God System

God System
Carles Mengambil Tindakan




***


Ashur terdiam seribu bahasa.


Sebenarnya, dalam hati dia ingin menangis. Ia tidak berpikir bahwa tuan nya yang paling dia hormati akan melakukan tindakan tercela seperti itu.


Lagipula, ia tidak tahu dimana letak kesalahannya. Hanya membicarakan tentang daging manusia rebus dan tamparan melayang kepadanya.


Apa yang sedang terjadi? Pikiran Ashur menjadi bingung. Ia hanya duduk di tanah dan wajahnya linglung memikirkannya.


Seorang demon lord yang bermartabat, dipermalukan tanpa bisa membalas. Siapa yang tidak malu akan hal itu?


Dia kesal, tapi kekesalannya tidak ditujukan untuk Yuuto, melainkan dirinya sendiri karena kecerobohannya. Lain kali, dia bersumpah tidak akan pernah menyinggungnya dan sembarangan berbicara lagi, yang lain hanya bisa menonton dalam simpatik.


Di sisi lain, seseorang takut.


Seolah-olah gelombang ketakutan menerjangnya dengan jenis kekerasan yang akan membuatnya gila.


Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Yuuto.


Namun, bahkan pada jarak ini, dan tanpa menunjukkan niat untuk bertindak, jelas bahwa hidupnya ada di tangannya.


Dia ingin melarikan diri sejak awal jika dia bisa.


Tapi tubuhnya tidak mau mendengarkannya.


Kakinya membeku.


Ketakutan menghalanginya untuk berlari. Ini konyol! Lumina yang bersembunyi dalam jarak aman bersama Carles hanya mengutuk tubuhnya sendiri.


Mereka telah bersembunyi sejak awal. Carles menggunakan skill Invisibility nya untuk menciptakan area Spatio-temporal. Yang memungkinkannya untuk menyembunyikan keberadaan mereka di dimensi lain.


Dan kemudian dia menyadari sesuatu.


Setelah melihat kekuatan yang diperlihatkan Yuuto, ia merasakan jenis ketakutan yang menunjukkan bahwa dunia akan berakhir.


Bersamaan, Carles mulai merasa bingung dengan apa yang dia lakukan.


Pada awalnya, dia hanya ingin melakukan gerakan seminimal mungkin, karena itu terlalu merepotkan baginya. Tapi begitu melihat kawan-kawanya ditangkap dan disiksa seperti itu, dia bangkit dan memutuskan untuk melakukan apa yang dia harus lakukan seperti seharusnya.


Sayangnya, dia harus menunda dan memikirkannya dua kali.


Namun, Lumina yang sekarang mengalami ketakutan yang aneh. Keputusasaan yang tidak dapat dijelaskan mengancam untuk menghancurkannya.


Ketakutan adalah reaksi terhadap bahaya.


Itu adalah reaksi yang menyebabkanmu ingin melarikan diri dari hal yang mengancam keberadaan dirimu. Itu adalah sesuatu yang harus kamu gunakan untuk membantu kelangsungan hidupmu.


Namun, kemampuan Lumina untuk berpikir berada pada titik terendah sepanjang masa. Semua pikiran dan emosinya telah ditimpa oleh rasa takut. Dia tidak tahu lagi harus berbuat apa.


Dia merasa pusing. Pada titik ini, dia telah menyerah dan bertanya-tanya apakah dia menjadi dirinya sendiri lagi. Saat itulah dia mengetahui bahaya apa di depan sana.


Status sistem tidak dapat mengintip setiap keberadaan yang berdiri di depan. Karena semua orang di dunia ini memiliki sistem, Setiap orang yang hadir dapat mengkonfirmasi status dengan berkonsultasi dengan status sistem.


Tentu saja, sistem mereka berbeda dengan sistem milik Yuuto.


.....


"Jika kau menyerang, aku membalas. Satu hal lagi, jika kamu mengatakan apa tujuanmu, aku akan membiarkanmu hidup. Jadi kau bisa lari dengan tenang."


Yuuto menjelaskan kepada Party Tak Terkalahkan.


Tidak ada yang tahu bagaimana dia melakukannya. Yuuto hanya menjentikkan jari, dan nyawa orang itu seketika melayang.


Ketakutan mereka semakin menjadi-jadi lebih daripada sebelumnya. Namun, mereka jelas tidak bodoh. Tidak ada yang mau mati mengenaskan kecuali seseorang cukup bosan hidup untuk melakukan perbuatan tersebut.


"Cukup!"


Pada akhirnya, Carles tidak tahan lagi jadi dia muncul melalui kehampaan di bawah tatapan kaget semua orang.


Tentu saja, dia tetap membiarkan Lumina dan mereka yang tersisa di tempat, saat ini, mereka hanya menonton dari jarak jauh.


Selain itu, Carles berpesan kepada mereka jika dia tidak kembali, mereka harus meninggalkan tempat ini dan memberitahu kepada raja, ia telah memasang mekanisme teleportasi jadi mereka cukup ucapkan "keluar", maka mereka akan diteleportasikan secara otomatis langsung menuju kerajaan.


Lumina dan yang lain pun menonton dari jarak jauh dan berhasil mendapatkan kembali ketenangannya juga. Mereka percaya 100% kepadanya bahwa Carles mungkin bisa membawa pulang mereka kembali.


Carles tidak merasa takut.


Dalam hal ini, dia mungkin bisa melakukan sesuatu tentang situasinya entah bagaimana caranya.


Meskipun rombongan Yuuto terkejut, ia dengan cepat memerintahkan bawahannya agar jangan bertindak gegabah.


Yuuto yang sudah menduga hal ini, dengan tenang berkata, "Yo, kamu akhirnya memutuskan untuk keluar. Namun, aku tidak punya waktu untuk meladenimu. Jika kau mengerti itu, silakan pergi."


Dia sudah tahu keberadaan mereka sejak awal, tapi memilih berpura-pura tidak melihatnya. Ia merasa bahwa orang-orang ini tidak menimbulkan bahaya apapun, dia tidak mempedulikan masalah ini.


"Aku tidak bisa melakukan itu."


Keduanya bertukar kata dengan tenang.


Mereka mengungkapkan kekuatan sejati mereka satu sama lain. Tapi tidak ada pihak yang merasa terancam.


Lumina sangat memercayai Carl. Wajar jika dia berpikir bahwa bocah itu menakutkan karena dia tidak mengerti apa-apa. Tapi bagaimanapun Carles akan melakukan sesuatu tentang itu.


Sampai hari ini, Carl telah mengalahkan berbagai lawan yang tangguh. Kali ini tidak akan berbeda. Lumina percaya bahwa Carles akan menunjukkan cara untuk menyelesaikan situasi ini seperti biasa.


"Kau membunuh teman-temanku meskipun mereka tidak melakukan apapun padamu. Apa kau tidak merasa bersalah?"


"Haruskah aku hanya menonton dan tidak melakukan apa pun pada penyusup mencurigakan, begitu? Tidak dapat membantu." Yuuto memiringkan kepalanya dengan ekspresi polos.


"Aku penasaran. Bagiku itu sangat berlebihan. Itu hanya sudut pandang subjektifmu. Tidak ada bukti kuat. Kau hanya pergi dengan perasaanmu bahwa kau mungkin merasa terancam, jadi kau memutuskan untuk membunuhnya terlebih dahulu. Tapi, itu bukan alasan yang bisa diterima."


"Aku tidak punya niat untuk membuat alasan, dan tentu saja tidak ada niat untuk meyakinkanmu juga. Satu-satunya permintaanku adalah kalian semua pergi. Itu saja." Dahi Yuuto mengerut ketika mengatakan ini.


"Izinkan aku mengulanginya, aku tidak berencana melakukan apa pun jika kau meninggalkanku sendiri… Namun, dengan alur percakapan ini, asal kau tahu saja. Musuhku sudah pasti tidak akan pernah meninggalkanku sendiri. Baik di masa lalu, sekarang, atau masa depan, bahkan dengan alasan konyol mereka, mereka mungkin akan datang terus-terusan jika aku tidak menyelesaikannya sekaligus. Selagi aku masih berpikiran jernih, segera pergi dan jangan pernah kembali lagi."


Pemuda itu memberikan ekspresi gelisah.


Itu adalah ekspresi campuran seolah-olah dia muak atau kesal, tetapi tidak ada ketegangan sama sekali.


Sepertinya dia memiliki kepercayaan diri untuk menangani apa pun yang dimiliki Carles.


"Intinya, aku tidak bisa membiarkanmu hidup lebih lama. Itu kesimpulanku." Carles menanggapi.


"Yah, aku mengerti kenapa kamu berpikir seperti itu. Bahkan kupikir akan buruk membiarkan orang sepertiku hidup." Yuuto tersenyum pahit.


"Benar-benar tenang. Apakah kamu meremehkan kami karena kau pikir bahwa kamu tidak bisa dibunuh?"


Yuuto menjawab tanpa ekspresi, "Aku tidak berpikir bahwa aku tak terkalahkan. Siapapun yang melebihi kekuatanku akan bisa membunuhku."


Carles pun tidak mengatakan apa-apa lagi dan tanpa basa-basi berjalan menuju Yuuto dengan santai. Ia mengabaikan tatapan dingin semua orang.


Tidak hanya itu, Lumina dan seluruh anggota party nya yakin akan kemenangan Carl.