
Sebelum membaca, ingatlah untuk selalu memberikan Like, komen, gift dan vote untuk mendukung author semangat berkarya, nikmati!
***
"Tanpa diduga, bumi memiliki Array dari makhluk yang sangat kuat. Kurasa itu menjelaskan kenapa seranganku tidak berhasil."
Yuuto bergumam pada dirinya sendiri dengan ekspresi serius.
Mendengar kata-katanya, Lord Dog tercengang, "Seberapa kuat itu? Semua orang tahu bahwa Tuan Anjing bisa dengan bebas menginjak sembilan langit hanya dengan satu kaki. Sangat sedikit bagi mereka yang memiliki kekuatan untuk menandingiku."
Yuuto menatap Lord Dog dengan ekspresi jijik, berkata dengan nada mengejek, "Kamu terlalu banyak menipu orang. Dibandingkan dengan dia, kamu seperti semut bahkan jika kekuatanmu kembali. Seorang Dewa Langit Kontemporer yang mampu mengendalikan jutaan atau bahkan milliaran alam semesta, pffft.... Heavenly Monarch? Atau Dewa Surgawi yang tangguh? Sosok seperti mereka akan membuatmu takut sampai mati!"
"Dewa Langit Kontempolel?" Lidah Lord Dog tergelincir.
Meskipun dia tidak senang dipermalukan seperti itu, ini adalah kesempatannya untuk mencari tahu bagaimana cara menembus penghalang levelnya. Sudah sangat lama dia mencari cara untuk itu, namun tidak ada yang berhasil.
Ia juga tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Dengan demikian, Lord Dog menunjukkan ketertarikannya untuk belajar lebih banyak. Demi masa depan yang cerah, tidak masalah bahkan jika orang lain mengejeknya. Dia akan membalasnya suatu hari.
"Apa itu Dewa Langit Kontempolel?"
Yuuto menegaskan kata-katanya dengan wajah muram, "Kontemporer! Kontemporer oke? Tolong ingat itu."
Dia kemudian melanjutkan. Bersikap seperti seorang guru yang bermartabat saat mereka mengajari murid-muridnya, "Setelah tahap Penguasa Surgawi/Heavenly Monarch, seseorang perlu menembus Jembatan Kosmos sebelum sampai ke tahap Immortal Agung/Great Immortal. Jembatan Kosmos adalah jalur yang menyatukan eksistensi dengan Langit dan Bumi. Memungkinkan mereka untuk memahami alam dan kekuatan yang sama sekali baru."
"Di atasnya, masih ada tahap yang jauh lebih tinggi. Itu adalah Immortal King. Yang mana suatu entitas dapat memahami ruang dan waktu, kekuatan hukum dan berbagai macam kekuatan luar biasa yang melampaui imajinasi. Alam semesta luas akan berada di bawah telapak tangan mereka."
"Namun, diatas itu, Dewa Langit Kontemporer akan menjadi lapisan yang benar-benar menakutkan. Mereka bahkan mampu membantai Immortal King yang tak terhitung jumlahnya hanya dengan satu jari mereka. Mereka yang mencapai tingkat ini akan memiliki kekuatan tak terbatas. Secara spesifik, eksistensi di level ini hampir tidak mungkin di bunuh dengan cara normal. Kenapa? Mereka adalah penguasa ruang dan waktu, kausalitas, realitas, dan masih banyak lagi. Dengan menempatkan tubuh asli mereka ke dimensi lain, tidak ada gunanya bahkan jika kamu membunuh avatarnya. Mereka benar-benar eksistensi tak terkalahkan dalam berbagai aspek."
Lord Dog bergidik setelah mendengarnya. Ia tampaknya terlalu meremehkan lapisan tersebut. Dibandingkan dengan Dewa Langit Kontemporer, dia jelas hanya setitik debu di padang pasir.
Lord Dog tiba-tiba merasakan bahwa dirinya terjebak di dalam sumur yang sangat dalam, dingin dan gelap. Itu adalah perasaan tidak berdaya, layaknya katak dalam sumur.
Segera, dia menatap Yuuto dengan tatapan curiga.
"Jangan bertanya tentang seberapa tinggi levelku saat ini. Masih ada dua level di atas lapisan sebelumnya. Dan itu jauh dan jauh lebih menakutkan. Kesenjangan diantara mereka hampir tidak dapat dilihat. Tidak mungkin menggambarkan mereka dengan kata-kata. Di masa depan, kamu akan mengerti."
Lord Dog menatap Yuuto dengan mata kosongnya. Lalu mengangguk sedikit setelah diam beberapa saat.
"Karena kamu mengatakannya seperti itu, kuharap kamu akan menemukan cara agar aku bisa mencapai tingkat itu. Walaupun aku tidak tahu darimana kamu tahu level Tuan Anjing yang sebenarnya, itu tidak penting. Selama aku bisa menerobos, aku akan melewati angin dan badai! Balas dendam anjing ini sudah dekat!"
"Kata yang bagus! Tidak buruk, tidak buruk memang... " Yuuto memuji dengan datar.
"Hah, hah! Berhentilah memujiku. Tuan Anjing ini memang dibesarkan dengan pujian. Kamu membuatku sedikit malu." Lord Dog berkata sambil tersenyum saat dia mengangkat dagunya.
Yuuto yang melihat ini memiliki dorongan untuk membenturkan kepala anjing itu seperti bola pingpong.
Tidak ada hal yang bagus untuk dikatakan saat kamu mulai berbicara dengan seekor anjing. Ketika kamu mencoba untuk memberi sedikit pujian, arogansi mereka akan naik setinggi langit.
Dan Yuuto benar-benar ingin menjatuhkan anjing ini dari langit. Memukulinya dan meludahinya sampai dia menarik kata-katanya lagi.
Yuuto pun memutuskan untuk mengabaikan Lord Dog dan fokus pada antarmuka sistem.
'Kamu bilang menulis fisika dapat menghapus penghalang itu. Tidak bisakah kita melewatinya?'
[.....]
Sistem tidak segera menjawab beberapa saat. Lalu setelah itu, dia pun melanjutkan.
Ding!
[Tidak dapat masuk tanpa izin. Melintasi Array secara paksa akan membutuhkan 100.000.000 poin tukar. Anda yakin?]
'Cukup mahal. Tapi mengingat daya tahannya, kurasa itu sepadan.'
Alasan bumi belum mengalami invasi oleh makhluk-makhluk di luar sana tampaknya karena penghalang itu. Yuuto secara bertahap memahami betapa pentingnya Immortal Array.
Dia tidak ingin mengambil resiko untuk saat ini. Selama itu baik bagi keselamatan keluarganya, Yuuto tidak peduli akan hal lain.
"Gunakan poin tukar untuk melintasi penghalang.'
Yuuto berkomentar dengan santai. Dia sudah mempersiapkan segalanya.
Ding!
[Arahan diterima!]
Ding!
[Berhasil mendapatkan autentikasi. Akses didapatkan!]
Seketika, mereka berdua di tutupi sinar cahaya terang. Itu menyinari mereka ke dalam Immortal Array. Dengan itu, sosok Yuuto dan Tuan Anjing pun menghilang dari sana.
.....
Tokyo, Jepang.
Di kota yang terdiri dari gedung pencakar langit, aura kematian melanda seperti badai topan.
Bangunan-bangunan yang dulu kokoh, kini rata dengan tanah. Asap dan kebakaran ada di mana-mana. Dan orang-orang berlarian tanpa henti dengan panik.
Suasana di kota Tokyo benar-benar suram. Tidak, itu bahkan tidak lagi bisa disebut sebuah kota. Hanya reruntuhan yang dapat dilihat.
.....
Mengalami perubahan di sekitarnya, Yuuto membuka matanya dengan lembut. Jantungnya berdebar kencang saat dia melihat pemandangan.
"Tokyo... Aku kembali."
Aroma ini... Tanah yang akrab ini... Sudah lama sejak dia melihat ini.
Tapi tiba-tiba, bau menyengat menyambar hidung dan tenggorokannya seperti petir, menyebabkan dia batuk karena asap.
Tak lama kemudian, dia menelusuri pemandangan di sekitarnya. Barulah saat itu dia menyadari bahwa ada sesuatu yang salah.
Segera setelah dia melihat kota yang hancur di bawah kakinya, Yuuto tertegun di tempat. Dia agak bingung. Mungkinkah pendaratannya dipilih secara acak? Apakah ini benar-benar bumi yang dia kenal?
Mengambang disana diam-diam, pikiran Yuuto berantakan, bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi.
Kenapa Tokyo hancur?
Kenapa orang-orang berlarian seperti sedang dikejar hantu?
Pertanyaan itu muncul satu persatu di benak Yuuto.
"Bocah sialan, apa kamu yakin kamu tidak salah tempat? Dimana Ayam Goreng ku? Dimana barang-barang luar biasa yang kamu bicarakan? Hanya ada puing-puing batu disini!"
Bahkan Lord Dog kecewa berat. Memelototi Yuuto dengan ekspresi marah.
[Anda sendiri yang menyebabkan bumi hancur. Saat anda mencoba menghancurkan penghalang, seluruh bumi terkena dampaknya. Kekacauan telah menutupi seluruh dunia]
Sama seperti Yuuto yang tenggelam dalam pikirannya, sistem memberitahu situasinya dengan agak tak berdaya.
"....."
Yuuto terdiam setelah mendengar ini.
'Itu tidak seperti aku melakukannya dengan sengaja oke? Pasti ada kesalahpahaman disini...'