan pedangnya dan menebas seluruh pencuri yang mendekatinya.


*Slash!


"Apa?!...” Ucap Qian kaget dengan teknik yang dimiliki Yu Sheng.


"Apa kau lihat itu anak muda?...”


"Ya..." balas Qian


"Jadi... Setelah kulihat-lihat, Sepertinya kau tidak memasuki sekte apapun... Jadi, Apakah kau ingin masuk ke sekte ku?" Tanya Yu Sheng.


"Eh?... Ke-Kenapa?"


"Kau memiliki bakat!... Apalagi, Kau bisa membaca pergerakan lawan, tetap tenang disaat genting, mengambil langkah yang tepat, dan menyerang balik musuh mu!"


"Itulah! Bakat yang telah hilang dari praktisi jaman sekarang yang selalu mementingkan kedudukan mereka serta teknik nela diri mereka yang tidak pernah dilatih sampai matang!"


"O-ohh... begitu" Balas Qian agak ragu.


"Tapi..."


[Kau tidak boleh terikat dengan sekte terlebih dahulu]


"Alice?!"


"Mengapa..?"


[Itu akan menghambat mu dikarenakan peraturan mereka, Dan kau saat ini belum perlu untuk mendapatkan perlindungan dari sekte]


"Belum perlu?"


[Ya, Kau belum memiliki musuh apapun, Dan kau masih memiliki ku, Jadi kau bisa tenang dengan peningkatan kekuatan mu]


"O-oh.. Oke, aku akan mengikuti saran mu" Balas Qian dan langsung menolak ajakan Yu Sheng.


"Maaf! Saat ini... Aku belum benar-benar membutuhkan dukungan sekte, Dikarenakan itu.. Aku akan bergabung lain waktu nanti" Balas Qian kepada Yu Sheng.


"Ah... Sayang sekali, Ya sudahlah... Tidak apa-apa, Tetapi! Pintu sekte kami selalu terbuka untukmu!" Balas Yu Sheng.


"Ah... Terimakasih dan sampai jumpa" Balas Qian dan langsung membalikkan badannya dan pergi, Namun...


"Kuhh!!... Apa?!!.." Gumam Qian yang merasakan sakit yang luar biasa di tangan kanannya atau lebih tepatnya dia bahunya.


[Ini gawat, Kau terkena racun!]


"Apa?!... Terus bagaimana?!" Tanya Qian panik.


[**Tidak apa-apa, Kau masih bisa mengatasi racun ini tanpa bantuan sekte]


[Kau hanya harus pergi ke menara obat yang berada di kota sebelah untuk membeli obatnya**]


"Benarkah?!.. Tapi... Bukankah lebih mudah untuk meminta dengan si tetua ke 2 itu?"


[Eh?!.. Ah... Etto.. Yah.. KAU YANG SEKARANG MASIH TIDAK PERLU SEKTE!! MENGERTI?!]


"Ah?! Mengerti!!" Balas Qian.


Namun, Disaat dia sudah lumayan jauh dari rumah lelang itu. Dia dicegat oleh beberapa orang dan memintanya untuk menunggu. Dan setelah beberapa saat, Seseorang dengan pakaian mewah datang kepada Qian dengan berlari dan memberitahu nya untuk pergi ke kediamannya untuk menerima hadiah.


Awalnya Qian bingung, Namun Alice meyakinkan Qian bahwa ini adalah sebuah kesempatan besar. Dan Qian pun menuruti saran Alice dan mengikuti orang itu.


"Ah.. Terimakasih tuan!" Balas orang dengan pakaian mewah itu dan langsung saja pergi ke kediamannya.


...---...


Setelah beberapa menit, Akhirnya Qian pun sampai di kediaman orang itu. Dan betapa terkejutnya karena kediaman nya seperti istana dan memiliki halaman yang sangat luas, bahkan bangunan nya lebih mewah dibandingkan bangunan yang berada di keluarga Xiao.


"Woah... ini sungguh megah... Kira-kira berapa uang yang dihabiskan ya..." Ucap Qian yang masih terkagum.


Dan setelah beberapa saat, Qian pun memasuki salah satu bangunan yang mirip dengan mansion. Dan didalamnya, Terlihat beberapa master yang dia lihat saat pelelangan, Tidak terkecuali Yu Sheng.


"Hm..?.. Ada apa ini?..." Gumam Qian yang bingung dengan keadaan ini.


...---...


...**Note: Ye.. Semoga ada yang baca...


...[Please like and comment if you have any suggestions**]...