
'Sahh...'
Sah..
Suara menggema di ruang tamu saat geng Black Tiger berteriak serentak mengucapkan kata 'sah'.
Anji dan Deva yang paling semangat dan paling keras suaranya. Keduanya tertawa setelah melakukan aksi yang cukup menarik perhatian orang-orang di ruangan itu. Walupun begitu keduanya tidak ada rasa sungkan karena malam ini adalah malam bahagia untuk ketua sekaligus sahabatnya itu.
Gamma tersenyum dan menyematkan cincin di jari manis Tesla yang hanya menunduk dengan malu.
Bukan hanya malu tapi Tesla juga merasa terharu dengan apa yang Gamma berikan padanya, sebuah mahar yang membuat orang-orang di ruangan itu tercengang.
Sebuah cincin berlian dan tabungan serta deposit yang Gamma miliki semua ia berikan pada Tesla, bahkan Rudy dan Mentari sampai tidak percaya dengan apa yang putranya berikan, setelah semua kartun Gamma diblokir sejak itu Gamma tidak lagi menerima apapun dari papanya, tapi ternyata pemuda itu memiliki cukup banyak uang tanpa mereka ketahui.
"Kalau aku macam-macam kamu bisa mendepak ku, dan aku menjadi pria miskin. Kalau sudah begitu tidak akan ada wanita yang mau dengan pria miskin meksipun aku tampan." Ucap Gamma setelah menyematkan cincin di jari manis Tesla.
Tesla mendelikkan matanya dengan tatapan tak percaya, apalagi orang-orang yang mendengar ucapan Gamma.
Sonia sampai menutup mulutnya mendengar ucapan Gamma, sedangkan Tania senyum-senyum sendiri sambil menatap wajah Celo.
"Romantis ya," Ucap Tania yang hanya mendapat lirikan dari Celo.
Kedua gadis itu tadi sempat terkejut saat para anggota Balck Tiger menjemput mereka dirumah, apalagi saat mendengar kabar Tesla dan Gamma akan menikah.
Ruangan luas itu hanya ada kelurga Gamma dan anggota inti Balck Tiger saja, pak penghulu sudah pulang di antar supir begitu juga dengan saksi-saksi yang lain.
"Kenapa menangis?" Gamma menatap Tesla yang menjatuhkan air matanya, "Cengeng Lo!" Ketus Gamma namun jemarinya mengusap pipi Tesla yang basah.
Tesla mendelik tajam membuat Gamma mecebikkan bibirnya.
"Woylah boss punya bini Lo sekarang!"
Anji dengan berani menepuk pundak Gamma membuat pemuda itu mendesis kesal.
"Cie-cie kalau bobok Udah ngak kedinginan lagi ciee.." Deva menggoda sambil menaik turunkan alisnya yang malah membuat Gamma melempar bantal kursi tepat diwajah Adeva.
"Tes, selamat ya." Tania dan Sonya memeluk Tesla bersamaan membuat Gamma mendengus kesal karena harus duduk bergeser.
"Terima kasih, kalian sudah mau datang." Tesla tak bisa membendung rasa harunya melihat dua sahabatnya yang datang di acara penting dadakan ini.
Bagaimana tidak dadakan jika Gamma langsung meminta ijin kedua orang tuanya saat itu juga setelah mereka bicara. Bahkan Tesla sendiri sempat bingung dengan perayaan Gamma sebelumnya, dan ternyata Gamma langsung minta nikah malam ini meksipun belum secara hukum dan baru secara agama, dan besok baru akan mengurusnya.
"Tentu saja kita datang, Lo sahabat kita." Keduanya kembali berpelukan membuat para pria hanya bisa menghela napas.
"Bos, nanti live streaming ya." Bisik Anji ditelinga Gamma.
"Yakin Lo mau lihat," Balas Gamma degan senyum miring.
Agam, Dion serta Celo hanya mesam mesem, sedangkan Anji mengangguk semangat begitu juga Deva.
"Yang hot ya boss, kualitas HD tinggi," Deva menimpali.
Gamma langsung berdiri dan menarik tangan Tesla paksa, membuat Tesla sedikit terkejut bahkan sampai terhuyung dengan sigap Gamma merangkul bahu Tesla.
Hap
Tanpa ba-bi-bu Gamma langsung menggendong Tesla ala bridal style dan langsung pergi membuat mereka riuh meneriaki Gamma yang tidak berperasaan pada mereka yang jomblo.
"Dahlah, besok gue married." Anji beranjak dari duduknya dengan wajah masam.
Mereka hanya geleng kepala dan ikut beranjak pergi, sini juga mau ngapain, hanya jadi obat nyamuk saja.
Bruk
Gamma menjatuhkan tubuh Tesla ditengah-tengah ranjang membuat Tesla sedikit panik.
Gamma berlalu menuju pintu, Tesla pikir pria itu akan kembali turun untuk bertemu temanya, tapi ternyata Tesla salah. Gamma malah menutup pintu kamar dan,
Klek
Menguncinya.
Tesla sudah ketar ketir meskipun ini bukan yang pertama, tapi ini mereka saling sadar, apalagi melihat Gamma yang sudah bersiap melepaskan pakaiannya dan hanya tinggal boxer saja.
"Gam, dingin tidur gak pakai baju." Cicit Tesla dengan wajah panik melihat Gamma merangkak keatas ranjang.
"Ada kamu yang bisa angetin kalau dingin," Ucap Gamma dengan tatapan mesyum.
Tesla semakin menciut saat wajah Gamma sudah dekat dengan wajahnya.
Detik kemudian, Gamma menatap kesekeliling kamar dengan wajah aneh membuat Tesla yang gugup menjadi bingung.
"Kenapa?" Tanya Tesla yang penasaran.
Gamma seperti orang yang sedang mencari sesuatu di kamarnya sendiri.
"Kira-kira kamar ini peredam suaranya masih bagus atau tidak?"
Gamma menatap wajah Tesla yang bingung.
"Kenapa?" Kedua kali Tesla bertanya.
"Takut kalau kamu jerit kenceng karena ukuran 20centi milikku." Bisik Gamma degan suara deep voice yang membuat seluruh tubuh Tesla merinding.
Bugh
Bugh
Plak
"Gamma!! akkhh shh.."
Dan terjadilah perang diatas rajang, dimana Tesla benar-benar menjerit setelah merasakan milik Gamma yang berukuran 20centi mengobrak-abrik miliknya untuk mencetak Gamma junior.
..._TAMAT_...