
...Thank You For Coming To Read...
...----...
...Arc 4 - Menara Obat...
Beberapa jam setelah Qian mengunjungi Ibu Lia di rumah sakit. Saat ini, Qian sedang berjalan menuju menara obat yang berada di pusat kota untuk membeli pil dan obat untuk dirinya dan obat untuk ibu Lia.
Sesampainya disana, Qian langsung dihadang oleh 2 penjaga yang menjaga pintu masuk dan mereka pun menanyakan tujuan dari Qian.
"Siapa kau?.. Sedang apa kau disini?" Ucap penjaga itu tegas.
"Aku?.. Aku ingin membeli beberapa obat dan pil untukku" Balas Qian dengan lembut.
"Hah??... Bocah sepertimu ingin membeli obat disini? di menara obat?.. Ahahaha lawakan yang sangat lucu!" Ucap penjaga lainnya menertawakan Qian dikarenakan pakaian Qian yang sangat biasa.
*trk!
"emm... Entah kenapa aku mulai merasa kesal dengan kejadian seperti ini..." Gumam Qian yang sedikit kesal.
[Tenanglah... Kau bisa menunjukkan kartu asosiasi dagang kepada mereka]
"Oh... Alice, terimakasih karena sudah memperingatkanku" Gumam Qian yang setelah itu langsung merogoh kantong nya dan ternyata...
"Eh?.. kartu itu dimana?.." Ucap Qian setelah sadar bahwa kartu itu tidak ada dalam kantong nya...
"Ah.... gawat.." Gumamnya.
"HAH?!!.. APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN HAH?!.. PERGI DARI SINI!!!" Teriak penjaga itu mengusir Qian.
"Hush!! Hush!!.." Penjaga itu melambaikan tangan agar Qian pergi.
"Aakhh.... apa yang harus kulakukan.." Gumam Qian panik dan mulai berbalik.
*wush...
Namun, keajaiban terjadi saat Qian sudah menyerah dan ingin pulang untuk mencari kartu itu. Gadis yang pernah ditemuinya saat di toko obat penipuan itu sedang lewat di belakang para penjaga itu dan melihat kearah para penjaga dikarenakan mereka ribut dan berisik.
"Kau...!" Ucapnya sambil menatap Qian.
"Ah....!" Balas Qian yang juga terkejut.
"Kau yang di toko itu kemarin bukan?" Tanya gadis itu sambil menghampiri Qian dan melewati para penjaga itu.
"Ah...! Iya.. Aku ingat!! Kau si... siapa itu namamu?" Balas Qian yang hanya samar-samar mengingat hal kemarin.
"Hmp!.. Aku Lan Sei, Anak dari ketua menara obat!" Balas Lan Sei memberitahukan namanya.
...Note: setelah ini bakal dipanggil "Sei" aja biar gampang....
"O-ohh... Aku ingat, Aku ingat!" Balas Qian hanya samar-samar mengingatnya.
"Hmp!.. Kau pasti tidak mengingatnya... Ya sudah lah..." Balas Sei menyerah dan langsung mengajak Qian masuk kedalam menara obat.
"Ayo!.. Aku akan antar kau langsung ke ayahku jika kau ingin membeli obat" Ajak Sei dan mengajak Qian ke dalam sambil mengabaikan para penjaga itu.
"Ah.. baik" balas Qian dan langsung mengikuti Sei dan menengok sebentar kearah para penjaga itu.
"Hehe.." Ucapnya sambil memperlihatkan wajah sombong ke para penjaga itu dan membuat para penjaga itu merasa sedikit kesal.
"fufu... ini entah kenapa menyenangkan..." Gumam nya senang.
...---...
"Ini Ayahku" Ucap Sei setelah menunjukkan sebuah ruangan yang tertutup dan berada di paling atas menara.
"A-ayahmu pintu?" Tanya Qian sedikit bercanda.
""Ap-!.. Bukanlah!!.. Maksudku ayahku ada didalam ruangan ini , bodoh!" Balas Sei dengan reaksi lucu dan langsung membuka pintunya.
Dan terlihat, Seorang pria tua yang sedikit besar dengan otot dan wajah tegas menengok ke arah Qian yang berada di depan pintu dengan tajamnya. dan ditangannya juga terlihat banyak sekali berkas yang sepertinya sedang di kerjakan diatas meja.
"Kuhhh!!...” Reaksi Qian setelah merasakan aura yang sangat kuat langsung melesat kearahnya setelah ayah Sei menatapnya.
"Siapa dia?" Tanya Ayah Sei dengan nada berat.
"Ah..!, Dia adalah orang ku ceritakan kemarin ayah" Balas Sei sambil menunjukkan wujud Qian.
"Hm?.. Dia?" Balas Ayah Sei yang sedikit tidak percaya.
"hm?... Entah kenapa aku merasakan tatapan yang sangat tidak mengenakkan dari depan!!" Gumam Qian ketakutan dan tanpa sadar langsung memalingkan wajahnya.
[Bersabarlah.. Kau hadapi saja dia]
"Hadapi?!!... Apakah itu artinya aku harus melawannya?!!" Gumam Qian kaget dengan perkataan Alice.
[Tidak... hanya yah.... pokoknya hadapi sajalah!..]
"Kenapa kau berdiam diri seperti itu seperti orang bodoh hah?!!" Ucap Ayah Sei yang sepertinya sedikit kesal dengan perilaku Qian yang penakut.
"A-ah..!.. Maaf!" Balas Qian dan langsung maju kearah Ayah Sei.
"emm.... Sei bilang jika kau bisa memberikan ku beberapa obat dan aku berharap untuk membeli nya.." Ucap Qian yang masih takut entah kenapa.
"Obat?.." Ucap Ayah Sei dan langsung menengok ke arah Sei untuk meminta penjelasan.
"Iya ayah, kan kau ketua dari menara ini, jadi aku membawa... em.. namamu siapa?" Tanya Sei yang masih tidak mengetahui nama Qian.
"Ah... aku belum memberitahukan namaku yah.." Balas Qian yang juga baru ingat.
"Namaku adalah Xia-... ah tidak.. Namaku adalah Shao Qian!" Lanjut Qian yang tadinya ingin memperkenalkan diri dengan nama keluarga ayah nya dan langsung berganti ke nama keluarga ibunya.
[Shao?.. jadi kau mengganti namamu dengan nama keluarga ibumu yah...]
"Ya... aku tidak ingin menggunakan nama keluarga dari keluarga busuk seperti itu!" Gumam Qian dengan tegas.
[Ah... baik..baik..]
"Qian yah... jadi, ayah?" Tanya Sei menanyakan tentang bagaimana usulnya untuk membeli dari ayahnya saja.
"Ah.. Baiklah, Sepertinya kau memang orang baik... Maaf karena memgujimu sebentar" Balas Ayah Sei yang tiba-tiba menjadi lembut.
"Eh?...." Reaksi Qian yang terkejut dan tidak ingin berkata apa-apa lagi.
"Oke, jadi obat atau pil apa yang ingin kau beli?" Tanya Ayah Sei sambil menarik sebuah kertas dan memegang sebuah pensil tinta untuk menulis.0
"emm... apakah akan lama?" Tanya Qian.
"Hm?... Yah itu tergantung dengan apa yang kau pesan" Balas Ayah Sei.
"ohh.. begitu yah..."
Dan setelah itu, Qian langsung menyebutkan obat dan pil yang dibutuhkan nya dan Ayah Sei pun langsung menuliskan nya diatas kertas dan meminta Sei untuk mengantarkan nya ke tempat manager persediaan.
"Emm...Jadi? apakah akan lama?" Tanya Qian kepada Sei.
"Hm.. Sepertinya ini akan lama kecuali obat yang terakhir karena seluruh obat dan pil itu sepertinya sedang kosong dan kami harus membuatnya lagi" Balas Sei dan lanjut berjalan.
"Oh.... untung saja"
"Oh ya! apakah aku bisa memintamu untuk mengambilkan obat yang terakhir itu terlebih dahulu untuk dibawa pulang?" Tanya Qian dengan cepat.
"Langsung bawa pulang?... Boleh, sebentar" Balas Sei.
Dan setelah sampai di tempat persediaan, Sei langsung menunjukkan daftar obat itu kepada manager disana dan sesuai yang diprediksi, bahwa semua obat dan pil kecuali obat terakhir sudah habis dan Qian harus menunggu untuk mengambil obat itu lain hari.
Dan sesuai perkataan Sei, Qian yang meminta untuk mengambil obat terakhir terlebih dahulu langsung di setujui dan Qian pun langsung pamit untuk mengantarkan obat itu untuk Ibu Lia.
...---...
Dan sesampainya disana, Qian langsung memberikan obat itu kepada tabib agar dosisnya sesuai. Dan saat sudah sampai di ruangan Ibu Lia, Qian langsung melihat Lia yang sedang tertidur disamping ibunya.
Dan tabib pun langsung menegakkan tubuh Ibu Lia dan menyuruhnya untuk meminum obat itu. Dan ibu Lia pun langsung mendengarkan perkataan tabib dan langsung meminumnya.
...
Dan setelah beberapa saat, Kondisi Ibu Lia yang sebelumnya pucat, Sekarang telah kembali normal. Dan tabib itu pun langsung meninggalkan Qian di ruangan itu bersama Lia dan Ibu Lia.
"Terimakasih tabib chu!" Ucap Qian.
"Sama-sama" balas tabib chu.
Dan disaat setelah tabib chu keluar dari ruangan itu, Lia pun terbangun dari tidurnya dan langsung melihat Qian yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya tidur.
"Kakak?..." Ucapnya sambil mengucek-ucek matanya dikarenakan baru bangun tidur.
"Hm?.. Kau sudah bangun Lia?... Lihat!" Balas Qian dan setelah itu langsung menunjukkan Ibu Lia yang sudah tidak pucat lagi seperti sebelumnya.
"Ibumu seperti nya akan segera seha-t!!... Apa?!" Ucap Qian yang langsung didekap oleh Lia dikarenakan senang ibunya selamat.
"Hmm... Kau sudah berjuang sangat baik Lia, dan selamat! ibumu sudah sehat..." Ucap Qian lembut sambil mengelus-elus rambut Lia dengan lembut.
"em!.. hiks... huuu... hiks..." Tangis haru dari Lia yang menyembunyikan wajahnya dengan mendekap Qian.
"hmmm....!" Reaksi Qian yang juga ikut senang, dibarengi matahari terbenam yang sangat indah.
...---...
...*Note: Happy Ending Untuk Lia!!🎉🎉...
...Dan Bakal Sd Ending Untuk Sei Besok!!🎉...
...[Please Like And Comment If You Have Any Suggestions**]...