
Mendapat kesempatan untuk menyelesaikan sekolah kembali tentu saja membuat Tesla begitu senang. Bukan hanya sekolah bahkan dirinya masih diperbolehkan untuk bekerja, karena Tesla bertekad untuk membalas kebaikan majikannya dengan tenaga.
Hari ini adalah hari pertama dirinya masuk sekolah Panca Bakti. Dimana dirinya sedang berdiri didepan kelas untuk berkenalan.
"Selamat pagi semua, perkenalkan nama saya Tesla." Ucapnya dengan senyum ramah.
Tesla masih berpenampilan seperti biasa, menggunakan kaca mata dan pakaian sedikit longgar.
"Nah sekarang kamu duduk di kursi yang kosong Tesla." Seorang teacher menujuk bangku kosong untuk Tesla duduk.
"Hay, gue Vani." Murid didepan Tesla mengenalkan diri.
"Gue Zizi." Tambah lagi dibelakangnya.
Tesla tersenyum dan menyambut perkenalan dia murid yang cukup ramah padanya.
"Baiklah, sekarang buka halaman 38, kita ulangan."
Huuuuuu
"Lah, kok mendadak kayak tahu bulat digoreng dadakan, kan gue ngak ada persiapan." dumel Zizi dibelakang Tesla.
Sedangkan Vani menjulurkan lidahnya meledek Zizi.
Melihat keduanya Tesla jadi merindukan Tania dan Sonia, dua sahabatnya yang dia tinggalkan.
"Tan ,son aku kangen kalian."
Setelah hampir tiga puluh menit, akhirnya kelas selesai dilanjutkan dengan mapel lainya, Tesla tampak menikmati berada di kelas baru dan beradaptasi.
Meskipun sekolah Panca Bakti tidak unggul seperti Mandala Pertiwi, tapi bagi Tesla sama saja yang penting dirinya bisa kembali belajar.
"Eh, tes gue denger Lo pindahan dari sekolah Mandala Pertiwi?" Tanya Vani saat keduanya duduk di kantin saat jam istirahat.
"Iya, aku pindahan dari sana."
"Wah kenapa Lo pindah, bukanya di sana terkenal dengan cogan nya apalagi ketua geng yang berpengaruh itu." Ucap Zizi lebih bersemangat.
Tesla terdiam sejenak, dirinya memikirkan sesuatu.
"Memang kalian tahu siapa ketua geng mereka?" Tanya Tesla dengan tatapan menyelidik.
"Ya ampun, siapa sih yang nggak tahu murid most wanted dan juga kepala geng Black Tiger, kalau bukan Gamma Satya Sedayu."
Uhuk...uhuk...
Tesla terbatuk-batuk saat menyesap minumannya, tidak di sangka nama Gamma setenar itu meksipun jarak sekolah mereka cukup jauh.
"Pelan-pelan dong Tes, Lo kayak terkejut gitu denger nama Gamma." Ucap Vani yang memperhatikan raut wajah Tesla.
"Em, Ngak kok. Cuma ngak nyangka aja Gamma bisa setenar itu disekolah ini." Gumam Tesla.
Tak lama beberapa rombongan siswa masuk kedalam kantin, semua mata tertuju pada rombongan, terutama mata para murid cewek.
"Gevan sama Gilang aja kalah ganteng sama di Gamma." Celetuk Ziz.
"Ya, awalnya Gilang yang jadi ketua Device, tapi setelah Gevan masuk kesekolah ini Gevan yang megambil alih." Tutur Vani.
"Memangnya Gevan-"
"Dia udah lama ngak sekolah, ngak tahu kenapa dan baru dua bulan Gevan kambali sekolah lagi." Potong Zizi.
Tesla menatap rombongan Gevan dan teman-temannya, hingga saat pandangan matanya mereka bertemu Tesla buru-buru menuduk.
"Tes Lo lihat ini."
Vani menunjukan ponselnya pada Tesla. "Akun Instagram Gamma, gilak pengikutnya sampai jutaan." Vani berdecak kagum.
"Cuma post beginian aja yang like sama komen bejibun." Komentar Zizi.
Tesla tersenyum tipis saat melihat beberapa postingan Gamma dari paling bawah.
Ya Gamma memang semenarik itu, hingga hatinya pun ikut tertarik pada pria yang sudah menghancurkan nya luar dalam. Tapi namanya hati tidak bisa dibohongi, kasih sayang yang tulus dan perhatian Gamma mampu membuat hatinya terpatri pada pria yang sudah menghancurkan hidupnya.
Mata Tesla berhenti saat melihat postingan terakhir Gamma, dua bulan lalu tepatnya.
"My sun is gone, but I'm sure he'll be back and I'll be waiting for him."
Caption yang Gamma tulis, mampu membuat hati Tesla bergetar, ada rasa yang tak tersampaikan hingga membuatnya merasa sesak.
"Hah, gue yakin sih si Gamma udah punya cewek, terakhir dia muncul dua bulan lalu, itupun postingan dia bikin patah hati semua cewek." Gumam Vani.
Tesla hanya bisa diam dengan pikiranya.
Saat akan masuk kedalam kelas tidak sengaja seseorang menabrak bahunya, Tesla yang sedang berjalan sendiri dari toilet menatap orang yang menabraknya.
"Lo Tesla kan, anak Mandala Pertiwi." Ucap pemuda yang menabrak tadi.
Tesla hanya mengerutkan keningnya, hingga matanya membulat saat satu jepretan kamera ponsel mengabadikan wajahnya.
Tanpa menunggu lama orang itu mengirim pesan pada seseorang.
"Gue yakin setelah ini ada angin bahagia dari seseorang." Setelah mengatakan itu pemuda itupun pergi.
Tesla yang ingin marah urung karena melihat pemuda itu sudah pergi.
"Dia siapa? dan siapa yang dia maksud." Gumam Tesla.
Sedangkan di tempat yang berbeda seseorang terseyum bahagia melihat foto yang dikirim salah satu anggotanya.
"Gue bisa liat loe kembali." Gumamnya dengan mata berbinar.
.
.
HALOO sudah dipertengahan tanggal nih, sudahkan kalian ikuti Give Away nya???