
...Thank You For Coming To Read...
...----...
...Arc 4 - Menara Obat...
"Hufhthh... Ya sudahlah jika kau tidak ingin memberitahu" Ucap Qian mengakhiri pembicaraan nya.
"Ayo kita bawa ibumu ke dokter" Ucap Qian yang lalu mengangkat ibu Lia dari ranjang nya dan membawanya keluar untuk dibawa ke dokter.
"Ayo!" Ajak Qian kepada Lia yang masih bengong.
"Ah.. Baik!" Balas Lia dan langsung mengikuti Qian
Dan disaat Qian keluar dari rumah Lia, tanpa disangka bahwa yang menunggunya adalah kumpulan para gelandangan yang sedang memegangi beberapa senjata seperti kayu, pisah usang dan pedang rusak.
"Hey! Kau bukan?!.. Yang melukai grup awan hitam?" Tanya seorang dalam rombongan itu yang terlihat seperti bos mereka dikarenakan penampilan nya yang berotot dan memiliki beberapa luka sayatan di tubuhnya.
"Hm? Awan hitam?.. aku tidak tahu" Balas Qian dan langsung menghiraukan rombongan itu.
Namun disisi lain, Lia merasa sangat ketakutan dengan situasi itu dan secara reflek langsung memegang erat pakaian Qian sambil bergetar ketakutan.
"Tidak apa-apa..." Ucap Qian sambil berbisik.
"HEI!!... KAU KIRA KAU MAU KEMANA?! HAH?!" Teriak seorang yang seperti bos itu yang melihat Qian mengacuhkan mereka dan tetap berjalan.
"Hah?!" Balas Qian dengan tatapan tajam yang membuat beberapa dari gelandangan itu ketakutan dan menjatuhkan senjata mereka.
*bruk..
"Kuh.. APA?! KAU INGIN MELAWAN KAMI?!" Teriak bos itu kepada Qian sambil mengacungkan pedang besarnya yang sedikit rusak.
"Tck.." Balas Qian dan langsung menaruh tubuh ibu Lia dibawah dan menyuruh Lia untuk menjaganya.
"Jaga baik-baik ibumu, Aku akan segera kembali" Ucap Qian dan langsung menghampiri rombongan itu.
"HAH!.. KAU INGIN SOK PAHLAWAN HAH?!" Ucap bos gelandangan itu untuk memprovokasi Qian agar menyerang terlebih dahulu.
"Berisik kau.." Balas Qian dan langsung melesat dengan cepatnya.
*wush..
Dan tiba-tiba saja, Beberapa gelandangan langsung terjatuh dan membuat para gelandangan yang lain merasa bingung dan takut tentang apa yang terjadi.
"A-apa?!" Teriak kaget salah satu gelandangan.
*buk..
"duak..
"buk..
Beberapa suara pukulan terdengar namun tidak terlihat siapa yang memukul dan membuat seluruh gelandangan merasa takut dan gelisah hingga mereka langsung menjatuhkan senjata mereka dan memilih untuk kabur.
"Ka-kabur!!.. Kita bukan lawannya!!!" Teriak salah satu gelandangan yang kabur.
Dan disusul oleh beberapa gelandangan yang takut juga dan akhirnya kabur. Hingga tersisa 5 orang 1 orang yang terlihat seperti bos itu.
"Jadi?" Ucap Qian yang tiba-tiba saja berada di depan mereka.
"APA?!" Teriak mereka dalam hati dikarenakan terkejut
Dan Qian langsung menghajar mereka dengan tinjunya hingga membuat mereka terpental.
*buk!
*duak!
Namun, disaat dia ingin menghajar bos gelandangan itu. Serangannya dihentikan oleh tangan bos gelandangan itu dan membuatnya terkejut dikarenakan hal itu.
"Apa?!"
"Hah! Kau kira aku bisa tertipu dengan trik murahan ini!!" Ucap marah bos itu dan langsung melepaskan pegangannya pada pedang dan langsung membanting Qian ke tanah.
*duak!
"Akhhh!!" Teriak kesakitan Qian.
Dan bos gelandangan itu langsung melanjutkan serangan nya dan menghajar Qian dengan bertubi-tubi. Namun Qian yang melihat celah dalam serangan bos gelandangan itu langsung meninju balik kearah dagu bos itu hingga hampir terpental.
*buk
Dan Qian pun langsung keluar dari genggaman tangan bos itu dan menghajar balik bos itu dengan bertubi-tubi.
*buk!
*duak!
*buk!
[Sebaiknya kau langsung mengambil pedang mu dan bunuh dia sebelum masalah nya menjadi semakin rumit]
"Alice?.... Ah! Oke!" Balas Qian dan langsung memanggil Memo'Arm nya dan menusukkan nya kearah jantung bos ity.
*wush..
*slash!
Tangan kiri bos itu langsung terpotong dan terpisah dari tubuhnya hingga dia tidak sempat untuk bereaksi hingga kehilangan keseimbangan Dan Qian memanfaatkan situasi itu untuk langsung menusuk jantung bos gelandangan itu dengan serangan yang lebih cepat dari sebelumnya dan berhasil menusuknya.
*jleb!
"Akhh!" Reaksi bos itu dan Qian langsung menebaskan pedangnya kesamping agar luka yang diterima bos itu bertambah dan akhirnya mati.
Dan disaat itu, Dikarenakan keributan yang dilakukan oleh Qian membuat seluruh gelandangan yang penasaran melihat hal itu dan membuat mereka takut dengan Qian. Hingga sudah dipastikan mereka tidak akan macam-macam lagi dengan nya.
*slash..
Qian yang sudah selesai membunuh bos gelandangan itu langsung mengayunkan pedangnya ke udara untuk menghilangkan darah bos itu. dan menyimpan lagi Memo'Arm nya dan langsung menghampiri Lia yang semakin takut dengan Qian setelah melihatnya membunuh bos gelandangan itu.
"Apakah kau tidak apa-ap-" Ucapan Qian terhenti karena melihat di belakang Lia ada anak buah dari bos gelandangan itu yang siap untuk menyerang Lia kapan saja.
"Tenang..." Ucap Qian dan..
"!!!" Ucap Qian dan langsung berlari kearah Lia dan menciptakan sebuah perisai Qi dibelakang Lia dan memanggil Memo'Arm nya dan menusukkan pedangnya langsung ke jantung gelandangan itu.
*jleb!
Dan Lia yang baru menyadari hal itu langsung terkejut dan takut. Namun Qian langsung memeluknya agar traumanya tidak terlalu dalam bagi anak-anak.
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Qian yang langsung melepaskan Memo'Arm nya.
"Hiks... Aku.. tidak apa-apa.." Balas Lia sambil terisak nangis karena takut.
"Yosh.. Tidak apa-apa... tidak apa-apa..."Ucap Qian menenangkan Lia.
Dan setelah Lia sudah tenang, Qian langsung mengangkat tubuh ibu Lia dan membawanya ke rumah sakit sambil membawa Lia yang masih takut.
...---...
Keesokan harinya, Setelah mengantarkan ibu Lia ke rumah sakit, Qian pulang ke hotel untuk beristirahat dan meninggalkan Lia bersama ibunya dirumah sakit. Dan saat ini, Qian sedang dalam perjalanan ke rumah sakit sambil membawa beberapa barang di tangannya.
Dan setelah beberapa puluh menit, Qian akhirnya sampai di rumah sakit dan langsung memasuki ruangan dimana ibu Lia berada. Dan melihat Lia yang sedang tertidur nyenyak disamping ibunya.
"emm.." Lia terbangun dikarenakan suara berisik dari para staf rumah sakit dan langsung melihat Qian.
"Selamat pagi, apa kau lapar?" Tanya Qian kepada Lia sambil memperlihatkan barang yang dibawa nya yang ternyata adalah makanan.
"Yaa....!" Balas Lia semangat dan senang dan langsung mengambil makanan yang berada di di tangan Qian.
Qian yang melihat itu hanya tersenyum dikarenakan melihat Lia yang tadinya hanya takut dan suram sekarang bisa tersenyum seperti anak sebayanya. Namun...
"hm?.. Kenapa kau berhenti?" Tanya Qian setelah melihat Lia menghentikan makannya.
"Aku lupa... Ini akan ku sisakan untuk ibu" Balas Lia yang setelah itu menyisihkan beberapa makanan untuk ibunya.
Qian yang melihat itu langsung tersentuh dengan tindakan Lia yang tidak egois dan langsung tanpa sadar mengelus-elus kepala Lia.
"Eh?.. apa apa?" Reaksi Lia yang kebingungan.
"Ah! Maaf!" Ucap Qian yang baru sadar..
"Ah... tidak apa-apa.." balas Lia dengan wajah sedikit merah.
"emm.." Reaksi Qian dan langsung melanjutkan untuk mengelus-elus kepala Lia karena imutnya dia karena tersenyum.
Dan tidak lama setelah itu, Datang dokter atau lebih sering disebut tabib pada masa Seperti itu dan memberitahukan sesuatu kepada Qian.
"Ohh.. ah, Baik.. Akan ku belikan " Balas Qian kepada tabib itu dan tabib itupun langsung menyuruh asistennya untuk membawa makanan untuk ibu Lia yang terlihat ingin sadar sebentar lagi.
"Ada apa kakak?" Tanya Lia yang penasaran dengan percakapan Dia dengan tabib itu.
"Ah.. Aku harus membeli obat untuk ibumu di menara obat, dan kebetulan juga aku ingin kesana untuk membeli beberapa obat dan pil" Balas Qian sambil mengelus-elus kepala Lia dikarenakan sebuah dorongan aneh.
"Ah..baik" Balasnya
"eh?.. TAPI!! BUKANKAH MENARA OBAT ITU ADALAH PUSAT KOTA INI DAN MEMBELI OBAT DISANA ITU MAHAL?!!" Teriak Lia yang terkejut dan merasa tidak enak karena sudah membebani Qian dengan semua hal itu.
"Tidak apa-apa... Aku kaya" Balas Qian dengan senyuman.
"Ta-Tapi..." balas Lia yang masih ragu.
"hmm....... Lagian, Jika kau ingin membalas budi ku, Kau hanya harus tumbuh sehat dan menjaga ibumu" Ucap Qian meyakinkan Lia agar hanya balas budi seperti itu.
"Ah... Baik" Balas Lia.
"Hm! Anak baik..." Balas Qian dan tentu saja sambil mengelus-elus rambut Lia.
...---...
...Note: Abis ini kayaknya dah bakal masuk me arc utama...
...[Please Like And Comment If You Have Any Suggestions]...