God System

God System
Chap 5 - Penyerangan Bandit (2)



Arc 2 - Kota Twilight Flowers


Dengan itu, Qian berhasil membuat sebuah perisai energi Qi dan berhasil menahan serangan pria sombong itu. Dan terlihat juga wajah kesal pria itu setelah tahu bahwa serangan nya dapat ditahan oleh seorang bocah.


"TCIH! DASAR BOCAK BR*NGS*K!!!" Teriaknya dan langsung mengangkat lagi pedang besarnya dan sekali lagi mengayunkannya kea arah Qian.


*Wush!


Qian saat itu langsung menghidari serangan itu sambil tetap mempertahankan perisai Qi itu. Dan langsung mengeluarkan Memo'Arm nya dan langsung berlari ke arah pria sombong itu.


*Wush!


Dengan cepat, setelah pria itu melihat Qian berhasil menghindar, Dia langsung mengangkat pedang nya lagi untuk menyerang Qian. Namun, disaat dia sudah mengangkat pedangnya, Qian sudah berada dibelakang pria itu dan langsung menusukkan pedang Colorless nya tepat kearah jantung pria itu.


*Jleb!


"GUHAAKKKHH!!!"


*Buk!


Pria itu langsung jatuh dan mengeluarkan darah dari tubuhnya dan langsung menggenangi sekitarnya.


"Hufhthh... Aku.. Membunuh manusia..." Ucap Qian yang masih tidak percaya bahwa dia sudah membunuh manusia.


"Ah! Paman!" Ucap Qian setelah sadar dari fokus pertarungannya dan langsung menengok ke arah paman itu.


"Apakah kau tidak apa-apa?!" Tanya Qian setelah berlari ke arah paman itu dan mengecek kondisinya.


Dan terlihat bahwa paman itu sudah sangat sekarat dan hampir tidak ada kesempatan untuk hidup. Dan melihat hal itu, Membuat Qian marah pada dirinya sendiri karena sudah dua kali tidak bisa menyelamatkan orang yang sudah menolongnya.


"Hiks... Hiks... Hiks..." Tangisnya, Namun tiba-tiba...


*Tuk *Tuk *Tuk!


Suara tapak kuda terdengar dan terlihat lah para bandit yang sudah datang menuju kearah Qian.


"HEY KALIAN SEMUA!! JARAH SELURUH HARTA YANG ADA DISINI DAN IKAT PARA PENDUDUKNYA!!!" Teriak salah satu bandit yang bisa diasumsikan bahwa dia adalah ketuanya.


"YUHHUUU!!! AYO KITA BERSENANG-SENANG!!!"


"HAHAHAHAHAH!!!"


...---...


"Hey bocah!! ikat dirimu sendiri dan berikan barang berharga mu!!" Ancam Ketua bandit itu.


"..."


Qian tidak menjawab ancaman ketua bandit itu dikarenakan sudah tenggelam dalam kesedihan. Namun, Ketua bandit itu tidak sabaran dan langsung turun dari kudanya dan langsung memegang pundak Qian yang menandakan sudah habis kesabarannya. Tetapi...


*Buk!


Tiba-tiba saja Ketua bandit itu langsung terbanting dan tertidur diatas tanah. Dia tidak tahu apa yang terjadi dan saat dia melihat tangan kanannya, Betapa terkejutnya dia karena tangannya sudah terpelintir.


"AAKKHHHHH SAKIIITTT!!!" Teriaknya kesakitan.


Qian saat itu sudah berada di puncak amarahnya dan dipuncak kesedihannya. Namun disaat itu dia malah diganggu oleh ucapan tidak jelas dari orang yang tidak dia kenal. Dan hal itu membuatnya langsung dengan tanpa sadar mengendalikan seluruh Qi yang berada ditubuhnya dan dipusatkan dalam satu titik.


"HOOIII LEPASKAN TANGANKU!! KAU TIDAK TAHU SIAPA AKU HAAHHH?!! LEPASKAN!!!!" Teriaknya putus asa.


"Entah kenapa... Kau.. Membuat ku sangat kesal..." Ucap Qian dan langsung memanggil Memo'Arm nya dan langsung menusuk jantung ketua bandit itu.


*Jleb!


Namun hal yang tidak disangka terjadi, Pedangnya dihentikan oleh sebuah penghalang dan ketua bandit itu berhasil selamat.


[Mikha.. Itu adalah alat mistik yang bisa melindungi pengguna nya saat keadaan darurat]


"Apa yang harus kulakukan agar bisa membunuhnya?" Tanya Qian dengan nada datar namun menakutkan.


[Hm.. Hancurkan kalung nya dan pasti penghalang itu akan hilang]


"Hmm.. ah.. kalung itu" Ucap Qian dan langsung saja dengan pedang nya dia mengambil kalung itu dan memotong rantai kecil yang menjadi talinya dan akhirnya terputus.


*Crash!!


"E? E? APAAA?!!! KENAPA BISA HANCUR?!!!" Teriak ketua bandit ketakutan.


"Selamat tinggal..." Ucap Qian dan langsung saja menusuk jantung ketua bandit itu dengan Qi yang menyelimuti Pedang nya dikarenakan jika dikira-kira, Ketua bandit itu sudah mencapai tingkat Body Integration.


*Jleb!


...---...


"Ketua!! Kami sudah selesai mengikat sebagian penduduk" Ucap bandit yang datang ke arah Qian, Namun betapa terkejutnya dia, bahwa menemukan ketua nya sudah dibunuh oleh bocah di sebelahnya.


"O, Oi!! Apa yang sudah kau lakukan?!" Ucap Bandit itu.


"O-Oi kalian semua!! Berkumpul!! Ada orang yang sudah membunuh bos kita!!!" Teriaknya memberitahu bandit yang lainnya.


Dan tanpa berlama-lama, Para bandit pun datang dan setelah beberapa menit, Mereka akhirnya mengepung Qian dari segala arah. Dan tanpa berlama-lama, Mereka langsung menyerang Qian dengan sekuat tenaga.


"SERANG!!!"


*Slash!


*Wush!


*Slash!


Serangan demi serangan datang dan Qian berhasil menghindari itu semua dengan memusatkan seluruh Qi nya kepada anggota tubuh yang dia gunakan untuk menghindar. Namun tetap saja, dengan jumlah bandit yang sangat banyak.


Bahkan Qian yang dibantu oleh Alice pun tetap kewalahan. Dan itupun sebelum para bandit itu mengeluarkan teknik beladiri mereka.


*Slash!


*Wush!


*Slash!


Qian semakin terpojok dan akhirnya menggunakan skill yang baru dia pelajari, Yaitu "Sayatan angin biru. Dengan hal itu, dia langsung menyerang bandit yang sedang menyerang nya dan bandit itupun langsung terbelah menjadi dua.


*Slash!


Darah dan organ dalam pun keluar dari bandit itu yang membuat seluruh bandit yang melihat hal itu langsung sedikit ketakutan. Namun, dengan sikap sombong mereka dan pengalaman mereka saat bertarung, Mereka langsung kembali menyerang Qian dengan sekuat tenaga.


*Slash!


*Slash!


*Wush!


Qian pun terluka di bagian tangan dan badan nya, Namun hal itu tidak berdampak dengan serangannya. Namun..


*Buk!


Dia sudah terpojok dan mencapai dinding rumah yang membuatnya tidak bisa menghindari serangan para bandit itu lagi. Namun.. dengan serangan bandit yang mengunakan pedang besar, Qian yang saat itu melihat kesempatan, dia langsung menghindar dan membuat pedang besar itu menghancurkan dinding itu agar dia bisa bergerak bebas.


*Duar!


Qian menggunakan skill "Shape Aura" dan membuat sayatan yang terbuat dari energi Qi dan langsung melukai beberapa bandit sambil melompat.


Namun hal itu malah membuatnya menjadi mudah untuk diserang, Dengan para pemanah dari para bandit langsung menembaki nya dengan anak panah sangat banyak dan meledakkan rumah-rumah.


*Duar!


*Duar!


*Duar!


"Tcih! Aku terpojok!!" Ucap Qian kesal.


"Apakah.. aku bisa menggunakan energi Qi untuk membuat bola-bola Qi yang ditembakkan kearah pemanah itu?" Pikirnya dan langsung mencoba hal itu.


*Wush!


Dan tercipta lah, Bola-bola berwarna biru langsung muncul dihadapan Qian dan Qian yang melihat hal itu berhasil langsung menembakan nya ke arah para bandit. Namun..


*Wush!


*Wush!


*Duar!


Beberapa bola Qi itu tidak tepat sasaran dan malah menghancurkan para rumah warga. Yah.. itu tentu saja dikarenakan ini pertama kalinya dia menggunakan teknik utu.


"Tcih! harusnya aku tidak bolos dalam pelajaran olahraga!!" Ucap Qian kesal.


"HOY!! JANGAN HANYA KABUR KAU!! DASAR PENGECUT!!!" Teriak salah satu bandit yang kesal karena Qian selalu menghindari serangannya.


*Wush! *Wush!


Beberapa bandit lompat ke atap rumah dan bersiap untuk mengepung Qian sekali lagi. Namun Qian sudah memprediksi hal itu dan dia langsung berlari dari atap rumah yang diinjaki nya dan langsung membunuh bandit yang berada diatas sana.


*Guah!!"


"Tcih! Ini tidak ada habisnya!" Ucap Qian kesal setelah melihat jumlah bandit yang tidak berkurang sedikitpun. Dan tiba-tiba saja...


*Wush!


Sebuah bayangan harimau putih langsung menghampirinya dan harimau itu mencoba untuk mencakar Qian. Dan Qian yang tidak menyangka akan hal itu akhirnya terluka dan terjatuh dari atap rumah.


"Guah!!!" Teriak Qian kesakitan.


"Buk!


"Tcih! Ini sakit sekali..."


...---...


...**Note: kok sepi? btw, ini buat, langsung jadi, dan langsung up dan gk di baca ulang dulu, jadi pasti banyak yg salah. (Dan ini buatnya lagi ngantuk, jadi maap..)...


...[Please like and comment if you have any suggestions**]...