God System

God System
Blossoms Sword Style



Sebelum membaca, ingatlah untuk selalu memberikan Like, komen, gift dan vote untuk mendukung author semangat berkarya, nikmati!


***


"Cukup! Beraninya kalian menyerang ayahku?! Menindas yang lemah, apakah kalian masih laki-laki?! Aku ingin menantangmu! Bahkan jika kau membunuhku, aku tidak takut!" Hazuki Sana mengecam para pria berbaju hitam itu.


"HAHAHAHAHA..."


Mereka yang mendengar pernyataan itu tertawa terbahak-bahak.


Orang ini hanya mencari kematiannya sendiri!


Untuk berpikir bahwa dia akan menantang Tiger Brother sekaligus mereka semua, benar-benar lelucon!


Melihat Hazuki Sana yang menentang mereka, Yuuichirou berteriak karena kawatir, "Sana...!"


"Hanya seorang gadis kecil. Apa yang kamu tahu? Ingin mengalahkan kami? Dengan apa?" Tiger Brother bangkit dengan santai seraya mencibir. Menatap gadis di depannya dengan mata menghina.


Dia melenturkan otot-ototnya, yang akan menyebabkan seseorang terintimidasi hanya dengan melihatnya.


Sana mengangkat pedang kayunya ke depan. Memasuki kewaspadaan penuh.


Itu adalah pedang kendo yang sering dipakai untuk latihan saat dia berada di arena dojo. Ketika dia luang, Sana akan melatih tekniknya sesekali.


Teknik itu diberikan oleh master pemilik dojo tersebut.


Dengan ekspresi garang, Sana menggertakkan giginya saat dia menjawab, "Dengan teknik master pedangku."


"HAHAHAHAHA....!!!"


Semua orang mulai tertawa sekali lagi. Seolah-olah telah mendengar lelucon paling lucu di seluruh dunia.


Teknik master pedang? Benar-benar lelucon sialan!


"Ayo, aku ingin melihat teknik master pedang seperti apa yang kau miliki."


"AKU AKAN MELAWANMU! TAPI JANGAN PERNAH MENGHINA MASTER KU!" Dengan teriakan, Sana melesat menuju Tiger Brother.


"HA HA HA...!!!" Melihat gadis ini yang bahkan tidak bisa mengendalikan emosinya, mereka mulai mengejeknya lagi dan lagi.


Di mata mereka, sampah akan selalu menjadi sampah. Teknik master pedang? Benar-benar lelucon!


"Humph! Karena kamu ingin mati, Ayah ini akan mengabulkan keinginanmu." Melihat Sana yang berlari ke arahnya, Tiger Brother mencengkeram tinjunya dengan memompa darahnya.


Wajah Sana tegas saat dia menggertakkan gigi. Meskipun gaya pedang Blossoms Sword Style sudah pada puncaknya, dia tahu bahwa ia tidak cocok untuk pria itu.


Tapi, lalu apa? Tidak peduli seberapa kuat Tiger Brother, Sana akan mempertaruhkan nyawanya untuk orang ini.


BAM!


Saat pukulan mendarat di dada Sana, energi menyebar dengan keras.


Sebagai gantinya, Tiger Brother menyeringai. Pukulan itu pasti akan merenggut nyawanya.


Tapi pada saat ini, dia terkejut. Meskipun Sana menerima tinju yang menyakitkan, dia masih memegang erat-erat pergelangan tangan Tiger Brother seperti lalat yang tidak tahu tempatnya.


"Humph! Ketahuilah tempatmu!" Tiger Brother berteriak. Untuk berpikir bahwa dia masih berani membalas, sungguh kurang ajar!


"Hehe...!" Sana memelototi pria itu dengan mantap. Setelah menyemburkan seteguk darah segar, dia kemudian tertawa sinis, "Beraninya kau menertawakan teknik master ku. Akan kutunjukkan!"


Tiba-tiba, pedang Sana berayun dengan pola melingkar yang aneh.


'Blossoms Sword Style...'


Meskipun itu adalah langkah sederhana, teknik ini membawa semacam efek misterius, seolah lautan bunga menenggelamkan Tiger Brother di dalamnya. Itu menciptakan ilusi khusus yang menjebak pikiran Tiger Brother.


Dan saat dia tidak bergerak, Sana mengambil kesempatan untuk menyerang.


Melihat situasinya, Tiger Brother terkejut sesaat sebelum dia berteriak dengan marah, "Tercela! Mencoba mempengaruhiku dengan ilusi? Lihat bagaimana aku akan menghancurkanmu!"


Wajah Sana berubah. Dia tidak mengharapkan pihak lain akan sadar secepat itu.


BAM!


"URGH..."


Sana berbaring di tanah. Wajahnya bingung dengan ekspresi tidak percaya.


'Bagaimana dia bisa mengetahuinya? Aku pikir aku telah memahami esensi teknik ini. Master... Maafkan aku karena telah mengecewakanmu...'


"SANA!!!" Yuuichirou berteriak histeris saat dia berlari meraih Sana ke dadanya. Dan kemudian dia menangis. Air matanya yang berharga sebagai seorang ayah menetes ke wajah Sana yang terbaring lemah.


Ini jelas tidak baik. Pasti akan ada tragedi.


"Humph! Sampah! Kau berani mengklaim teknik tercela seperti itu adalah teknik rahasia master pedang? Benar-benar lelucon besar!" Tiger Brother terawa liar.


Mendekam di pelukan ayahnya, Hazuki Sana mencengkeram erat tangannya. Sampah? Bagaimana teknik itu bisa menjadi sampah? Blossoms Sword Style berasal dari master pedang terkenal di kota Tokyo. Salah satu praktisi yang naik menjadi Dewa. Dia merupakan salah satu master pedang terkuat saat itu.


Namun, semenjak dia menghilang, dojo yang dia kelola mengalami penurunan. Selama ratusan tahun, tidak ada yang bisa memahami esensi sejati Blossoms Sword Style.


Namun, orang harus tahu bahwa teknik ini membawa kejayaan tertinggi hanya dengan itu! Bagaimana bisa sebuah teknik yang diturunkan dari Dewa menjadi sampah?


"Mari kita berhenti bermain-main. Melihat duo tidak berguna ini membuatku marah. Pukul dia! Jika dia mati, berikan tubuhnya agar dimakan oleh anjing-anjing!"


"Baik!"


Saat itulah, Sana akhirnya merasakan ketakutan akan kematian. Bersama dengan ayahnya, mereka meringkuk menjadi bola.


Buk! Buk! Buk!


Yuuichirou sebisa mungkin menahan pukulan yang datang, melindungi Sana dengan punggungnya sementara dia terus meludahkan darah.


"AYAH...!!!" Sana melolong sedih.


Mengamati tubuh Yuuichirou yang dipenuhi luka, hatinya bergetar. Hatinya hancur sehancur-hancurnya melihat dia masih bisa tersenyum bahkan dengan luka seperti itu.


"AYAH! TOLONG MINGGIR!!! BIARKAN AKU MENGHAJAR BAJ*NGAN-BAJ*NGAN ITU!" Sana tanpa sadar meneteskan air mata dengan deras. Hidungnya berkedut-kedut saat nafasnya terisak-isak.


"Tidak apa-apa... Aku akan... Melindungimu..." Yuuichirou tersenyum menanggapi. Jawaban itu menyebabkan Sana semakin putus asa.


"Humph! Kita akan lihat berapa lama kau masih bisa bersikap sok. Jika kamu mengakui teknikmu adalah sampah, aku akan mempertimbangkan menyelamatkan nyawamu." Tiger Brother berkata dengan seringai di kejauhan.


Wajah Sana bingung sekarang.


"Cepat dan katakan! Kalau tidak, aku akan memotong kepala ayahmu sampai bersih!" Salah satu pelaku mengancam dengan pisau di tangannya. Mengarahkan ujungnya ke leher Yuuichirou.


Mendengarkan suara massa, hati Sana berantakan saat ini.


"Jangan lakukan! Bukankah kamu menghormatinya seperti orang tuamu sendiri? Jika keterampilan yang telah diwariskan turun temurun dilecehkan, mastermu pasti akan sedih." Yuuichirou menenangkan pikiran Sana dengan senyum lembut.


Ctar!


Sepasang tangan jatuh ke pipinya. Yuuichirou di tampar sampai wajahnya benar-benar membengkak.


"Diam! Siapa yang mengizinkanmu berbicara?" Si pemegang pisau itu memelototinya.


"Itu bukan sampah..."


Tiba-tiba, suara nyaring merembes dari langit di atas.


Semua orang tercengang. Bertanya-tanya apa yang terjadi.


Yuuichirou dan Sana memindahkan pandangannya juga, mencari sumber suara. Ketika mereka melihat ke atas langit, mereka melihat sesosok tubuh mengambang di sana.


Namun, sinar matahari yang menyengat menusuk matanya. Jadi Sana dan Yuuichirou tidak bisa melihat sosok itu dengan benar.


"Blossoms Sword Style adalah keterampilan yang sangat kuat. Jika itu adalah sampah, maka setiap keterampilan lain di dunia ini juga sampah."


Yuuto mengambang di udara. Melihat pemandangan orang yang diintimidasi di bawah, dia tidak bisa tidak mengingat kembali kenangan masa lalu itu...