
...Thank You For Coming To Read...
...----...
...Arc 4 - Menara Obat...
...~ Serangan Sekte Racun ~...
Beberapa hari kemudian, Qian diberitahu oleh Sei bahwa obat yang dia minta sudah jadi. Dan dia diminta untuk mengambilnya sendiri dikarenakan di menara obat, tidak ada yang namanya jasa pengantaran obat. Dikarenakan itu, saat ini terlihat lah Qian yang sedang berjalan menuju menara obat.
Dan beberapa saat kemudian, Akhirnya Qian sudah sampai di menara obat dan disambut ramah oleh penjaga yang tadinya menghinanya. Namun, hal itu tidak dia pedulikan dan terus berjalan menuju tempat yang diberitahu oleh Sei untuk mengambil obat dan pil nya.
Dan sampailah Qian di suatu ruangan yang sangat besar dengan kumpulan orang yang sedang mengantri dan bersiap untuk memesan obat atau mengambil obat pesanannya. Dan setelah beberapa saat, Akhirnya giliran Qian datang dan Qian pun langsung mengambil obatnya tanpa masalah sekali pun dan langsung ingin pulang dan mencari tempat untuk berkultivasi.
......Namun.......
"Qian!" Panggil seseorang dari atas tangga sambil melambaikan tangan nya kearah Qian.
"Hm!... ah! Hei Sei!" Balas Qian setelah mencari orang yang memanggilnya dan langsung melihat keatas tangga dan menemukan nya.
Sei pun turun dari tangga dan menemui Qian. Dan tentu saja hal itu membuat seluruh orang yang berada di tempat itu terheran kenapa sang anak dari ketua menara obat ini repot-repot datang untuk menemui orang yang keliatan bisa itu?.
Qian yang merasakan tatapan aneh dari sekelilingnya langsung memberitahu Sei untuk mengganti tempat mereka untuk mengobrol dan Sei menyetujui itu dan mengajak Qian ke tempat pribadinya di menara obat dan langsung saja menaiki tangga yang berada di samping.
...---...
Dan setelah beberapa saat, Akhirnya Qian mencapai tempat yang dimaksud oleh Sei dan mereka pun langsung memasuki ruangan itu dan langsung melihat pemandangan indah kota dari atas, apalagi, saat itu adalah saatnya matahari terbenam dan saat-saat terindah untuk dilihat dari tempat itu.
"emm... Qian" Panggil Sei sambil menggenggam tangan Qian dan menatap wajahnya.
"hm?.. ada apa?" balas tanya Qian yang masih tidak sadar akan situasi itu.
"itu... anoo...em...." Sei yang merasa gugup akan yang akan dia katakan dan membuat nya dan Qian menunggu dalam senyap selama beberapa menit.
......Dan.....
"Anoo....! Qian!" Teriak Sei yang masih merasa gugup.
"Y-ya?!" Balas Qian yang tiba-tiba merasa gugup dan kaget saat Sei memanggil namanya.
"A-aku... umm.."
"A-apa?... ehh... apa ini? a-apakah itu?!" Balas Qian yang setelah itu bergumam dan sadar tentang situasi itu.
"a-apakah dia akan menembakku?..." Gumam Qian menduga-duga dan berharap bahwa itu memang yang akan terjadi.
"A-aku... Me-menyuu--"
"Yaaa.....! lanjutkan...." Gumam Qian dalam waktu yang sangat lambat itu, dan...
*DUAR!!!!
"APA?!... LEDAKAN?!!" Teriak kaget Qian yang mendengar suara ledakan yang sangat besar dari arah belakang.
"A-APA YANG TERJADI!!!??" Teriak Sei yang ikut terkejut dan langsung berlari untuk mengetahui apa yang terjadi.
"AYO KITA PERGI KEARAH LEDAKAN ITU!!!!' Teriak Qian mengajak Sei dengan menarik tangan nya.
"A-Ayo!!!" Balas Sei dan langsung mengikuti Qian.
Mereka pun langsung berlari dengan sekuat tenaga untuk pergi menuju sumber ledakan itu. Dan dalan perjalanan itu, Terlihat banyak sekali orang yang panik dan beberapa dari mereka pun mengikuti Qian dan Sei untuk mengecek apa yang terjadi.
Dan setelah beberapa saat, Mereka mengetahui bahwa ternyata tempat yang meledak itu berada di lantai atas, Dan mereka pun langsung pergi kesana dengan sekuat tenaga. Dan setelah sampai...
"A-apa yang terjadi?" Ucap Sei yang tidak percaya akan yang dilihatnya.
Seorang wanita yang mirip dengan Sei namun lebih tua, tergeletak diatas lantai dengan beberapa luka di tubuhnya dan beberapa cairan ungu aneh dan bisa diduga itu adalah racun.
Dan terlihat juga, Seorang anak lelaki berusia sekitar 14 tahun tergeletak diatas lantai dengan pedang menancap di dadanya.
Dan saat mereka melihat kedepan, Beberapa orang dengan tudung berwarna hitam sedang bertarung dengan seseorang yang memegang pedang dan terlihat juga bahwa seseorang itu adalah ayah dari Sei dan dia pun hampir mati dengan banyak sekali luka di tubuhnya.
"Ibu?... Rei?... A-ayah...! A-apa yang terjadi ayah!!?" Teriak Sei tidak percaya dengan yang dilihatnya dan bertanya dengan ayahnya.
"A-ayah!!" Teriak Sei saat melihat seorang dengan tudung hitam menyerang ayahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
*ting!
Ayah Sei menahan serangan itu dan langsung menyerang balik dengan beberapa tebasan pedang yang sangat cepat.
*slash!
[Bantu pak tua itu dan bawa Sei dari sini Mikha!!]
"A-APA?!!!. APA MAKSUDMU?!" Gumam Qian yang terkejut dengan perkataan Alice yang tiba-tiba.
"tcih!!... Hoy!! BOCAH!! BAWA PERGI SEI DARI SINI SEKARANG!!!" Teriak Ayah Sei menyuruh Qian agar membawa pergi sei.
"A-apa Maksudmu?!!" Tanya Qian masih tidak mengerti.
"Hoy! kau mau kemana hah?...." Ucap seorang yang tiba-tiba saja berada di depan Mikha dan bersiap menebasnya.
"Apa?!"
*ting!
Mikha yang dari tadi sudah bersiap dengan memanggil Memo'Arm nya langsung menangkis serangan pisau dari orang itu dan langsung menyerang balik dengan dan membuat orang itu terpental dan terluka.
"Akhhh!!.... Ayo kita pergi Sei!!" Ajak Qian dan langsung menarik tangan Sei dengan cepat.
"Ta-Tapi!!!... Ayah!!" Tolak Sei dan berusaha untuk pergi ketempat ayahnya dan bertarung.
"Tcih!!.." Dan Mikha yang merasa sedikit kesal dikarenakan tidak tahu apa-apa langsung menghalangi Sei dan melototi nya.
"Apa kau mau mati?!!... Ayahmu sudah berkerja keras agar kau hidup!!!" Ucap Qian yang sedikit kesal dan setelah itu langsung menarik dan mengajak Sei agar kabur.
*tap *tap *tap
Qian dan Sei berhasil keluar dari ruangan itu dan berada di lorong sambil berlari untuk keluar dari menara dan meminta bantuan dari pada praktisi yang ada dibawah menara jika mereka mau.
Namun, ternyata musuh tidak hanya ada di ruangan itu. Disaat Qian dan Sei ingin menuruni tangga, Sebuah pisau melesat langsung kearah kaki Qian dan Qian yang tidak menyadari hal itu langsung terjatuh dari tangga dan terguling.
"Akhhh!! Apa itu?!" Ucapnya kesakitan dan langsung melihat beberapa orang dengan tudung hitam terjun dari atas tangga dan bersiap menerkamnya dengan pisau yang dilumuri sesuatu berwarna ungu dan bisa dipastikan bahwa itu adalah racun.
"Guhh!!!"
Qian menghindari serangan pertama dari tudung hitam itu, Namun tudung hitam lainnya juga sudah datang dari atas dan bersiap untuk menyerang Qian. Dan disisi lain, sekumpulan tudung hitam datang dari bawah tangga dan atas tangga yang membuat Sei dan Qian terkepung.
"Guhhh!!! Kita terpojok!!!!"
[Gunakan Qi Control dan buat semacam gelombang kejut yang bisa membuat mereka terpental!!!]
"Apa?!... oke : Shock Wave!!"
Dan seketika seluruh udara dan Qi yang berada disekitar Qian langsung tersentak dan membuat para tudung hitam itu terpental dan salah satu tudung hitam yang menyerang Qian langsung dari atas hanya terkena sedikit efeknya dan Qian yang menyadari hal itu langsung ingin menghindar.
Namun apa daya setelah mengeluarkan energi Qi sebanyak itu membuat Qian kaku untuk menggerakkan tubuhnya. Dan apalagi....
"Guhakk!!!!" Qian terkena serangan pisau itu di samping ketiak nya dan memukul langsung tudung hitam itu menggunakan dan berhasil hampir memotong tubuh tudung hitam menjadi 2 bagian.
Namun tiba-tiba...
"GAHAKK!!!!" Tiba-tiba saja racun dari pelelangan sebelumnya bereaksi dengan racun yang berada di pisau itu dan membuatnya kesulitan bernafas.
Dan disisi lain, Sei mengeluarkan Memo'Arm nya yang ternyata adalah sebuah rapier dan menyerang balik tudung hitam itu walaupun terkena sedikit serangan. Namun Sei ternyata memiliki obat yang berada diantara gigi-gigi nya dan berhasil menetralkan racun itu dan berhasil selamat.
Dan setelah menghabisi hampir semua tudung hitam yang menyerang nya. Tiba-tiba saja dia melihat Qian yang kesakitan dan langsung berlari kearahnya dan membawanya pergi sambil menyerang menggunakan rapiernya kearah tudung hitam itu.
...---...
...Note: anjir, dah masuk adegan seru...
...[Please Like And Comment If You Have Any Suggestions]...