God System

God System
Apakah Kamu Menghinaku?




***


"Tuan, tolong tenang! Kita bisa membicarakan ini baik-baik." Dragonfolk yang lain, setelah ikatan yang mengikat mereka berdua sebelumnya melonggar, ia bergegas maju untuk menghentikannya.


Tali yang mengikat mereka berdua sebelumnya telah melonggar semenjak Bacillius di ambil, memungkinkannya untuk bergerak dengan bebas.


Namun, apa gunanya? Dia masih tidak bisa lari dari orang-orang ini, dia tahu kalau dia tidak mungkin selamat kecuali pihak lain mau berubah pikiran.


Melihat bagaimana Yuuto menggunakan metode luar biasa seperti itu, mengendalikan pergerakan ahli Saint dalam sekejap, ia tidak bisa menahan perasaan jantungnya berdetak dengan cepat.


Bukan dia saja, bahkan yang lain juga memiliki ekspresi yang sama, ingin tahu apa yang akan Yuuto lakukan.


"Berhenti! Jika kamu berani mengambil langkah maju, aku bersumpah bahwa aku akan mencuci dunia ini dengan darah!" Yuuto mengerutkan alisnya dan terkekeh dengan dingin.


Dengan lambaian tangannya, ia dengan mudah merobek ruang di sekitarnya menjadi dua! Sama seperti itu, dia telah menciptakan zona terlarang.


Ketika domain ini tercipta, Lord Dog dan Yue memiliki ekspresi aneh tentang ini. Mereka mencoba melangkah maju dan mendekati Yuuto. Apa yang terjadi selanjutnya membuat duo itu seketika tertegun.


Jarak mereka dengan Yuuto kurang dari 3 meter. Selama mereka melangkahkan kaki beberapa kali lagi, mereka bisa menyentuh Yuuto dengan mudah.


Tetapi, jarak ini telah menjadi jarak antara langit dan bumi. Arti sebenarnya dari jarak yang cukup dekat, namun terpisah jauh!


Dengan sentakan kecil, hancurkan kehampaan.


Ini bukan cerita, dan legenda tidak sepenuhnya omong kosong. Pada saat ini, ini terjadi di depan mata semua orang.


Dragonfolk yang ingin mencoba menghentikannya, menghirup udara dingin. Hanya dengan menilai kemampuan tersebut, keterampilan manusia yang telah mereka remehkan, berubah menjadi gunung besar yang tidak bisa digapai oleh siapapun.


Bahkan anggota Party Tak Terkalahkan hanya diam dalam ketakutan.


Jika dua Dragonfolk itu bergandengan tangan, mereka akan bisa menembus penghalang angkasa ini, itu akan membutuhkan waktu untuk mendidihkan setengah poci teh.


Namun, jika seseorang memperhatikan lebih dalam, orang akan tahu bahwa domain itu memiliki dinding yang berlapis-lapis. Kelihatannya tak terbatas dan dapat diregenerasi sesuka hati.


Jelas, kekuatan Yuuto yang sebenarnya ada di luar pemahaman universal, manusia normal tidak akan mampu memperkirakannya.


Setelah dia memisah ruang, Yuuto berkata,


"Keras kepala juga memiliki batasnya. Ah, jangan kawatir. Bahkan jika kamu tidak ingin berbicara, aku dapat mengoyak pengetahuanmu. Salahkan dirimu sendiri karena memilih jalan yang sulit..."


Yuuto menggunakan tangannya yang lain untuk mencengkeram wajah Bacillius, dan tanpa belas kasihan menguras paksa seluruh isi kepalanya, yang menyebabkan Bacillius berteriak kesakitan.


Setelah sesi ini berakhir, Yuuto pun memproklamatirkan dengan seringai dingin, "Sampaikan pada tuanmu, aku akan membantai mereka semua, mencuci tempat mereka menjadi lautan darah! Sebelum itu terjadi, nikmatilah sisa hidupmu."


Bang!


Kemudian, Dragonfolk itu bergegas menangkapnya. Tetapi pada saat dia menangkap tubuh Bacillius, tubuhnya bergetar hebat. Seolah-olah sepuluh ribu palu telah menghancurkan dadanya.


Slereeek....


Tidak dapat bertahan, dia tersandung berulang kali selama lebih dari 10 langkah, menciptakan lubang besar di bawah kakinya. Dan retakan besar memanjang dari lubang.


Begitu dia mendapatkan kendali atas dirinya, ia memandang Yuuto dengan tatapan kebencian.


Yuuto menanggapinya dengan acuh tak acuh dan berkata, "Pergilah. Jangan biarkan aku melihatmu lagi. Kalau tidak, itu akan menjadi akhir yang cepat bagi dirimu!"


Tanpa basa-basi, dua Dragonfolk yang direduksi sampai ke tingkat paling menyedihkan, buru-buru meninggalkan tempat tersebut, menghilang di kedalaman hutan.


"Nak, apakah kamu yakin ini akan baik-baik saja? Bukankah kamu sedikit terlalu naif?" Lord Dog memperhatikan Yuuto dan memandangnya dengan alis mengerut.


Yuuto menjawab tanpa sedikitpun perubahan ekspresi, "Naif? Apa maksudmu? Ini disebut strategi kau tahu? Jika mereka ingin balas dendam, aku akan menantikannya. Itu akan menyelamatkanku dari banyak masalah. Seperti kata pepatah: akan selalu ada kayu bakar selama bukit yang menghijau tetap ada. Artinya, kamu harus menebang sampai ke akar-akarnya agar bukit hijau yang dimaksud lenyap dan tidak akan pernah tumbuh kembali."


Saat berikutnya, wajahnya tiba-tiba berubah karena malu, berbisik ke telinga Lord Dog saat dia berkata, "Aku belum pernah membunuh siapapun di luar benteng ini. Terutama manusia. Sebenarnya aku agak takut. Tapi karena mereka mencari kematian, bagaimana bisa, aku yang mendirikan tempat ini, membiarkan orang lain menghancurkannya begitu saja? Sebagai tuan, aku harus membiasakan diri. Ragu-ragu sama dengan memperlihatkan punggungmu kepada musuh. Benar kan?"


"Ya." Jawab Lord Dog setuju.


Selanjutnya, Yuuto pun mengalihkan pandangannya ke arah lima orang yang berlutut di tanah dengan tangan terikat ke belakang.


Tatapannya yang tajam membuat seluruh bulu kuduk mereka berdiri, yang lebih lemah sampai terkencing di celananya.


"Tolong jangan bunuh kami! Ampuni saya!" Seseorang memohon sambil menangis. Yang lain mengikuti seraya berlutut meminta belas kasihan.


Sementara itu, Yuuto mengerutkan kening setelah melihat ini.


'Apa yang harus kulakukan pada mereka? Meskipun gerak-gerik mereka mencurigakan, aku tidak melihat kalau mereka memiliki niat buruk. Tapi karena mereka memasuki area benteng, mereka telah melanggar aturan. Membunuh mereka hanya akan mengotori tanganku.'


Yuuto bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Yang Mulia, bagaimana kalau kita merebus mereka? Sudah lama aku tidak mencicipi daging manusia lebih dari 300 tahun." Sahut Ashur dengan air liur yang menetes di ujung bibirnya.


"Hiiiii!!!!" Mereka yang mendengar ini ketakutan dengan ekspresi pucat, bahkan ada yang pingsan disertai busa mulut.


Bam!


Semua orang tiba-tiba tercengang.


Di depan mata publik, Ashur berputar-putar di udara sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Bahkan sebelum dia sadar apa yang baru saja terjadi, Ashur dapat melihat burung-burung berputar di atas kepalanya.


Sementara itu, Yuuto memelototi Ashur dengan ekspresi marah dan berkata,