GAMMATES

GAMMATES
Tesla hamil



Sekolah Mandala Pertiwi


Pagi ini murid IPA A dan B sedang melakukan kegiatan olahraga, siswa IPA A melawan siswa IPA B dalam pertandingan basket.


semua siswi duduk dipinggir mengitari lapangan basket, mereka semua menjadi mengidolakan kaum siswa yang tampan- tampan dan cool. Lebih banyak mengidolakan Gamma yang memang most wanted sekolah Mandala Pertiwi.


Suara riuh pada siswa menyemangati idola mereka saat mendribel bola dan memasukkan kedalam ring. Gamma mencetak skor beberapa kali.


Tesla yang ikut duduk diantara Sonia dan Tania mendadak perutnya mual, gadis itu beranjak dari duduknya dan berlari ke toilet.


"Tes, mau kemana?" Teriak Sonia.


"Toilet!!" Tesla balas berteriak.


Gadis itu berlari dengan cepat kala perutnya semakin tak karuan. Tesla langsung mengeluarkan isi perutnya saat sampai di toilet, cukup lama Tesla mengeluarkan isi perutnya hingga tubuhnya lemas dan pucat seperti tidak ada aliran darah di nadinya.


"Tan si Tesla lama banget perginya." Ucap Sonia yang sedikit khawatir.


"Iya, ya. Mereka aja udah selesai mainnya." Jawab Tania.


Sonia hanya mengangguk. "Kita susul." Tania mengikuti Sonia yang sudah berlari duluan untuk menuju toilet.


Saat kedua gadis itu berlari, mata Gamma tidak sengaja melihatnya.


"Tesla!!"


Sonia dan Tania sontak menjerit saat melihat sahabatnya terkulai lemas di toilet.


Gamma yang mengikuti keduanya sontak mempercepat larinya saat mendengar suara teriakan.


Jantungnya berpacu cepat dengan tubuhnya yang terasa membeku.


"Tolong!!" Teriakan Tania membuat Gamma tersadar.


Pemuda itu langsung tersadar tanganya menyelusup dibawah kaki Tesla, tangan satunya bergerak dibelakang leher Tesla. Gamma mengendong Tesla dan keluar dengan cepat membawa Tesla ke UKS.


Sahabat Gamma sampai tercengang melihat ketua mereka tiba-tiba mengendong Tesla. Jika yang lain terkejut berbeda dengan Dion, Agam dan Celo, mereka memilih mengikuti Gamma seperti dua sahabat Tesla.


Sonia dan Tania sibuk mencari minyak untuk menyadarkan Tesla dari pingsan, setelah menemukanya Gamma lebih dulu merebut sebelum Sonia membantu.


"Kalian keluar saja, biar gue yang nungguin." Ucap Gamma sambil memeberikan aroma minyak kayu putih kehidung Tesla.


"Tap-" Sonia yang tak rela menjadi diam saat tangannya di tarik oleh Agam.


Begitu juga dengan Tania yang ditarik oleh Celo.


Kini hanya Gamma dan Tesla di ruangan itu. Gamma menatap wajah pucat Tesla dengan perasaan campur aduk, matanya memanas melihat kelopak mata Tesla perlahan terbuka.


Tesla menatap wajah Gamma yang menatap, tiba-tiba air matanya menganak sungai.


"Pergi!!"


Tesla memalingkan wajahnya dengan air mata yang mengalir, tangisnya membuat Gamma begitu lemah.


"Maaf." Gamma berkata lirih dengan perasaan campur aduk.


"Kamu jahat!!"


Pagi hari di meja makan Tesla duduk dengan wajah tegang, gadis itu menatap Papa dan Mamanya dengan jantung berdebar kencang.


Lidahnya terasa kelu ketika ingin mengatakan sesuatu, apalagi tatapan Mamanya yang membuatnya bertambah takut.


"Tesla, kenapa tidak makan." Tanya Mama Gina.


Tesla meremat kedua tangannya di bawah meja yang basah karena dingin.


Sedangkan Bayu hanya fokus memakan makanannya, dan hanya melirik Tesla sekilas.


Tesla semakin dirundung rasa ketakutan, dirinya benar-benar akan mati jika mengakui sesuatu. Tapi apa boleh buat dirinya tidak mungkin menyembunyikan semua ini sendiri.


"P-pah T-tesla h-hamil.."


Duh Tesla 🙈