
***
"Apa yang... Nak, bukankah kamu terlalu kejam?" Lord Dog berkata dengan sedih.
Yuuto menatapnya tanpa ekspresi dan berkata, "Aku tidak ingin mendengarnya darimu. Tidak ada kompromi! Renungkanlah dan jadikan ini sebagai pelajaran, berpikir sebelum bertindak dan jangan terlalu impulsif."
"Kamu..."
Wajah Lord Dog berkedut-kedut karena marah. Melihat bagaimana Yuuto mengurangi porsi ayam goreng hari ini, dia merasa seolah-olah dunia tiba-tiba hancur. Dan dia memiliki keinginan untuk menangis.
Apa-apaan ini?! Aku hanya ingin memberi mereka beberapa pelajaran, mengapa kamu harus mengurangi ayam goreng Tuan Anjing?! Aku tidak terima!
Hatinya terbakar karena marah. Jika bukan karena fakta bahwa dia lebih lemah dari Yuuto, dia pasti akan memukulinya sampai mati sekarang.
Dia harus melampiaskannya pada sesuatu!
Ya! Itu dia!
Mata Lord Dog berbinar. Dia pindah dari tempat semula kemudian tiba-tiba muncul di samping duo Dragonfolk yang terkapar.
Anjing ini berpose seperti manusia. Berdiri dengan dua kaki, meraih kerah mereka dengan kaki yang lain, kemudian menggerakkan cakarnya ke kiri dan ke kanan seraya berteriak, "Sialan! Sial! Semua salahmu! Ini semua salahmu! Mati saja kau!"
Plak! Plak! Plak! Plak!
Duo itu bahkan tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi.
Kecepatannya sangat cepat!
Kecepatan seperti itu dikatakan tak tertandingi di bawah langit. Wajar saja mereka terbangun secara paksa meskipun mereka pingsan. Tamparan itu memberi stimulasi yang luar biasa bagi mereka. Rasa sakit yang membakar memenuhi seluruh wajah mereka.
"Puff! A-aku salah... To-tolong hentikan..." Seorang Dragonfolk itu tidak tahan lagi jadi dia memohon kepada Lord Dog dengan wajahnya yang berubah menjadi kepala babi.
Mereka yang melihat ini hanya mengamati dengan simpatik. Bahkan Yuuto merasa agak kasihan dengan dua pria malang itu.
Dijadikan samsak tinju oleh orang lain, siapa yang tidak marah? Walaupun mereka memohon dengan tulus, hati mereka hampir meledak karena marah. Sayangnya, mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghilangkan amarah tersebut.
Namun, Yuuto sangat memahami sifat Lord Dog. Selama dia tidak mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya, dia tidak akan pernah berhenti.
Oleh karena itu, Yuuto pun tidak punya pilihan lain selain mencegah Lord Dog supaya tidak bertindak lebih jauh.
"Hentikan. Aku masih membutuhkan mereka untuk menanyai beberapa informasi. Jika kamu tidak berhenti sekarang, aku akan menarik ayam gorengmu selama satu minggu." Kata Yuuto dengan sedikit nada mengancam.
Lord Dog langsung berhenti dengan cakarnya tergantung di udara, mendengus dengan arogan saat dia berbalik.
Setelah anjing itu berhenti, dua Dragonfolk itu terus membelai wajah mereka yang kesakitan, bukan sakit karena fisik, melainkan secara batin.
Ini adalah hari paling sial dalam hidup mereka. Kesedihan, malu, dan amarah sekaligus kebencian bercampur aduk.
Parahnya lagi, mereka tidak bisa melakukan apa-apa tentang hal ini. Sungguh tak terbayang sebesar apa rasa frustasi mereka sekarang.
Ketika Yuuto mendekati mereka, kemarahan mereka melonjak. Niat membunuh yang begitu besar terpancar di aura di sekeliling mereka.
Salah satu Dragonfolk menjawab dengan dingin lalu di tambah seringai kejam, "Humph! Memangnya kamu siapa? Bahkan jika kamu menyiksaku, aku tidak akan menghianati rasku! Aku tidak akan mengatakan apapun tapi ingat ini. Yang mulia Valhalla, pasti akan membalas semua penghinaan yang kamu berikan hari ini! Tunggu saj—?!!"
Swoosh!
Pada titik ini, dia menyadari bahwa dia telah salah langkah. Sebelum dia bisa bereaksi, sebuah tangan besar mencengkeram lehernya dengan kuat seperti ayam yang siap disembelih. Mengangkat seluruh tubuhnya ke atas.
Kakinya menjuntai tanpa daya di udara, dan di saat yang sama, sejumlah besar energi yang kuat, dingin dan gelap, meresap ke seluruh tubuhnya seperti cakar hantu. Langsung mendapatkan kendali penuh atas nadinya. Selain itu, semua kendali atas gerakan tubuhnya benar-benar direbut.
Lebih herannya lagi, orang ini jelas tidak lemah. Seorang Saint yang diagungkan oleh dunia, begitu tidak berdaya di bawah cengkeraman ini. Bagaimana bisa orang-orang, yang mengamati sejak awal, tidak terkejut?
Hanya dalam hitungan detik, Dragonfolk tersebut jatuh dari posisi tinggi seorang Saint dimana ia bahkan tidak bisa mengendalikan hidup dan matinya sendiri.
Dan orang yang melakukan semua ini, tertawa dingin ketika suaranya dipenuhi ejekan, "Valhalla? Siapa Valhalla? Aku tidak peduli selama dia tidak melangkahi garis bawahku. Sekali dia menjejakkan kakinya ke hutan ini, aku sendiri yang akan membunuhnya."
"Dia... Adalah... Pemimpin... Dunia ini... Semut... Sepertimu... Hanyalah... Hama yang... Mengganggu di matanya... Tidak lama lagi.... Hutan ini... Akan hancur dan kalian semua... Akan mati!"
Dragonfolk itu terbatuk saat dia berbicara. Jejak darah samar mengalir di sepanjang sisi mulutnya, tapi langsung membeku menjadi es. Namun, dia masih berhasil tersenyum ketika dia mengatakan ini, "Tidak hanya itu... Saat itu tiba... Dua perempuan itu... Aku akan... Menikmatinya... Setiap hari! Jangan... Kawatir. Aku... Akan merawat... Mereka... Dengan baik."
Bahkan jika aku tidak bisa mengalahkanmu dalam perkelahian, aku masih tahu bagaimana membuatmu kesal sampai mati! Bagaimanapun, aku sudah kehilangan semua harapan untuk hidup. Kenapa aku harus membiarkanmu hidup bahagia? Sebelum aku mati, aku harus melakukan yang terbaik untuk membuatmu kesal beberapa kali lagi!
"Baik! Kamu punya nyali!" Ucap Yuuto dengan dingin.
Ia tiba-tiba mempererat cengkeramannya, dan sejumlah besar energi panas masuk ke dalam tubuh Dragonfolk itu! Naga humanoid dengan nama Bacillius tiba-tiba merasa darahnya mendidih. Dan bahkan, otaknya akan di goreng!
Ini adalah rasa sakit yang tak terbayangkan.
Bahkan penyiksaan di dunia paling kejam sama seperti itu!
Pikiran Bacillius tidak mampu menahannya dan dia merasa kalau dia akan pingsan lagi. Namun, energi sihir yang panas berubah menjadi energi dingin pembekuan tulang, yang membekukan seluruh aliran mananya. Itu mengejutkannya sehingga tidak membiarkannya kehilangan kesadaran.
Walaupun pikirannya dapat berfungsi dengan normal, tetapi tubuhnya hampir beku!
Darah yang mendidih beberapa saat yang lalu, dengan cepat dicelupkan ke titik nol sampai membeku sepenuhnya.
Lapisan es putih dapat terlihat di kulit Bacillius dengan kecepatan yang terlihat oleh mata telanjang.
"Aku hanya ingin tahu nama Valhalla ini." Yuuto memandangnya dengan dingin, "Ludahkan saja, maka aku akan membiarkanmu pergi."
"Humph! Jangan... Terlalu... Berbangga dulu... Bocah tengik! Saat Yang Mulia datang... Itu akan... Menjadi akhir... Bagimu!"
Ekspresi Yuuto menegang, dan auranya meledak sekali lagi. Dalam sekejap, darah Bacillius berubah menjadi cair lagi, dengan cepat mendidih sekali lagi. Setelah itu, itu berubah dari mendidih menjadi dingin, mengulangi prosesnya setidaknya lusinan kali!
Bacillius menderita dengan siksaan api dan es yang terus berlanjut. Direbus sampai hampir mati, dia dihidupkan kembali lagi hanya untuk dibakar lebih lanjut. Dia diliputi kesakitan sehingga dia berharap untuk mati. Pada akhirnya, dia bahkan tidak punya energi untuk menjerit lagi...
"Aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa, selama kamu mau membicarakan masalah ini, aku tidak akan membunuhmu. Aku pasti tidak akan kembali pada kata-kataku!" Kata Yuuto tanpa ekspresi.
Selanjutnya, nadanya menjadi lebih dingin dan lebih dingin saat dia berkata, "Namun, aku masih ingin mengumpulkan minat ini dulu. Selagi kamu hidup, kamu akan hidup lebih buruk daripada kematian!"
Ia melanjutkan, "Sayangnya, masih layak untuk dihargai. Meskipun kamu bisa hidup, itu hanya untuk semalam. Bersenang-senang lah!"