
Sebelum membaca, ingatlah untuk selalu memberikan Like, komen, gift dan vote untuk mendukung author semangat berkarya, nikmati!
***
"Cukup. Ayo kita kembali." Kata Yuuto.
Melambaikan tangannya, cahaya terang membungkus kelompok itu, lalu menghilang setelahnya.
Spirit Great World
Dalam hutan yang luas, sekelompok orang berkumpul, sepertinya sedang bersiap untuk menyambut seseorang.
Ketika sinar muncul di depan mereka, dua orang dan seekor anjing berjalan maju.
Seketika, orang-orang yang berkumpul di depan mereka berlutut, memberikan penghormatan dengan suara mereka yg keras.
"Selamat datang kembali! Yang Mulia!"
"Hm? Kenapa kalian masih disini?" Meski sedikit terkejut, pemuda bernama Yuuto itu bertanya. Menatap dengan dingin pada kelompok tersebut.
"Saya..."
"Baik, aku mengerti...." Potong Yuuto.
Dari wajah dan ekspresi mereka, dia tahu mengenai seluk beluk pikiran mereka.
Mengabaikan orang-orang itu, ia berjalan memasuki gerbang dengan santai. Ia menoleh sedikit ke belakang kemudian berkata, "Aku hanya membunuh beberapa lalat yang mengganggu. Segala sesuatu di luar pekerjaan kalian sama sekali tidak penting. Kembali bekerja!"
"Baik!"
Seru semua orang.
Dengan gerakan secepat angin, mereka pergi meninggalkan tempat itu, menghilang dan menciptakan fatamorgana transparan berupa bayangan.
Secara alami, mereka memahami situasinya. Mereka tahu bahwa ada pertarungan besar di luar pengetahuan mereka. Namun, tidak ada yang benar-benar berani untuk bersikap cukup lancang di depan tuan mereka.
Lagipula, pemuda itu tampak terlalu malas dengan pertanyaan yang akan di lontarkan. Oleh karena itulah mereka sadar bahwa ini bukan waktunya untuk bertanya.
.....
Malam.
Yuuto melihat barang-barang di penyimpanannya dengan ekspresi serius. Duduk termenung di samping jendela dengan cahaya bulan yang menyinarinya.
Jika membicarakan ketenangan, ia lebih suka duduk di bawah sinar rembulan. Setiap kali dia melihat bintang-bintang bersama dengan lingkaran cerah di atas langit, hatinya akan tenang.
Ia tergantung di angkasa tanpa kawatir akan apapun. Karena bulan adalah lambang ketenangan. Itulah sebabnya dia sangat menyukai bulan tidak peduli dimanapun, mereka akan selalu sama. Ini hanyalah kebiasannya sejak kecil.
Lupakan tentang itu.
Setelah dipikir-pikir, ia merasa bahwa inventory itu terlalu kosong, sunyi dan banyak sekali slot yang tidak terisi. Selain Heavenly Great Sword dan set Armor Dewa Naga, ada juga barang-barang yang dijatuhkan oleh Valhalla.
Dan ketika dia membunuh sesuatu, item yang digunakan sudah pasti akan masuk ke penyimpanan. Tapi kenapa begitu sedikit?
Selain itu, ia juga memusnahkan hutan perbatasan seluruhnya beberapa waktu lalu. Dengan jumlah itu, seharusnya ada banyak uang yang masuk ke kantong.
Sayangnya, ia tidak melihat uang itu. Karena ingin tahu, ia pun bertanya pada sistem.
Ding!
[Item target yang di bunuh tidak memenuhi syarat. Sistem telah membuangnya ke Kotak Sampah. Apakah anda ingin mengambilnya kembali?]
"Apa?" Yuuto tertegun sejenak.
'Bahkan jika itu hanyalah nyamuk, itu masih daging. Jadi apa yang kamu harapkan dengan bertanya pada Yang Mulia ini? Sial! Siapa yang menyuruhmu untuk membuangnya? Aku bahkan tidak ingat bahwa kamu memiliki fitur seperti Kotak Sampah. Keluarkan itu sekarang!'
Ding!
[Setelah pemeriksaan, terdapat 18.000.000 item di Kotak Sampah. Sebagian besar diantaranya hanyalah artefak tingkat Low dan Normal. Sisanya merupakan artefak tingkat Rare, Unique dan Legendary dengan jumlah lebih dari 5.000.000]
'Bagaimana bisa kamu katakan tidak memenuhi syarat? Meskipun itu tidak berguna untukku, barang-barang ini cukup berguna bagi semua orang yang ada di benteng. Ambil semuanya!'
Ding!
[Memindahkan item dalam 10 detik....]
[Selesai!]
Ding!
[Setelah pemindaian ulang, sistem telah menemukan 60 Hukum Dunia. Serap atau tidak?]
"Serap!"
Yuuto tidak ragu sedikit pun.
Ini barang bagus, bung!
Saat puluhan garis jaringan energi memasuki tubuhnya, Yuuto mengerutkan kening sesaat dan menutup matanya. Perlahan-lahan, pemandangan baru mulai muncul di kepalanya.
Setelah beberapa waktu, dia membuka matanya dengan tatapan pencerahan.
"Jadi itu alasannya. Sepertinya aku sudah cukup dekat dengan dugaanku. Orang-orang menggunakan Hukum Dunia untuk menciptakan serangan yang jauh lebih dahsyat daripada energi mana."
Gambar-gambar yang disaksikan Yuuto setelah mengkonsumsi 60 Hukum Dunia menunjukkan kepadanya perubahan yang sama sekali baru. Perasaan ini begitu kuat sampai-sampai dia kewalahan karena sukacita.
Dibandingkan mana yang terdiri dari kumpulan energi Roh, Hukum Dunia mengandung Cosmo Energy yang luar biasa besar.
Jika aliran mana adalah sungai yang turun dari gunung, Hukum Dunia dapat dianggap sebagai lautan tanpa batas. Luas dan mendalam.
Pada titik ini, suara serius dari sistem pun terdengar
Ding!
[Selamat kepada Host karena berhasil memahami Hukum Dunia. Satu langkah menuju jalan yang lebih tinggi!]
[Menampilkan status!]
Nama: Hazuki Yuuto
Ras: Manusia [Tidak relevan]
Judul: Reincarnator, Inkarnasi Azathoth, Orang yang Menerima Berkah Dewa Tertinggi, Orang yang di Kutuk Oleh Surga (01/10)
Tier: 10-B || 6-C || 3-A || 2-A || 1-A
Level: Segel pertama (0/10,000,000,000)
Mana: Tak terbatas
Cosmo Energy: Hukum Dunia (60)
Versi sistem: (1.0)
Poin pengalaman: (1,019,000,000/000,000,000,000)
Poin tukar: (502,009,800)
Skill(s) sistem:
«Auto Barrier» LV999,999
«Auto Recovery» LV999,999
«Sky Piercing Cell» LV999,999
«Heavenly Judgment» LV999,999
Main skill(s):
Divinity (C), Chaos Energy (C), Holy Magic (C), Weapon Master (B), Heal (F) Curse Magic (C), Five Elemental Suppression Fist (A) Slapping Heaven and Earth (???)
Special skill(s):
«Gluttony of Belzeebub»
«Sage of the World»
Ultimate skill(s):
«Matter Manipulation»
«Causality Manipulation»
Item:
Pedang abadi «Heavenly Great Sword»
«Armor Dewa Naga»
.....
'Tidak buruk... Seiring waktu, sistem sialan ini memiliki banyak sekali perubahan. Tidak hanya itu, aku mempunyai poin tukar lebih dari 500 juta. Aku ingin tahu berapa banyak barang yang bisa kubeli dengan itu?' Pikir Yuuto seraya tersenyum kecil.
Sayangnya, tidak ada banyak hal yang benar-benar ia inginkan. Kalau mau, Yuuto mampu membuatnya dengan tangannya sendiri hanya dengan membayangkannya.
Artefak dan Senjata? Uang? Kekayaan? Untuk apa itu semua?
Saat ini, ia tidak tertarik untuk menghabiskan poinnya di toko.
Untuk itu, Yuuto lebih suka menggunakannya untuk membeli beberapa camilan seperti Keripik Kentang super pedas, makanan ringan kesukaannya di kehidupan sebelumnya.
Sambil menikmati Keripik Kentang, perhatian Yuuto terkunci pada satu titik, Kesadaran Surga!
Sejak siang tadi, ia telah menyerap Kesadaran Surga, namun demikian, Yuuto masih tidak tahu kegunaannya.
Masalah ini akan sedikit memakan waktu untuk menggali rahasia di dalamnya.
Setelah membuang plastik Keripik Kentang, Yuuto duduk bersila di atas kasur dan memejamkan matanya, mencoba memahami sesuatu yang ada di dalam Kesadaran Surga.
Dengan cepat, 3 hari telah berlalu.
Pagi hari, kelopak mata Yuuto sedikit demi sedikit mulai terangkat.
Selanjutnya, hembusan nafas ringan keluar dari mulutnya. Bersamaan dengan itu, ia memasang wajah tanpa ekspresi.
Mengamati lebih jauh, ada jejak yang mendalam di sepasang matanya yang tajam.
'Hmm... Ini aneh. Kenapa Surga yang sombong dan sombong itu meminta pertolongan? Selain dipenuhi pertumpahan darah dengan mayat yang menggunung, aku tidak dapat menemukan hal lain selain suara itu. Mungkinkah Kehendak Surga ini palsu? Tapi... Bagaimana mungkin?'
Yuuto memacu otaknya dan berpikir keras. Namun, ia tidak dapat menemukan jawaban yang sesuai.
Hanya ini kesimpulan yang mengisi rasa penasarannya;
Alasan mengapa Kehendak Surga yang dia lawan tidak bisa menggunakan kekuatannya sepenuhnya karena perjuangannya yang terkunci dengan Kehendak Surga yang sejati. Jika dia menggunakan lebih banyak kekuatan, dia akan menghadapi pembalasan dari Kehendak Surga yang sejati.
'Sepertinya tindakan pembangkangan Yang Mulia ini secara tidak langsung bermanfaat bagi situasi. Namun, aku bertanya-tanya berapa lama Kehendak Surga dapat terus bertahan? Kupikir itu menjawab semuanya kenapa dia lari di saat-saat terakhir.' Yuuto menghela nafas tanpa daya saat dia menggelengkan kepalanya.
'Tsk tsk tsk... Meskipun aku benar-benar ingin menyelamatkanmu, benar-benar tidak ada yang bisa aku lakukan. Jika kalian memberikan Kesadaran Surga mu secara gratis, mungkin aku akan memikirkannya.'