
Sebelum membaca, ingatlah untuk selalu memberikan Like, komen, gift dan vote untuk mendukung author semangat berkarya, nikmati!
***
"Oi, apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu diam sekarang?" Yuuto datang di depan Kirasaka Yue. Melihatnya berdiri kosong di mana dia berada, dia melambaikan tangannya di depan wajahnya.
Hanya dengan tiba di sini, seluruh tempat sudah terguncang seperti itu. Sadar dari kebingungannya, Yue memandang Yuuto dan merasakan jantungnya berdetak sekali lagi.
"Anu... Aku masih bertanya-tanya. Apakah kamu adalah Dewa Surgawi yang bereinkarnasi menjadi manusia? Awalnya, aku tidak begitu peduli. Tapi sekarang, aku penasaran dengan identitasmu..."
Seluruh tubuh Yuuto menegang setelah mendengar ini. Tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menjawabnya.
"Aku bukanlah Dewa Surgawi. Bahkan jika kamu dapat mengintip masa lalu dan masa depanku, itu tidak ada gunanya. Jika seseorang ada di garis waktu yang normal, mereka akan dapat dilihat melalui Precognition. Tapi aku... Kasusku sedikit berbeda."
Yuuto berhenti sejenak kemudian melanjutkan, "Sederhananya, aku tidak ada di masa lalu maupun masa depan, hanya masa sekarang. Keberadaanku yang saat ini telah meningkat ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan sedikit perubahan, kedua titik itu dapat dihapuskan. Lalu aku akan menjadi titik itu sendiri, titik tunggal di ruang yang sangat luas."
"Apakah hal seperti itu benar-benar ada? Tidak mengherankan jika aku tidak menemukanmu di titik waktu manapun." Yue melebarkan mata tak percaya.
Yuuto menggelengkan kepalanya, "Percaya atau tidak, itu tidak penting. Karena itu bukan tugasmu sebagai orang yang akan menjadi makhluk Abadi. Karena kecerobohanku, aku gagal memperlihatkan manipulasi Probabilitas yang sebenarnya. Aku akan menunjukkan versi sederhananya dengan benar sekarang."
Dengan lambaian tangannya, Yuuto mengaktifkan teleportasi instannya untuk memindahkan Yue dan Lord Dog.
Saat selanjutnya, ketiganya tiba di sebuah tempat yang jauh, jauh dari benteng.
Itu adalah sebuah tempat yang dipenuhi bebatuan, dataran yang tandus, serta kabut tebal menyelimuti sejauh mata memandang. Jika seseorang melihatnya baik-baik, orang akan tahu bahwa ini merupakan tanah yang benar-benar mati.
"Tempat apa ini?" Lord Dog bertanya-tanya.
"Tunggu! Ini bukan Spirit Great World!" Sentakan pikiran membangunkannya dari kebingungan. Yue mengamati sekeliling dan wajahnya berubah drastis.
Ia menggunakan indra persepsinya untuk memastikan lebih jauh, namun ia tidak bisa merasakan hawa keberadaan dunia itu. Auranya sangat berbeda, suram dan mencekam, menyesakkan dan memuakkan.
"Benar. Ini adalah planet lain di galaksi tetangga. Planet ini sudah mati. Kupikir tidak apa-apa jika aku menghancurkan atau memakai kekuatanku tanpa batas." Kata Yuuto dengan nada datar.
"Hah?! Kamu... Apa yang baru saja kamu katakan?!" Yue dan Lord Dog berteriak pada saat yang sama, melotot tajam ke arah Yuuto seolah-olah cukup dekat untuk membuat mata mereka saling bersentuhan.
Tidak ada yang mengira bahkan dalam mimpi terliar mereka bahwa mereka akan berteleportasi sejauh itu, cukup jauh untuk membuat seseorang membutuhkan ribuan tahun untuk kembali ke rumahnya.
Dibandingkan dengan ini, jarak Alam Tiga Dewa tidak ada apa-apanya!
Orang harus tahu jarak tempuh teleportasi sangat bergantung pada energi sihir. Bahkan melintasi 10 meter dalam sekejap akan memakan energi sihir dalam jumlah besar.
Namun, melintasi ratusan ribu tahun cahaya, Yue dan Lord Dog tidak bisa membayangkannya.
"Jangan pedulikan itu. Lihat, ada dua bulan di atas langit. Bulan itu masih berotasi bahkan jika planet ini tidak memiliki gravitasi. Sekarang, aku akan menunjukkan contoh sederhana manipulasi Probabilitas. Kemampuan ini akan sangat berguna dalam pertempuran. Ingat ini baik-baik karena aku hanya akan melakukannya sekali saja."
Yue dan Lord Dog saling memandang, ingin tahu akan apa yang dia lakukan.
Wuuush!
Angin mulai berdesir di kekosongan. Seolah-olah dentuman palu menghantam pikiran mereka, kekuatan besar yang tak terukur tiba-tiba melonjak di ujung jari Yuuto.
Yue dan Lord Dog merasakan darah mereka mendidih hanya dengan melihat itu. Dan bahkan, mereka bisa rasakan tekanan berat hanya dengan melihatnya saja. Yang membuat nafas mereka menjadi tidak stabil.
Dengan itu, mereka melapisi diri mereka masing-masing dengan energi sihir, menghalau tekanan tersebut.
"Ya-ya..." Keduanya menjawab sambil meneguk air liur.
Semakin lama, energi yang terkumpul di ujung jarinya semakin terkonsentrasi, memadat secara eksponensial dengan kepadatan yang luar biasa.
Kemudian, Yuuto mengangkat jarinya ke langit, mengarahkannya ke salah satu bulan yang ada di angkasa.
DUAR!
Dengan santai, energi itu di tembakkan, menghasilkan ledakan yang memekakkan telinga seperti peluru pistol.
SIUT! WUUUSH!
Energi yang di tembakkan itu menyusut, dengan kecepatannya yang hampir mendekati kecepatan cahaya, ujungnya mengerucut seperti panah, memungkinkan hambatan udara semakin menipis dan menambah kecepatannya menjadi lebih cepat.
Sayangnya, saat itu memasuki jarak yang sangat dekat dengan bulan, bahkan hanya berjarak kurang dari 1 meter, itu malah melesat jauh ke luar angkasa.
"Payah! Itu meleset!" Lord Dog mengejeknya dengan nada menghina.
Namun, saat dia ingin mengatakan hinaan yang lebih besar, kata-katanya terhenti di tenggorokan.
BOOOM!!!
Suara 'Booming' yang begitu keras terdengar di atas langit. Seperti teratai yang baru saja mekar, bunga api raksasa menyinari kehampaan. Dengan puing-puing berjatuhan ke segala arah seperti meteor, itu menghantam segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Tidak terkecuali planet yang mereka pijak.
Namun, Yuuto mencegah itu terjadi. Ia menciptakan Force-Field atau penghalang tak terlihat dengan ukuran yang super besar sehingga cukup untuk menutupi seluruh planet, meteor yang jatuh hanya menabrak penghalang sebelum akhirnya hancur setelah ledakan.
"BAGAIMANA MUNGKIN?! BU-BU-BULANNYA... MELEDAK? BUKANKAH SERANGANNYA MELESET?" Lord Dog berteriak dengan linglung saat melihat pemandangan di depannya, bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
Mereka mengira kalau serangan itu telah gagal. Tetapi, entah bagaimana kegagalan itu berubah menjadi keberhasilan.
Yuuto tersenyum kaku saat dia menjawab, "Cara kerjanya sedikit mirip dengan pergeseran ruang dan waktu. Jika bulan itu ada di balok A sementara seranganku ada di balok B, aku hanya harus memindahkannya."
"Contoh lain, jika dalam judi kamu sedang memutar dadu tapi yang keluar angka-angka yang berbeda ketika berputar di atas meja, perkiraan mungkin angka 6-1-3-4 atau 5, hasilnya dapat diubah menjadi angka enam seluruhnya. Ini mirip dengan permainan keberuntungan. Atau, kamu yang mengendalikan keberuntungan itu sendiri, yang secara harfiah tidak mungkin. Namun dengan manipulasi Probabilitas, tidak ada yang namanya tidak mungkin!"
"Meskipun aku memahami beberapa. Lalu bagaimana caranya agar aku bisa memiliki kemampuan seperti itu?" Yue bertanya.
"Judi dengan cara curang untuk mengubah hasil yang sudah ada dapat dianggap manipulasi Probabilitas, karena kemampuan ini sangat bervariasi. Kupikir setiap orang memilikinya secara tidak sadar. Ke tingkat yang lebih tinggi, itu juga bisa dijadikan serangan. Kamu hanya harus terus berlatih, cobalah untuk melempar daun setiap hari dan tumbangkan salah satu tanpa harus mengenainya." Jawab Yuuto dengan ekspresi tenang.
Yue mengeluh ketika wajahnya berubah cemberut, tidak senang dengan perintahnya.
"Menumbangkan pohon tanpa harus mengenainya?! Sensei, ini adalah hal yang paling gila yang pernah aku dengar! Melempar daun? Siapa yang mau melakukan hal konyol seperti itu? Aku tidak mau! Tapi entah kenapa, ini juga sangat menarik!"
"Berhenti mengeluh atau tidak ada lagi yang namanya Spicy Strips." Balas Yuuto tanpa ekspresi.
"...." Yue seketika tertegun setelah mendengar ini. Seolah-olah kata-katanya tersangkut di tenggorokannya.
.....
Sesi tanya jawab:
Menurut logika, mereka tidak bisa bernafas di planet yang sudah mati. Biasanya, planet seperti ini hanya berisi sisa-sisa gas yang berbahaya. Jadi, bagaimana caranya mereka bisa bernafas? Itu seharusnya mudah, komen di kolom komentar!