God System

God System
One vs Many



#Pengen update sehari 2? Mari kita mulai dari yang termudah, setiap kali up tembus 30 like atau lebih, author akan update sekonsisten mungkin. Berlaku sampai karya ini tamat!


***


Bang!


Bang!


Bang!


Beberapa gunung dihancurkan dan tanah di bawahnya dipenuhi retakan yang tak terhitung jumlahnya.


Di atas langit, tiga tali cahaya bergerak-gerak kesana-kemari dengan kecepatan yang luar biasa.


"Haha, apakah hanya itu kemampuan yang kamu miliki?" Astaroth tertawa terbahak-bahak saat dia menangkis serangan Ashur dan juga Aegis.


Meskipun mereka sepakat kalau mereka sama-sama musuh, Astaroth adalah yang terkuat dari mereka. Melawannya dalam duel satu persatu tidak berbeda dengan bunuh diri.


Oleh karena itu, Ashur dan Aegis memutuskan untuk bekerja sama menyingkirkan Astaroth. Tapi sayangnya, itu tidak mudah.


Apakah itu sihir tingkat tinggi maupun serangan fisik, Astaroth dapat dengan mudah menangkisnya dengan Attacking Nihility.


Ashur pun meraung dengan marah, "Jangan terlalu sombong! Makan ini!"


JEDUAR!


Ashur menggunakan salah satu skill terkuatnya, yaitu Heavenly Judgement dengan versi yang di lemahkan.


Bang!


Baut petir jatuh dari langit dengan suara dahsyat, itu secara langsung mengenai Astaroth dengan daya rusak yang tak tertandingi. Detik berikutnya, area seluas ribuan meter telah berubah menjadi ladang abu.


"Sudah kukatakan itu tidak berguna. Mengapa kalian tidak menyerah saja?"


Suara yang santai dan santai terdengar di balik asap. Ashur sangat terguncang setelah melihat ini.


"Sialan! Aku tahu kamu kuat tapi aku tidak berharap kalau kamu akan sampai ke tingkat ini!" Ashur menggigit giginya dengan ekspresi jengkel.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kamu menahan ini? Gate of the Abyss, aktifkan!"


Booom!


Aura Aegis melonjak. Kekuatan gelap yang kental memenuhi kekosongan saat dia melepaskan sejumlah energi tak terbatas ke dalam pintu besar yang muncul di udara.


Ukuran pintu itu sangat besar, setidaknya tidak lebih besar dari sebuah gunung kecil.


Ini adalah gerbang neraka, sebuah gerbang yang menghubungkan antara dunia nyata dengan dunia bawah. Fungsinya untuk memanggil roh-roh yang telah mati.


Krieett...


Gerbang neraka perlahan terbuka. Sesaat setelah Aegis meneriakkan seruan komando, jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya berhamburan keluar seperti tsunami, jumlah mereka yang besar memenuhi seluruh langit dan menghalangi cahaya matahari masuk.


Akibatnya, langit yang awalnya cerah menjadi gelap.


Namun, ekspresi Astaroth tetap tidak berubah. Dia menatap jutaan jiwa tersebut sambil tersenyum kecil, "Tidak buruk. Tapi, apakah kamu yakin bahwa semut-semut ini bisa mengalahkanku?"


Aegis menjawab, "Mereka mungkin tidak bisa mengalahkanmu. Tetapi itu sudah cukup untuk membuatmu tetap sibuk. Namun, kami bisa memanfaatkan selama itu untuk membuat strategi yang paling tepat."


"Begitukah?" Astaroth terkekeh. Dia mengangkat bibirnya sedikit dan berkata, "Menjadi percaya diri itu bagus. Sayangnya, kamu harus mengevaluasi ulang dirimu sendiri sebelum melawanku, produksi mereka!"


Swooosh!


Skill «Duplication Mass Produce», telah aktif. Ini adalah aspek paling menakutkan dari skill yang dimiliki Astaroth.


Dia bisa meniru/membuat ulang kekuatan lawan secara objek maupun subjek. Meskipun beberapa kondisi tidak terpenuhi seperti replikasi "maju" tidak akan berhasil selama tidak ada objek yang di sediakan, Duplication Mass Produce juga memungkinkan pengguna untuk mereplikasi "mundur".


Misalnya, menyebabkan ledakan terjadi dengan mencampurkan komponen lain dari yang ditunjukkan sebelumnya, atau bahkan membuat komponen baru dari awal jika tidak ada. Contoh yang lebih kuat dari ini dapat langsung melanggar hukum fisika atau kenyataan dan memaksa peristiwa yang diinginkan meskipun secara logis tidak mungkin.


Dengan begitu, Astaroth dapat secara langsung menyalin skill Gate of the Abyss itu sendiri, dan bahkan dalam kekuatan penuh tanpa adanya cacat sama sekali.


Pada akhirnya, gerbang neraka yang lain muncul, jutaan jiwa yang sama seperti sebelumnya telah memenuhi seluruh langit, saling berhadap-hadapan satu sama lain dengan musuh.


Selanjutnya, jiwa-jiwa itu memulai pertempuran yang menghancurkan langit. Ini lebih terlihat seperti perang di udara. Kelompok mereka layaknya partikel-partikel yang berhamburan, sangat kacau ketika mereka lalu-lalang disana-sini.


Memang, julukan raja iblis terkuat bukan hanya sekedar gelar. Itulah mengapa kekuatan Astaroth sangat ditakuti oleh orang-orang seangkatannya.


"Baj*ngan tercela! Beraninya kamu menyalin teknikku? Apakah kamu tidak malu sedikitpun?!" Aegis mengutuk karena marah.


Mencuri kemampuan orang lain baginya adalah penghinaan!


"Malu? Kenapa harus malu? Ini demi kacang merah! Majulah jika kamu memang memiliki kekuatan, keluarkan semua yang kamu punya!"


"Kalau begitu, mari kita lihat apakah kamu masih mampu berbicara sombong setelah ini. Nihility Collapse—"


"Tu-tunggu! Apa kau sudah gila?! Dunia ini akan hancur jika kamu menggunakan kemampuan seperti itu! Apakah kamu ingin Yang Mulia memarahimu?!"


Aegis ketakutan setelah mengetahui bahwa Ashur akan habis-habisan. Dia buru-buru menghentikannya sebelum dunia ini musnah jika skill pemusnahan masal tersebut dipakai.


Nihility Collapse juga disebut sebagai "Pemusnahan Total", yang mana pengguna dapat melepaskan energi penghancur yang dapat dikendalikan dengan mana.


Jika itu diaktifkan secara sembarangan, tidak hanya dunia ini akan musnah, beberapa planet tidak akan bisa bertahan dari serangan ini.


Itu sebabnya skill ini sangat berbahaya. Walaupun skill ini adalah skill paling kuat diantara raja iblis, Ashur tetap menempati posisi kedua sebagai raja iblis terkuat.


Hal ini karena Nihility Collapse tidak selalu dapat dipakai dalam kondisi tertentu. Begitu juga dengan jumlah energi yang dibutuhkan. Waktu yang diperlukan untuk mengaktifkannya terlalu lama.


Dan saat dia sementara sedang mengaktifkan skill ini, lawan akan mengambil kesempatan untuk menyerangnya dan dia akan kalah.


"Tidak bisakah kamu menggunakan otakmu dengan benar?! Apakah kamu diciptakan hanya untuk berpikir dengan lututmu?! Kita semua akan mati kalau kamu menggunakannya!"


Bahkan Astaroth kehilangan ketenangannya. Dia sangat takut hanya dengan memikirkan konsekuensi yang terjadi jika Ashur berhasil mengaktifkan skillnya.


Ashur menggaruk pipinya dengan kepala tertunduk malu, "Hehe, aku minta maaf, aku akan menggunakan skill yang lain kalau begitu. Aktifkan mode mengamuk! Perubahan Dewa Perang!"


BOOOM!


Ashur meraung disertai kekuatan besar yang dipenuhi vitalitas. Energi sihirnya meledak dan ruang waktu bergetar ketika kekuatan ini aktif.


Otot-ototnya meluas dan ukuran tubuhnya membesar 2 kali lipat dari biasanya. Bersamaan dengan itu, energi yang membungkus dirinya berubah menjadi satu set armor emas yang mengkilap.


Kain merah panjang yang tergantung di pucuk helm ksatrianya menambah kesan menakjubkan dari transformasi ini.


Dengan pedang di tangan dan penampilannya yang gagah berani, Ashur memancarkan kesan dominasi tak terlukiskan yang mana bisa memaksa orang lain untuk berlutut.


"Akhirnya kamu mulai serius ya? Sebagai apresiasi dari diriku, aku tidak akan mereplikasinya jadi kamu bisa bertarung tanpa kawatir." Kata Astaroth dengan senyum.


"Aku juga akan serius. Jadi bersiaplah untuk dipukuli menjadi babi!" Aegis mengumumkan.


Astaroth membalas dengan nada mencibir, "Aku ingin melihat siapa yang menjadi babi nanti. Majulah!"


Sring!


Aegis merobek kekosongan dan retakan dimensi memunculkan sebuah pedang berwarna gelap. Pedang ini dipenuhi energi yang sangat menjijikkan, kotor dan penuh akan niat membunuh.


Siapapun akan mual hanya dengan sekali melihatnya.


Pedang ini merupakan pedang jenis dua tangan. Jadi ukurannya agak sedikit lebih besar daripada pedang pada umumnya. Selain itu, beratnya juga luar biasa. Namun, pedang yang ada di tangan Aegis ringan dan fleksibel, jadi dia bisa memegangnya hanya dengan satu tangan.