
#Like, komen, share, vote, wajib rate 5 juga, dan tekan tombol favorite agar tidak ketinggalan notifikasi update, nikmati!
***
"Akhirnya selesai...." Yuuto menurunkan tangannya dan menghela nafas panjang.
Menciptakan benteng ini agak membuatnya sedikit lelah. Bukan lelah secara fisik, melainkan lelah secara mental!
Yuuto benar-benar tidak tahu apa yang harus di tambahkan kali ini. Imajinasinya tidak terlalu bagus. Dan ingatannya tentang bumi agak samar-samar semenjak dia datang ke dunia baru. Dan bahkan, dia secara perlahan melupakan ingatannya sedikit demi sedikit, diganti dengan ingatan di dunia ini.
Paling tidak, benteng ini terlihat sangat keren. Benteng yang sudah setara kota kecil ini tentu saja jauh dari kata mainstream!
Di tambah, dua gunung super besar yang ada di belakangnya menambah kesan yang tak terlukiskan bagi sesiapapun yang melihatnya. Dengan ukuran dan ketinggiannya, gunung ini akan menarik perhatian publik. Tak lama kemudian, tempat itu akan segera menjadi terkenal ke seluruh dunia!
Sayangnya, Yuuto tidak ingin itu terjadi. Dia hanya penasaran apakah dia bisa memanipulasi pegunungan sebelumnya dalam jarak yang cukup jauh. Dan hasilnya, itu cukup efektif.
Berdasarkan penjelasan sistem, Matter Manipulation bisa mengalami penurunan jika jarak target terlalu jauh. Tetapi, jarak yang dimaksud tampaknya bukan satuan meter atau kilometer, tetapi jarak dimensi!
Ini menunjukkan betapa kuatnya Manipulasi Materi itu. Dan, apa yang disebut 'jarak' bisa diminimalisir tergantung kemampuan pengguna! Sementara energi sihir Yuuto mencapai tingkat hingga level tak terbatas, bukankah itu berarti dia bisa memanipulasi apapun selama itu dalam batas kemampuannya?
Dengan pikiran ini, Yuuto langsung memusnahkan kedua gunung besar tersebut dan menggantikannya seperti semula.
Fenomena aneh munculnya dua gunung jumbo yang menembus langit tentunya sudah diketahui oleh publik. Namun, kebingungan bisa telihat di wajah semua orang, hilangnya dua gunung itu menyebabkan banyak orang menjatuhkan rahang mereka ke tanah dengan mata yang hampir terlepas.
Dalam benak mereka, para dewa nampaknya sedang bosan sehingga bermain-main dengan hati semua orang demi mengurangi rasa bosannya.
Setelah ini, legenda tentang gunung kembar raksasa yang misterius akan tercatat dalam sejarah.
.....
"KAMU... KAMU... Sensei! Jawab aku! Apakah kamu benar-benar seorang manusia?!" Yue, yang sejak tadi hampir pingsan di tempat, bertanya dengan ekspresi gila, pikirannya kacau balau karena sejuta pertanyaan.
"Apa yang kamu katakan?" Yuuto mengerutkan kening saat dia menatap Yue dengan bingung, ia pun menjawab dengan sungguh-sungguh, "Tentu saja aku seorang manusia! Kupikir begitu, kurasa..."
Jawaban itu memang meragukan. Sebenarnya, Yuuto juga meragukan dirinya sendiri apakah dia masih manusia normal pada umumnya dengan segudang skill yang tidak masuk akal di lengan bajunya.
Pertanyaan Yue membuatnya sedikit tertekan. Tidak tahu harus bereaksi bagaimana.
"Tidak." Yuuto menepis kata-kata itu dengan acuh tak acuh, dia dengan tegas mengumumkan, "Dewa huh? Aku bukanlah siapapun. Aku adalah aku. Hazuki Yuuto! Dan akan selalu seperti itu tidak peduli bagaimana orang lain melihat."
Yuuto menatap Yue, suaranya penuh percaya diri, memutar matanya dengan malas, "Ini bukanlah penciptaan. Ini hanyalah trik sederhana yang memanfaatkan sains. Dibandingkan dengan eksistensi seperti dewa, aku tidak memiliki cukup kekuatan untuk mengakses kemampuan seperti itu. Saat ini, aku hanya mampu memanipulasinya."
'Kecuali jika segel pertama terbuka, mungkin itu benar-benar terjadi.'
Namun, saat dia baru saja selesai berbicara, dia menyadari bahwa Yue terdiam di tempat dengan ekspresi linglung.
Kejutan ini terlalu besar. Dan bahkan jika dia adalah salah satu ahli teratas di masa lalu, meskipun dia tidak mengerti apa itu sains, dia tahu bahwa itu pasti sesuatu yang luar biasa.
Tentu saja! Siapapun yang belajar ini pasti pingsan mendengar ini. Bahkan jika itu makhluk abadi yang turun ke alam fana, mendengar, dan menyaksikan hal ini, dia pasti akan mencekik Yuuto karena omong kosongnya!
Kemampuan anak ini terlalu berlebihan! Terlalu abnormal! Apakah sihir seperti itu benar-benar ada? Berhenti membual!
.....
Yue akhirnya bangun dari keterkejutannya. Hal pertama yang dia lakukan adalah, mengunci matanya pada dinding besar nan tinggi itu. Dia berjalan selangkah demi selangkah sebelum dengan hati-hati membelai dinding benteng dengan tangannya yang cantik seolah-olah itu akan hancur dengan sedikit kekuatannya.
"Jangan kawatir. Bahkan jika kamu memberikan pukulan penuhmu, itu tidak akan menggoresnya sedikitpun." Yuuto mengingatkan ketika dia melihat tindakan wanita itu yang tampak lucu.
"Humph! Jika aku dalam kondisi terkuatku, aku akan menghancurkannya hanya dengan satu jari!" Yue mendengus kesal dengan ekspresi bangga.
"Baik baik... Aku menyerah." Yuuto mengangkat bahunya dengan ekspresi kekalahan. Untuk menyenangkan perempuan seperti ini, mengalah adalah pilihan yang terbaik.
"Mari masuk." Yuuto memimpin jalan memasuki benteng.
Saat kata-katanya mendarat, gerbang pintu benteng terbuka otomatis. Dan ketika Yuuto, Aki dan Kirasaka Yue memasuki satu langkah pertama di dalam benteng, bendera merah darah besar dikibarkan dan naik dengan megah di puncak kastil utama. Seolah-olah menyambut kedatangan tuan rumahnya!
Hanya ada dua kata raksasa di atas bendera: COLD FIERCEST!
Kata besar ini bersinar dengan emas yang mempesona, dan bahkan orang normal beberapa ratus meter jauhnya akan dapat melihatnya dengan jelas!
"Luar biasa!" Aki menatap kagum pada pemandangan di depan matanya.Sejak dia dilahirkan, ibu dan ayahnya pernah mengajaknya berkeliling hutan, dan mereka sesekali akan naik ke atas gunung menikmati pemandangan.
Namun apa yang ada di depannya saat ini melampaui ekspektasinya!