
Di dalam ruangan yang dingin, hanya terdengar suara mesin penunjang kehidupan yang terpasang di tubuh seorang pemuda terbujur sekarat.
Sudah dua hari pemuda itu tak sadarkan diri, kehabisan banyak darah membuat kondisi pemuda itu kritis seperti di ambang kematian. Gamma terbujur lemah dalam ruangan yang dingin dan sendiri.
Di balik pintu seorang gadis hanya bisa menatap nanar dari celah kaca kecil di pintu, sebelum tangannya mendorong gagang pintu dan dirinya masuk.
Setiap satu jam jam sekali Tesla menemani pemuda itu meskipun hanya 10 menit waktunya karena tidak bisa lama-lama berada di dalam ruangan itu.
Katakan saja saat ini Gamma sedang koma, Gamma masih betah berada di alam bawah sadarnya yang sepertinya begitu nyaman.
"Hay, aku datang lagi." Bisik Tesla di samping telinga Gamma.
Tangan gadis itu mengusap rambut Gamma lembut.
Tesla menatap Gamma sendu meskipun bibirnya tersenyum.
"Kenapa kamu belum bangun." Gumam Tesla dengan perasaan sesak. "Kamu inget ngak besok tanggal berapa? bukanya kamu pernah janji dengan tanggal besok." Lirih Tesla lagi.
Kedua matanya sudah berkaca-kaca, gadis itu terisak dalam diam.
"Aku menunggu janji kamu Gamma, jika kamu mengingkari maka jangan menyesal dengan apa yang akan aku lakukan."
Tesla menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dirinya menahan sesak yang memenuhi dadanya.
Dan di satu sisi, terlihat jari Gamma yang bergerak halus.
"Bangun atau aku akan membencimu!"
.
.
Tesla keluar dari ruangan Gamma dengan wajah sembab, gadis itu hanya bisa menangis jika mengunjungi Gamma, meskipun hanya sedikit waktu untuk bertemu. Tapi tak ada yang Tesla lewati tanpa air mata.
Gamma adalah satu-satunya orang yang dia miliki setelah ibunya meninggal. Sedangkan papanya entahlah Tesla tidak memikirkannya lagi.
Duduk di kursi tunggu dengan kepala menunduk, tiba-tiba sebuah minuman muncul didepan matanya.
Tesla mendongak dan dilihatnya Sagara yang memberikan dirinya minuman.
"Butuh nutrisi meskipun hanya untuk menangis." Ucap Sagara sambil menyodorkan botol minum.
Sagara duduk di samping Tesla berjarak satu kursi kosong di antara keduanya.
"Tidak perlu di pikirkan, Gamma pemuda yang kuat dia tidak akan menyerah begitu saja." Ucap Sagara sambil menyesap minumannya sendiri.
Tesla hanya bisa diam, tanganya bergerak untuk membuka minuman yang dia pegang.
"Kamu istrirahat saja, kamu masih dalam pemilihan." Sagara menatap Tesla sekilas dan kembali menatap lurus kedepan.
"Tidak apa kak, aku masih ingin di sini." Gumam Tesla sambil menguap.
"Kamu terlihat sangat lelah, jangan di paksa nanti kamu bisa tambah sakit." Sagara kembali meyakinkan.
Beberapa kali Tesla menguap, matanya terasa berat untuk terbuka.
"Tapi-"
Belum sempet Tesla menyelesaikan ucapanya, gadis itu sudah ambruk kesamping membuat Sagara langsung meraihnya.
Sagara langsung membawa Tesla pergi dan setelah beberapa menit pria itu kembali dengan seringai di bibirnya.
Sagara melihat ke sekitar, sepi karena memang jam menunjukan hampir tengah malam.
Degan pelan Sagara masuk keruangan Gamma, pria itu menatap tajam pemuda yang terbaring di atas ranjang dengan alat medis yang menempel di tubuhnya.
Mendekati Gamma, senyum sinis penuh kebencian muncul di wajah Sagara yang terlihat dingin.
"Seharunya gue yang berhak, bukan Lo yang anak ingusan." Ucap Sagara dengan suara penuh penekanan di samping telinga Gamma. "Gue yang berjuang susah payah, tapi Lo yang dapat, heh." Sagara tersenyum miring.
"Sebaiknya Lo pergi lebih cepat, dari pada tersiksa seperti ini."Tatapan Sagara menyusuri tubuh Gamma yang terbaring. "Gue yakin Lo akan jauh lebih bahagia jika lebih cepat sampai ke alam baka." Tatapan Sagara sudah seperti seorang psikopat, tatapan kebencian dan dendam menjadi satu membuat pria itu melakukan hal nekat.
Tangan Sagara perlahan bergerak menuju wajah Gamma, dengan seringai kebencian Sagara igin melepaskan alat pernapasan Gamma.
"Good bay, gue yakin Lo akan jauh lebih bahagia hahaha." Sagara tertawa bahagia melihat tubuh Gamma langsung mengejang.
Dirinya segera berbalik dan ingin pergi, detik kemudian matanya melotot dengan jantung berdebar kencang.
Tinggalkan jejak kalian 😘😘😘