
SMA Mandala Pertiwi
Tesla duduk dengan kedua sahabatnya di kantin sekolah, tiba-tiba saja seorang siswi datang dan langsung menumpahkan segelas jus kepala Tesla membuat gadis itu terkejut dan memekik.
"Woy!! apa-apaan Lo!!" Sonia langsung berdiri dan mendorong bahu siswi yang tersenyum puas tanpa rasa bersalah.
Semua mata yang berada di kantin menoleh kearah sumber keributan, dan mereka mulai bisik-bisik dengan apa yang terjadi.
"Kali ini masalah apa yang membuat ratu bully menyerang mereka." Ucap para siswa yang melihat kejadian itu.
"Entahlah, tanpa masalah pun dia juga suka cari masalah."
Tania membantu membersihkan wajah Tesla dari air jus baju Tesla pun juga ikut basah.
"Lo!!" Siswi itu menunjuk wajah Tesla dengan wajah tidak suka.
"Jauhi Gamma!!"
Hah??
Sonia sampai tak bisa berekspresi mendengar ucapan ratu buli didepanya ini.
"Heh, Lo salah minum obat?!" Sonia kembali mendorong bahu siswi tersebut, dan malah menepis tangannya.
"Lo ngak usah ikut campur, masalahnya sama dia!!"
Tesla memejamkan matanya saat wajahnya di tunjuk.
"Heh, dia sahabat gue be*go!!" Sonia tak kalah keras membentak siswi itu.
"Gue peringati, jangan Lo deketin Gamma kalau Lo mau hidup tenang."
Brak
Siswi itu menggebrak meja dan meninggalkan suasana yang sedikit kacau karena ulahnya.
Sonia yang ingin kembali membalas, di tahan oleh Tesla.
"Udah Son, jagan di ladeni lagi." Cegah Tesla yang tidak ingin semakin membuat suasana panas.
"Tapi dia udah kurang ajar Tes, dia pikir kita takut." Ucap Sonia dengan nada menggebu-gebu.
Sonia terkenal gadis timboy.
"Udah, kita bantu Tesla ke toilet." Tania menengahi keduanya.
Mereka bertiga memilih pergi tidak melanjutkan makan mereka, sudah tidak mood gara-gara pengganggu.
"Sebenernya kalian ada hubungan apa sih?" Sonia berdiri di ambang pintu dengan tangan bersedakep. Sedangkan Tania membantu Tesla membersihkan rambut dan juga bajunya.
"Iya Tes, apa gara-gara saat Lo pingsan waktu itu?" Tania menimpali.
"Entahlah." Jawab Tesla, dirinya belum ingin mengatakan sesuatu pada kedua sahabatnya, takut mereka syok dan menjauhinya.
Saat keluar dari toilet, mereka terkejut melihat Gamma berdiri di samping toilet.
Gamma yang awalnya bersandar langsung berdiri tegak, kedua tangannya Ia masukkan kedalam saku celana dan menatap Tesla seperti memindai.
"Lebih baik Lo jauhi temen gue. Sebelum para permaisuri Lo ngamuk kek banteng." Sonia memang memiliki mulut pedas.
Gamma tidak menggubris pemuda itu mendekati Tesla yang hanya menatapnya datar.
"Lo seharusnya lawan, mereka bukan saingan Lo." Ucap Gamma.
Tania dan Sonia membulatkan kedua matanya saat tangan Gamma dengan lancang menyentuh pipi Tesla, bahkan tangan pemuda itu menyelipkan rambut Tesla kebelakang telinga.
"Son, gue ngak salah liatkan." Tania menyentuh bahu Sonia dan sedikit mengguncang nya.
"Ish, diem Tan-tan, Lo ngak liat gue juga syok." Sonia kesal.
"Gamma." Lirih Tesla yang tidak nyaman diperlakukan Gamma seperti itu, apalagi melihat temanya yang menatap mereka.
Gamma menarik tangannya dan kembali memasukkan ke dalam saku. "Siang nanti pulang bareng, Mama nyuruh kita datang ke butik." Setelah mengatakan itu Gamma pun pergi meninggalkan rasa penasaran kedua sahabat Tesla.
"Tes, kalian ada apa?"
"Tes, Lo berhutang banyak penjelasan."
Tesla pusing sendiri, niat hati ingin bungkam. Tapi Gamma sediri malah membuatnya dalam kesusahan.
LIKE dan KOMEN JANGAN lupa 😘😘