God System

God System
Arti dari Menjadi Seorang Pembunuh... Omong Kosong!



[Baca doang gak ngasih like]


#BUKANMAEN


***


"AAAAHHH…!!!!"


"KA-KAMU...!"


Ratapan tragis.


Lolongan menakutkan.


Tangisan penderitaan.


Semua suara yang berbeda ini keluar dari mulut Katasuke, membentuk harmonik yang sempurna dan meresap melalui langit.


Dengan rasa sakit yang melonjak di sel*ngkangannya, Katasuke berguling-guling di tanah seperti orang gila. Wajahnya begitu menyedihkan saat dia meratap, seolah-olah dia telah melupakan makna kehidupan.


"Ini terlalu..."


Bahkan sosok misterius yang mengambang di atas langit tertegun. Dia bisa rasakan udara dingin memasuki sel*ngkangannya hanya dengan melihatnya.


Benar-benar binatang buas! Baj*ngan seperti apa yang berani melakukan tindakan berdosa yang bahkan bisa mengguncang fondasi moralitas itu sendiri?


Rui dan sosok misterius itu bergumam dengan putus asa.


Mereka belum pernah melihat metode tercela seperti ini di pertarungan manapun, bahkan seumur hidup!


Tapi sekarang, adegan paling brutal


yang mengganggu keharmonisan dunia dipertontonkan tepat di hadapan mereka. Bagaimana mungkin mereka tidak terkejut setelah semua ini?


Itu pasti sakit!


"Ya ampun, itu hanyalah sedikit hukuman kecil. Dan kau langsung tumbang bahkan sebelum acara utamanya di mulai? Seseorang harus mengatakan bahwa kamu benar-benar tidak berguna!"


Humph! Jadi bagaimana jika kau adalah seorang master tahap Pembentukan Inti? Bahkan jika kamu mencapai tingkat Dewa Surgawi atau lebih tinggi, eksistensi seperti mereka tetaplah semut di mata Yang Mulia!


Yuuto mempermalukan Katasuke baik di luar maupun di dalam.


Dengan stimulasi yang luar biasa itu, Katasuke tidak akan pernah memiliki keturunan.


Satu gerakan untuk menguasai dunia, itulah Crushing Heaven and Earth!


Tidak ada yang bisa lepas dari dampak teknik ini. Benar-benar keterampilan yang tak terkalahkan!


"Kamu iblis! Dimana integritas moral? Dimana sportifitas? Mengapa kamu bisa begitu kejam?" Rui berteriak saat menunjuk-nunjuk Yuuto dengan jarinya. Seluruh tubuhnya bergidik saat dia mundur ketakutan.


"Kejam? Itu hanya kata kosong yang akan diucapkan orang bodoh. Apakah kau tahu apa yang terjadi jika aku tidak melawan? Jika aku terbunuh karena anjing tua itu, apakah kamu berani mengatakan kalimat yang sama? Beruntung sampah ini tidak mati. Kau seharusnya berterima kasih karena aku tidak membunuhnya." Yuuto berkata dengan nada dingin.


Setiap kata-katanya menusuk seperti jarum, menyebabkan Rui tidak memiliki ruang untuk membalas.


Adapun Katasuke, dia hanya bisa memelotinya dengan kebencian.


Mengingat dia seorang master kuat sekalibernya, Katasuke memiliki kehidupan yang benar-benar nyaman. Menikmati uang dan reputasi.


Tapi hari ini, pada saat ini, dia telah jatuh hingga ke titik ekstrem. Sampai-sampai dia hanya bisa hidup di bawah belas kasihan orang lain.


Bagaimana bisa Katasuke yang sombong mentolerir hal ini? Itu terlalu memalukan!


Tapi ketika dia mengingat rasa sakit di bagian bawahnya, Katasuke merintih sekali lagi.


Tiba-tiba,


"Beraninya kalian mengabaikanku?!"


Kekosongan meledak dengan suara yang datang dari langit. Itu dingin dan dingin seperti es.


Berpikir bahwa dia akan diabaikan seolah-olah tidak ada, sosok misterius itu meletus dalam kemarahan.


Yuuto mendongak ke langit dan melihat sosok itu. Detik berikutnya, dia menghela nafas kecewa. Hanya seorang Void Determination yang lain sama sekali tidak penting.


Di bawah, Yuuto mengambil napas dalam-dalam, "Sampah, potong pembicaraan sampah. Aku benar-benar akan menjatuhkanmu hari ini!"


Swuush!


Dalam kehampaan, auranya meledak, membawa kekuatan tak terbatas saat badai berdesir di atas langit.


"Hmph, kurang ajar…!" Sosok misterius tersebut mendengus dingin melihat langkah berani pria ini. Otot-ototnya yang besar itu meluas dengan cepat ketika pedang di lengannya menari-nari di langit. Seolah mengiris kekosongan, itu menyerang ke arah musuh.


Dengan kekuatannya, ia percaya Yuuto hanyalah bocah kemarin sore yang sesumbar tentang arogansinya.


Di sisi lain, Yuuto memelototi pria misterius itu. Dengan beberapa cara yang tidak diketahui, dia tiba-tiba muncul di belakang pria itu bahkan sebelum dia bisa beraksi.


Seperti kilatan petir, Yuuto mengirim tamparan di bagian belakang kepala pria tersebut.


KABOOM!


Seketika, dia yang terkejut dikirim jatuh dan meludahkan darah.


Yuuto yang melihat ini langsung memasuki mode kurang ajar penuh, "Bahkan tidak menahan satu pukulan pun? Menyedihkan! Jika kau seorang pembunuh, pembunuh yang baik dan benar akan mundur jika situasi tidak menguntungkannya. Adapun mengenai misi, seorang pembunuh perlu menyelesaikannya dengan hati-hati, cepat tapi mantap. Mereka tidak akan mempedulikan yang lain selama misi berhasil. Dan jika gagal, mereka akan mundur sesegera mungkin. Itulah arti menjadi seorang Assasin's. Dan kamu? Tch tch tch... F*ck ibumu! Kamu hanya sampah yang terlahir dari sp*rma gagal!"


"Kamu...!" Sosok itu muntah darah setelah mendengar ini. Menyebabkannya terkena stroke berat yang memperparah luka-lukanya.


Mengapa mulut anak ini sangat tajam? Itu menyerang mentalnya tanpa terkecuali. Mengalahkannya hanya dengan satu gerakan adalah satu hal. Namun, orang mana yang mengutuk musuh di saat lawannya sedang sekarat? Sama seperti itu, jika dia menerima lebih banyak penghinaan darinya, dia mungkin akan mati karena marah!


Namun, dia tidak bisa diganggu oleh pihak lain. Itu bukan tujuan awalnya.


Dia memang benar, sebagai seorang Assasin's, ia harus membunuh Rui tidak peduli bagaimanapun caranya.


Melihat Rui, pria misterius yang memakai jubah hitam itu tersenyum menyeramkan sebelum akhirnya melesat kedepan dengan segenap kekuatan yang tersisa.


Sriiiing...!


Mengiris dengan belati tunggal, kekuatan pria misterius itu membengkokkan kekosongan, melengkungkan udara saat ujungnya melesat seperti peluru ke leher Rui.


"Kyaa...!!!" Rui tersentak saat dia berteriak. Dia menutup matanya dengan ekspresi ketakutan akan kematian. Di saat yang sama, dia telah menyerah pada hidupnya ketika belati itu mencapai dirinya.


"HA HA! Misi berhasil!" Pria itu tertawa gila.


Bagi seorang pembunuh, selama tugas di selesaikan, mereka sama sekali tidak takut mati. Dia tahu bahwa dia tidak akan bisa selamat dari monster seperti Yuuto.


Namun, seorang Assasin's memiliki prinsipnya sendiri. Ia tidak keberatan mati di tangan orang yang kuat. Tidak ada keraguan tentang itu.


"Nyali yang besar! Rencanamu tidak buruk. Mencoba membunuh orang lain di bawah hidungku. Mimpi yang luar biasa!"


BAM!


Pria itu tidak punya kesempatan untuk mengutarakan isi pikirannya. Sebuah tamparan yang mengandung kekuatan besar menerbangkan pria tersebut sampai 300 meter.


Lebih banyak darah memercik dari mulutnya.


"Beraninya KAU…!' Setelah bangkit dengan susah payah, pria misterius itu menjadi marah saat dia melesat ke arah Yuuto.


Dia akan mengorbankan semua yang dia miliki dalam satu gerakan ini.


"Waktu bermain sudah habis. Terima ini!"



Sebelum pria itu bisa menyentuh Yuuto, wajahnya berubah saat aksi pembunuhannya terhenti. Wajah jahat itu berubah buram tiba-tiba.


Itu adalah realisasi rasa sakit.


"ARGH…!"


Pada saat itu, rasa sakit yang tak tertahankan naik ke kepalanya. Tangisan yang menghancurkan bumi terdengar dari mulut pria misterius. Lututnya tertekuk di bawah beban, tangannya memegangi sel*ngkangannya.


"Aku adalah pejuang dari Liga Pembunuh! Dan aku tidak takut mati! Mengapa kamu harus menghinaku dengan cara hina seperti ini?!"


Pria misterius tersebut memelototi Yuuto dengan lemah sambil mendidih dengan kejam.


"Ups, maaf! Entah kamu takut atau tidak, kamu masih harus mati!"


Ding … Selamat atas pembunuhan Void Determination!


Ding… Pengalaman +10.000.


Ding... Poin tukar +1.000