GAMMATES

GAMMATES
Akhir untuk Sagara



Beberapa dokter langsung masuk kedalam ruangan Gamma, membuat Sagara tidak bisa berkutik lagi.


"Panggil keamanan!" Seru seorang dokter yang langsung menangani Gamma saat melihat kondisi Gamma.


Sagara di cekal mundur oleh dokter lainya dan tak lama keamanan datang bersamaan dengan Rudy dan Mentari.


"Sagara!"


Plak


Rudy tak segan-segan melayangkan tamparan pada Sagara dengan kuat, sampai membuat wajah Sagara memar bekas tamparan Rudy.


"Bawa dia ke kantor polisi!"


Sagara membulatkan kedua matanya, pemuda itu terus berontak dan berteriak memaki Rudy ayah angkatnya.


"Kamu tidak apa-apa?" Mentari menyentuh wajah Tesla yang berdiri di sampingnya.


"Tidak apa-apa Tante," Tesla tersenyum tipis.


Beruntung Gamma pernah menceritakan bagaimana seorang Sagara. Saat Sagara memberikannya minum Tesla sudah memasang sikap waspada, dan ternyata benar Sagara menaruh sesuatu di minumannya.


"Bagaimana keadaan putra saya dok?" Tanya Rudy saat dokter yang memeriksa Gamma keluar.


Dokter itu tersenyum, "Syukurlah pasien lebih dulu sadar sebelum kejadian, jadi pasien bisa menyelamatkan diri dari racun yang diberikan oleh pelaku."


Rudy mengehela napas lega, sungguh dirinya tidak akan memaafkan Sagara jika sampai terjadi sesuatu pada Gamma.


Setelah dokter pergi, ketiganya masuk keruangan Gamma, pemuda itu tampak duduk santai di atas ranjang sambil bersandar.


Suster pergi setelah menyelesaikan tugasnya, kini hanya tinggal mereka berempat.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Gamma pada Tesla, menatap gadis itu dengan khawatir.


Tesla tersenyum dan menggeleng, "Justru keadaan kamu yang aku takutkan, kamu membuat rencana yang cukup bahaya untuk dirimu." Tutur Tesla dengan helaian napas panjang.


"Rencana!" Seru Rudy dan Mentari bersamaan.


Gamma melirik kedua orangtuanya yang tampak bingung, tapi Gamma memilih diam enggan untuk menjelaskan.


"Gamma! rencana apa yang kalian maksud?" Mentari manatap putranya dengan tatapan penuh selidik.


Gamma menggaruk kepalanya, "Rencana menikahi Tesla Teracota Mah."


"Gamma!!"


Flashback


Tesla masuk keruangan Gamma dengan perasaan berdebar apalagi melihat pemuda yang terbaring menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kemarilah!" Titah Gamma tanpa mengalihkan tatapannya.


Dengan takut Tesla mendekat, sepertinya Gamma kembali ke setelan awal sebelum pria itu perhatian padanya, Gamma yang dulu adalah Gamma yang galak dan kejam, apalagi tatapan Gamma yang membuat Tesla ketakutan.


Tesla berdiri di samping Gamma berbaring, gadis itu menatap Gamma dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Jangan menangis, aku butuh bantuanmu," Ucap Gamma dengan wajah serius.


Tesla mengusap wajahnya, mengangguk untuk menuruti perintah Gamma.


Gamma membisikkan sesuatu pada Tesla, entah kenapa dirinya teringat Sagara, dan Gamma memberikan Tesla rencana jika Sagara datang menjenguknya. Dan tanpa di duga Sangara benar-benar datang untuk membuatnya celaka.


Flashback off


Arrghh


Bugh


Sagara menendang tembok hotel prodeo yang baru saja dia masuki, pria itu menjadi tersangka kasus percobaan pembunuhan dan pencucian uang sampai penipuan. Sagara tidak menyangka jika hidupnya akan berakhir di penjara secepat ini, padahal dirinya belum puas menikmati hasil kerja yang dia lakukan.


"Ini semua gara-gara Gamma sialan!! arrghh!!"


Tidak ada yang bisa Sagara lakukan, dia tidak memiliki siapapun untuk di mintai pertolongan.


Di dalam ruangan VIP Gamma menerima suapan buah dari tangan Tesla. Setelah kondisinya stabil Gamma di pindahkan ke ruangan VIP untuk pemulihan. Pemuda itu tampak manja sejak di pindahkan. Apa-apa mintanya sama Tesla, Mentari yang juga ingin melayani putranya saja di tolak, pokoknya Gamma maunya dilayani oleh Tesla.


"Anggap saja dia belajar melayani suaminya Mah." Kata Gamma saat Mentari mengomelinya.


Sedangkan Tesla yang menjadi korban hanya bisa diam dan mengutuk Gamma dalam hati.


Rudy memilih pergi untuk mengurus kasus anak angkatnya, Sagara harus mendapat hukuman yang setimpal. Sudah diberikan kehidupan yang layak tapi malah menusuk dari belakang. Air susu di balas dengan air tuba, Itulah yang Rudy dapatkan dari seorang Sagara yang dia besarkan dengan kasih sayang.


"Sayang," panggil Gamma dengan suara manja.


Tesla yang sedang menunduk mengangkat wajahnya menatap Gamma yang tersenyum aneh padanya.


"Kenapa," Tesla menaikkan satu alisnya.


"Pengen kawin."


Plak


Bugh


"Mesyum!"


Tinggalkan jejak kalian sayang 😘😘💗