
Arc 1 - Awal mula
Beberapa menit telah berlalu setelah penyiksaan yang sangat menyakitkan itu. Dan terlihat Qian yang sedang mengambil nafas agar tenang...
"Hah Hufht... Ha Hufth.."
"Ah! Apa-apaan itu!, Itu sangat menyakitkan sehingga aku berpikir lebih baik mati!" Ucapnya Kesal.
[Ahahah, kau sudah tenang?]
"HAAHH?!! Apa-apaan itu?!!.. Kenapa sangat menyakitkan?!" Tanya nya kesal kepada God System atau yang akan kita panggil seterusnya sebagai "Alice"
[Yah.. Maaf-maaf, Aku juga tidak menyangka akan semenyakitkan itu]
"Tcih! Aku tidak mau lagi mendengarkan perkataan mu lagi!" Balas Qian kesal.
[Alala.. Janganlah kesal begitu, Lagian setelah ini kau akan ku pindahkan ke Dunia lain dan saat kau bangun, Kau akan mengingat ingatan yang kau dapatkan disini]
"Oh ya, Sepertinya ingatan itu belum masuk kedalam otakku" Ucapnya setelah sadar bahwa dia tidak menerima ingatan apapun.
[Jadi, bersiaplah!! Ayo kita ke dunia lain!!]
"Eh?"
Dan tiba-tiba saja Qian langsung dipaksa untuk menutup matanya dan cahaya putih yang sangat terang langsung datang kepadanya.
*Sring..
"Emm... apa?" Ucap Qian setelah melihat langit-langit yang tidak dia kenal.
"Dimana ini?" Ucapnya sambil bangun dari tidurnya dan melihat ruangan yang sangat cocok dengan kata "Kuno".
Terlihat dinding berwarna merah dan disekitarnya terlihat banyak sekali kendi dan meja kayu.
"Apakah ini ada di dunia lain- Akhh!!!" Ucapnya dan setelah itu dia melihat sebuah ingatan.
...---...
Dan didalam ingatan itu terlibat bahwa ada seorang anak yang di buli oleh anak lainnya dan setelah itu ditolong oleh anak perempuan lainnya yang baru datang dan mengusir anak-anak yang membuli anak itu.
"Qian! Apakah kau tidak apa-apa?" Ucapnya.
"Ah.. aku tidak apa-apa" Balas anak itu yang ternyata adalah karakter utama kita.
"Hm! Mengapa mereka bisa dengan santainya membuli mu!" Ucap anak perempuan itu kesal.
"Yah.. itu pasti dikarenakan aku tidak mempunyai [Memorial Armament]" Balas Qian.
"Hm! Memangnya kenapa! Kau kan anak terpintar di keluarga besar kita!" Balas Anak perempuan itu.
"Tapi.. Walaupun aku pintar, itu tidak akan ada apa-apanya dihadapan dunia kultivasi"
"Hm.. Kalau begitu! Aku akan menjadi pedangmu dan kau akan menjadi pemimpin ku!"
"Pemimpin?"
"Ya! Pemimpin!.. Karena kau bisa menyusun siasat dan aku akan memenuhi perintah mu!"
"Tapi.. tetap saja.. Kau pasti akan direkomendasikan ke sekte besar karena bakat mu dan aku tidak akan bisa bersamamu" Balas Qian.
"Ah! Etto... hm.. "
"Yah.. kita menyerah saja.. Aku akan hidup tenang dengan keluar dari keluarga ini dan menjadi pedagang atau apapun itu" Ucap Qian sambil berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan anak perempuan itu.
"Ah..." Ucap Xia yang sudah menyerah..
"Ya.. Sampai nanti.." Balas Xia.
...---...
"AH!!.. Hufht... Hufthh..."
"Apa itu?" Ucapnya setelah melihat seluruh ingatan dari umur nya yang ke 4 sampai umur saat ini, yaitu 16 tahun.
"Jadi.. Aku adalah.."
Didalam ingatan itu dijelaskan bahwa dia bernama Xiao Qian, sama seperti di sebelumnya. Dan dia adalah sampah keluarga yang tidak bisa mewujudkan [Memorial Armament]. Yaitu sebuah wujud fisik dari jiwa seseorang yang dijadikan sebuah senjata.
Dan tidak seperti saat di bumi, Di dunia ini dia merupakan anak yang pintar namun tidak berdaya dalam fisik.
Dia juga adalah salah satu anak dari selir Patriak saat ini, dan ibunya bernama Xiao Ye. Dan dia, adalah anak ke-9 dari 17 bersaudara dari ibu yang berbeda. Dengan bakat sampah tidak seperti saudaranya yang lain.
Dan beberapa tahun lalu, tepatnya 5 tahun lalu. Ibunya telah meninggal dunia dikarenakan bunuh diri, dan dikarenakan surat wasiat dari ibunya yang mengatakan bahwa dia bisa tinggal di keluarga ini selama 5 tahun agar bisa menyiapkan diri dari dunia luar.
Dan hari ini, adalah hari terakhir nya untuk tinggal dalam keluarga ini. Walaupun ini terdengar menyedihkan untuk meninggalkan keluarga besarnya, Namun ini adalah hal yang membahagiakan untuk Qian karena bisa terbebas dari buli an saudara-saudara nya.
*Duak!
"Hey!.. Kau sebaiknya cepat pergi dari sini dasar Sampah!!" Teriak seseorang setelah menendang pintu ruangan itu sampai hancur.
Qian yang melihat itu hanya diam, namun didalam hatinya dia merasakan amarah yang sangat besar dikarenakan telah mengingat ingatan nya sebelumnya. Tetapi, saat ini dia tahu dan paham, bahwa amarah hanya akan membuat nya tidak berakhir dengan baik, dikarenakan itu dia lebih memilih untuk diam dan akan membalas dendam saat dia sudah cukup kuat untuk menghancurkanratakan keluarga nya.
"Baik.. kakak" Balas Qian sambil mengambil tas kecil disampingnya.
"Tcih! Jangan kau panggil aku Kakak!!.. Itu menjijikkan kau tahu!!" Balas lelaki itu.
Lelaki itu bernama Xiao Jie dan merupakan saudara dari Qian dan anak ke-3 dari ibu yang berbeda. Dia mempunyai penampilan dengan rambut panjang hitam dan berwarna mata hijau. Dan mempunyai sifat yang paling buruk diantaranya saudara lainnya.
"Baik..." Balas Qian pelan sambil bangun dan pergi dari ruangan itu.
Dan saat dia keluar, terlihat lah pemandangan yang sama seperti komik-komik china yang menceritakan dunia kultivasi. Dengan banyak bangunan dan pelayan yang berlari untuk bersiap untuk bertugas.
"Heh! Akhirnya sampah itu keluar juga dari keluarga ini!!" Ucap pria A.
"Tcih!! Dasar Aib keluarga!!" Ucap pria B
Qian berpura-pura untuk tidak mendengar hal itu dan terus berjalan dengan sedikit cepat karena sudah tidak ingin mendengar hal itu. Namun saat dia sudah mencapai gerbang untuk keluar dari mansion utama keluarga nya, Terlihatlah Sosok yang sangat cantik namun seperti es.
Sosok itu berambut panjang putih dengan mata berwarna biru muda. Dengan baju putih seperti awan, Dia secantik bulan namun sedingin es. Dia berwajah datar dengan kulit putih nya, dan menatap Qian dengan penuh ketidaksukaan.
"Xia.." Gumam Qian setelah berpapasan dengan gadis itu.
*Wush..
Angin pun berhembus dan saat dia menyadari, Bahwa dia sudah terbebas dari kekang yang disebut "Keluarga". Dan saat ini dia sudah bebas untuk melakukan apapun seperti burung yang dengan senang nya mengepakkan sayapnya menuju langit biru.
"Hufth... Ini adalah.. Langkah awal dari balas dendam ku..!" Ucap Qian.
...---...
...Note: Padahal niatnya pen main² doang, eh malah keterusan buat serius. Yah.. gpp lah.....
...[Please like and comment if you have any suggestions]...