
Tesla duduk di sebuah kursi taman, gadis itu duduk sambil menatap lurus kedepan, dimana ada anak kecil yang sedang bermain bola. Bibirnya melengkungkan senyum saat anak balita itu mengejar bola sampai jatuh dan menangis.
"Lucu." Gumamnya yang merasa terhibur.
"Apanya yang lucu."
Tesla menoleh pada pemuda yang baru saja duduk disebelahnya, bahkan pemuda itu langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Tesla.
"Gamma malu." Bisik Tesla sambil menoleh kanan dan kiri, kalau-kalau ada orang yang melihat mereka dan menjadi gosip.
"Apanya yang lucu?" Tanya Gamma lagi yang belum mendapat balasan, Gamma menatap wajah Tesla dari bawah saat gadis itu juga menatapnya.
"Tidak ada." Jawab Tesla yang gugup.
Memang bukan kali pertama mereka berdekatan intim seperti ini, tapi ini di tempat umum membuat Tesla merasa tidak nyaman.
"Ikut gue!" Gamma langsung mengubah posisinya menjadi berdiri, pemuda itu menggandeng tangan Tesla untuk mengikutinya.
"Mau kemana? aku ngak bisa lama-lama." Ucap Tesla yang sedikit khawatir jika dirinya di bawa Gamma pergi dan akan lama pulang.
"Bawel." Gamma kembali ke mood awal, mungkin dirinya belum terbiasa dengan panggilanya pada Tesla.
Keduanya meninggalkan taman dengan menggunakan motor Gamma, tanpa mereka sadari seseorang telah mengirimkan foto keduanya saat tidak sengaja melihat.
"Mampus Lo!" Gumam orang itu dengan penuh dendam.
Gamma membawa Tesla kesebuah tempat di mana tidak ada orang yang tahu. Sebuah danau dengan pohon besar dan rumah sebuah rumah kayu di atasnya. Tesla yang belum pernah melihat tempat seperti ini melirik pada Gamma saat pemuda itu melepaskan helm.
Selain markas, ini rumah kedua gue yang paling aman." Ucapnya sambil berjalan mendekati tanggal bambu untuk naik ke atas rumah kayu.
"Kamu yang buat ini?" Tanya Tesla yang penasaran.
"Bukan, Gue nemu tempat ini sudah seperti ini, tapi tidak terawat." Gamma sudah sampai di atas, pemuda itu mengulurkan tangannya agar Tesla ikut naik.
"Ngak akan jatuh, meskipun Lo lompat-lompat diatas sini." Balas Gamma santai.
Tesla mecebikkan bibirnya, gadis itu perlahan naik sampai di atas rumah pohon.
Tesla memperhatikan sekitar, ada banyak kertas bergambar tertempel di dinding kayu itu, dan sebuah meja kecil dipojok.
"Kamu sering datang ke sini?" Tanya Tesla yang duduk di samping Gamma.
Mereka menatap kebawah di mana sungai kecil terlihat di sana.
"Hm, sejak belum ketemu Lo." Gamma menatap Tesla sebentar.
Tesla menatap sungai yang airnya tampak jernih, dari atas sana dirinya bisa melihat pemandangan sore.
"Lo suka."
Tesla mengangguk. "Lo boleh datang, tapi sama gue." Balas Gamma yang langsung membuat Tesla menoleh.
"Ish, apaan sih." Tesla membuang wajah saat Gamma menatapnya dengan intens, gadis itu merasa malu.
Gamma menggeser tubuhnya, duduk dibelakang Tesla dan memeluk gadis itu dari belakang.
"Gam-" Suara Tesla teredam saat Gamma menumpukan kepalanya di bahunya.
"Gue mau cerita sesuatu." Bisik Gamma dengan posisi yang masih sama.
Tesla sendiri, memilih diam untuk mendengarkan apa yang Gamma katakan, lebih tepatnya menjadi pendengar bagaimana seorang Gamma Satya Sedayu.
Di tempat yang berbeda, seorang pria tengah tersenyum menyeringai melihat apa yang dia dapatkan, berbeda dengan pria satunya yang hanya diam dengan tatapan penuh kecewa.
"Mereka berhubungan bos!"