
***
Brak! Brak! Brak!
Seluruh daratan berguncang saat suara langkah kaki menginjak bumi dengan irama yang sama.
Pada titik ini, sejumlah besar pasukan yang tak terhitung jumlahnya berkumpul di perbatasan.
Barisan mereka yang rapi membentuk persegi panjang yang membentang ratusan meter.
Tiap-tiap dari mereka mengenakan peralatan dan persenjataan yang paling lengkap. Dan jika seseorang menganalisa senjata-senjata serta item yang mereka kenakan satu persatu, mereka akan terkejut setengah mati karena itu.
Alasannya adalah, setiap dari mereka memakai item tingkat tertinggi dengan pengguna di atas level 300 sampai 800. Dan 10 dari mereka berada di level 1.500 atau setidaknya tingkat Saint.
Dengan kekuatan seperti ini, mereka telah menjadi legiun tak terkalahkan yang memiliki kemampuan untuk memusnahkan negara besar dengan mudah.
Orang lain tidak akan menemukan pasukan seperti ini di manapun, bahkan di Domain Iblis.
Seluruh anggota legiun tersebut terdiri dari monster dan non-monster. Yang dikelompokkan dalam 3 barisan. Barisan pertama diisi oleh Inferno Golem yang berjumlah 50.000 pasukan, barisan kedua yaitu dipimpin oleh ras aneh yang tampaknya bukan berasal dari dunia ini.
Meskipun mereka tidak tergolong oleh ras manapun, kecakapan tempur mereka sangat kuat, satu dari mereka bahkan bisa menghancurkan beberapa desa kecil.
Dan sekarang, ada 500.000 lebih dari mereka. Siapa yang tahu kerusakan macam apa yang bisa mereka timbulkan?
Di barisan terakhir, ini merupakan legiun paling kuat. Mulai dari Demon, High Demon, Arch Demon, Demon Noble, High Angel, Phoenix, Elf dan Dark Elf, Vampire, serta Void Beast saling bercampur aduk.
Ada total 450.000 dari mereka.
Dan pada saat ini, legiun itu sedang menuju ke tempat yang telah ditentukan.
Ketika orang-orang melihat pasukan ini, mereka layaknya tikus yang dikejar kucing, lari terbirit-birit menyelamatkan diri.
Akhirnya, banyak desa-desa di sekitar menjadi kosong.
.....
Jeder!
Suara pintu yang di dobrak keras terdengar. Seorang pria langsing berwajah bermartabat berlari terengah-engah saat dia berteriak.
"Yang Mulia, ini buruk! Sesuatu telah terjadi!"
Pria gemuk yang duduk di atas singgasana emas yang dikelilingi selusin wanita seketika terkejut. Ekspresinya berubah buruk.
"Andrew, sudah kukatakan bahwa, jika kamu ingin masuk, ketuk pintunya terlebih dahulu.. Apakah kamu ingin dihukum?!"
Pria gemuk ini bernama Gill Fork. Pemimpin kerajaan Antares. Salah satu dari banyaknya kerajaan di benua Timur.
Melihat kelakuan rajanya yg begitu santai, Andrew terdiam. Di saat-saat seperti ini, dia masih punya waktu untuk bermain dengan wanita.
Gill merapikan jubah dan bajunya. Kemudian membuka mulutnya dengan sedikit nada marah, "Katakan. Kenapa kamu begitu tergesa-gesa? Jika kamu tidak memberiku penjelasan yang bagus untuk ini, bersiaplah untuk menerima hukuman!"
"Anda mungkin tidak akan percaya..." Andrew berhenti sejenak sebelum akhirnya melanjutkan, "Pasukan iblis dalam jumlah besar sedang menuju kesini!"
"Apa?!" Gill tersentak. Dia memelototi Andrew saat wajahnya berubah galak, "Apakah kamu sedang bercanda denganku?! Tidak mungkin! Kamu pasti berbohong! Iblis-iblis tidak pernah membuat keributan pada dunia selama lebih dari 500 tahun. Penyerangan terakhir dilakukan 2.000 tahun lalu. Saat itu, penyerangan di pelopori oleh raja iblis pertama. Tapi sekarang, perjanjian telah di buat. Tidak ada alasan bagi mereka untuk melanggar perjanjian itu."
"Ta-tapi Yang Mulia... Mereka kali ini... Benar-benar melakukannya. Jika bukan raja iblis? Siapa lagi?" Andrew menyusut ketika dia berusaha menerangkan.
Gill merenungkan ini sebentar.
"Kerajaan kita dekat dengan perbatasan. Dan kita akan menjadi sasaran pertama jika kelompok itu benar-benar datang kesini."
Entah bagaimana dia mendapatkan kesimpulan ini, seluruh tubuhnya tiba-tiba menegang. Garis-garis gelap muncul di wajahnya ketika dia berkata dengan dingin.
"Sudah kuduga! Ternyata itu kalian dasar organisasi terkutuk!"
"Siapa yang anda maksud?" Andrew bertanya.
"Ancient Beast? Bukankah mereka adalah organisasi netral dari persatuan raja monster dari seluruh dunia? Untuk alasan apa?" Andrew bertanya lagi dengan tatapan ingin tahu.
Gill membalasnya dengan bibir yang mengerucut, "Cih, kenapa kamu melihatku seperti itu? Hanya karena aku memegang semua jalur informasi di kerajaan, bukan berarti aku tahu segalanya! Namun, tidak ada kekuatan lain yang memiliki kemampuan seperti itu selain raja monster. Orang macam apa yang begitu berani menyinggung kekuatan seperti ini?"
"Lalu, apa yang akan anda lakukan?"
Gill menjawab dengan ekspresi serius, "Untuk saat ini. Kita tidak tahu apa tujuan mereka. Namun, akan lebih baik jika kita memiliki tindakan pencegahan. Segera evakuasi warga! Lindungi kerajaan ini dengan cara apapun!"
"Saya mengerti..." Kata Andrew.
.....
Sementara itu, Devil Burial Junggle.
Situasinya tidak terlalu bagus.
Ada kecanggungan yang tak dapat dijelaskan diantara orang-orang ini. Semuanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Nak, apa yang akan kamu lakukan pada mereka?"
Lord Dog akhirnya memutuskan untuk memecah keheningan.
Yuuto menjawab dengan suara pelan, "Terserah. Biarkan mereka pergi. Toh, aku sudah memeriksa pikiran mereka namun tidak dapat menemukan sesuatu yang buruk atau hal-hal negatif lainnya. Artinya mereka bukan orang jahat. Meskipun begitu, aku tidak bisa melepaskan mereka begitu saja. Mari kita bermain." Ucapnya dengan mulut yang sedikit terangkat.
Seluruh anggota Party Tak Terkalahkan meneguk air liurnya mendengar percakapan ini.
Apa yang akan dia lakukan?
Semua orang ingin tahu.
Yuuto pun mengungkapkan senyum kaku yang tidak biasa ketika dia mengatakan ini, "Kalian boleh pergi. Tapi dengan satu syarat."
"Hah?"
Semua orang kecuali Lord Dog tercengang.
Dan seluruh anggota party seketika tertegun.
'Apakah telingaku rusak? Membiarkan kami pergi? Ya Tuhan, kuharap ini bukan mimpi!' Mereka berdoa dalam hati mereka. Namun, pikiran orang-orang ini masih diselimuti pertanyaan.
"Tu-tuan pasti bercanda. Anda memiliki selera humor yang sangat bagus." Kata seseorang dari party tersebut. Tidak percaya atas apa yang dikatakannya.
Bam!
Dia dikirim terbang beberapa langkah dengan satu tamparan, berputar-putar di udara sebelum akhirnya menabrak pohon.
Seluruh rambut mereka yang melihat ini berdiri tegak. Menatap ketakutan ke arah Yuuto dengan ekspresi pucat seperti ayam mati.
"Apakah kamu meragukanku? Jika kamu ingin selamat, berhenti mengatakan omong kosong." Ucap Yuuto tanpa ekspresi.
Ia kemudian menjelaskan, "Syaratnya sederhana. Yang harus kalian lakukan adalah; kamu hanya harus melewati beberapa tes. Jika kamu berhasil lolos, kamu boleh pergi. Tapi jika tidak, kamu akan selamanya bekerja di bawahku. Astaroth-kun, bawa mereka masuk. Layani mereka dengan baik."
"Hamba mengerti..." Astaroth menundukkan kepalanya dengan hormat.
"Tu-tunggu! Kumohon hentikan semua ini... Tolong lepaskan aku!" Salah satu perempuan dari party itu berteriak panik.
Yuuto menanggapinya dengan ekspresi jengkel, "Apakah kamu ingin mencoba telapak tanganku?"
Perempuan itu langsung terdiam. Yang lain hanya bisa mengikuti tanpa daya, tidak ada yang berani menentangnya lagi.
Ketika Yuuto memperhatikan bahwa bawahannya masih disini, ia menyipitkan matanya saat dia berkata dengan tegas, "Apa yang kalian lihat? Kembali bekerja!"
"Si-siap Yang Mulia!"
Mengindahkan perintahnya, mereka pun meninggalkan tempat itu secara serentak dan melaksanakan tugasnya masing-masing.