God System

God System
Awal Kehancuran (Extra Chapter)




***


"Apa itu tadi? Mengapa Carles-sama mati?" Seorang anggota Party Tak Terkalahkan bertanya.


"Aku mendengar bahwa ketika dia berada di ambang kematian, Carles-sama dapat melakukan perjalanan melalui ruang dan waktu ke masa lalu!" Seseorang menjawab.


"Jadi maksudmu dia akan kembali untuk menyelamatkan kita? Bisakah dia selamat?" Tanyanya dengan ekspresi kawatir.


"Lumina-sama, apa pendapatmu?"


Mereka semua menatap pada Lumina, petualang rank S yang dipercayai oleh Carl untuk mengurus semua anggota yang tersisa.


Masing-masing dari mereka seharusnya menjadi orang yang memiliki kekuatan besar, tetapi mereka sudah terlalu lama bergantung pada Carl. Mereka lupa bagaimana menggunakan kekuatan mereka sendiri.


"Tidak, kekuatan Tuan Carl tidak seperti itu..."


Lumina hanya bisa berspekulasi berdasarkan apa yang telah dia alami sejauh ini, tetapi kekuatan Carl untuk kembali ke masa lalu adalah sesuatu yang diaktifkan setelah kematian dan merupakan pilihan terakhir ketika tidak ada lagi yang bisa dilakukan.


Ini mengirimkan sesuatu seperti jiwa kembali ke masa lalu, dan perubahan masa lalu tidak mempengaruhi masa kini dengan cara apapun. Itu hanya menciptakan dunia paralel yang bercabang dari titik waktu tertentu.


Carles sendiri mungkin bisa memulai dari awal, tapi untuk Lumina dan yang lainnya yang ada di sana sekarang, itu tidak relevan.


Dengan kata lain, Carl telah meninggalkan mereka semua dan melarikan diri.


"Apa yang dilakukan Tuan Carl disana tidak ada hubungannya dengan apa yang kita lakukan sekarang!" Lumina membantah dengan tegas.


Yang lain pun bertanya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan!"


Itulah yang ingin kuketahui!


Teriak Lumina dalam hati.


Bagaimana ini bisa terjadi?


Kehidupan keduanya seharusnya berjalan dengan baik. Jika dia tetap di sisi Carl, tidak akan ada masalah.


Tapi, Carles sudah mati.


"Tidak apa-apa! Itu tidak mengubah fakta bahwa kita adalah tentara yang tak terkalahkan! Selama kita memiliki formasi Pembunuh Dewa yang dibuat oleh Carl-sama, tidak ada musuh yang dapat mengalahkan kami!" Seorang anggota muda yang tampaknya anak baru tiba-tiba bersorak. Menyemangati diri sendiri dan orang lain.


"Tapi meski begitu, kita masih harus menghadapi pria itu…" Seseorang meruntuhkan argumennya dengan mudah.


Ya, Yuuto adalah masalah terbesar dari sumber segala masalah. Akan sulit untuk mengatasi ini.


"Dia? Kita hanya harus mengabaikannya, kan?" Wanita berambut kuning yang di kuncir kuda berpendapat.


Oh!?


Itu benar!


Anggota kelompok mulai setuju dengan gagasan itu. Bahkan Lumina juga.


Ia pun memutuskan untuk melaporkan masalah ini ke pusat agar segera di tangani. Lagipula, mereka pasti punya solusi untuk itu.


Dengan demikian, ia buru-buru mengaktifkan mekanisme teleportasi, membatalkan spatio-temporal kemudian menghilang tanpa jejak.


.....


Meja kayu yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas, hancur seketika saat loli kecil meraung dengan marah.


Matanya berapi-api saat hatinya diliputi kekesalan.


Duo Dragonfolk yang melihat ini hanya saling meringkuk dengan keringat membasahi pakaian mereka, tidak berani mengganggunya.


"Dasar sampah! Untuk apa aku melatihmu selama ini? Hanya menyingkirkan seorang bocah saja tidak becus!" Bentaknya geram.


"Bu-bukan begitu Valhalla-sama... Itu di luar jangkauan kami. Orang itu... Terlalu kuat! Bahkan Saint seperti semut di matanya. Kami tidak mampu mengalahkan orang ini. Bahkan skill «Mimikri» andalan kami dengan mudah di temukan oleh mereka." Kata salah satu Dragonfolk tersebut.


"Cillius-chan, apakah kau yakin informasi itu akurat?" Valhalla bertanya dengan ekspresi dingin.


"Ya-ya... Saya bersumpah bahwa informasi ini memang benar adanya. Kami tidak mungkin salah karena kami mengalaminya secara langsung." Jawab Bacillius gugup.


Dia juga menerangkan seperti apa kekuatan musuh saat ini. Yang tidak mungkin digambarkan sebagai, "akal sehat normal" di seluruh kategori tentara manapun.


Dengan Valhalla seorang, mustahil dia mampu mendobrak benteng itu. Ia bahkan tidak lebih lemah dari Demon Lord Chaotic Saint. Sedangkan, pihak lain memiliki puluhan dari mereka. Dan lagi, jumlah ini tidak signifikan dibandingkan dengan bagian dalam benteng. Siapa yang tahu kekuatan macam apa yang terkandung di dalamnya?


Mencoba menantang keberadaan seperti itu tidak berbeda dengan menggali kuburan diri sendiri!


"Tch..." Valhalla mengigit giginya seraya mendecakkan lidah.


Untuk sesaat, dia mondar-mandir ke kiri dan ke kanan dengan gelisah sambil memikirkan kemungkinan yang ada.


"Aku tidak mengira bahwa hal ini bisa menjadi sangat rumit. Mereka aneh! Hutan itu juga aneh! Sejak kapan hutan terbengkalai yang begitu kecil memiliki eksistensi sekuat itu? Ini benar-benar di luar kendali... Jika aku tidak bergerak secepatnya, aku takut bahwa orang itu akan menjadi ancaman yang tak dapat disingkirkan. Seperti raja iblis pertama!"


"Jadi... Apa perintah anda, Valhalla-sama?" Tanya Bacillius dengan ekspresi serius.


Valhalla ragu sejenak sebelum akhirnya memutuskan, "Kirim pasukan! Musnahkan segala bentuk kehidupan yang ada disana. Apakah itu manusia atau yang lain, aku tidak peduli! Mereka sejatinya tidak boleh ada, hancurkan segalanya sebelum semuanya menjadi lebih buruk!"


Seruan perintahnya menggema di ruangan, berdengung di telinga Dragonfolk tersebut.


"Dimengerti!"


.....


Catatan author:


Kenapa Valhalla ingin memulai perang tanpa sebab yang jelas?


A. Karena cinta


B. Karena terangsang


C. Karena iseng/ bosan


D. Atau alasan yang lain?


(Anda bisa menebaknya, komen di kolom komentar!)



Ilustrasi Valhalla