Friend Or Love?

Friend Or Love?
Again



"Whattt? Lo lagi!!??"


"Kenapa?"


"Lah ngapain Lo disini. Ini kelas gue. Nyasar Lo?"


"Anak baru"


"Sejak kapan?"


"Makanya tadi orang ngomong dengerin" ujar Ardan menoyor kepala Kena sambil keluar kelas


"Paan sih. Suka banget sih cari gara-gara sama gue"


"Banget"


"Najiss" Kena sambil menuju kantin. Panggilan perutnya sudah sangat darurat dan minta diisi makanan.


Duggg. Ardan menabrak bahu Kena


"Ngapain lagi Lo kesini. Ngikutin gue?"


"Kan gue anak baru. Gak tau tempat di sini"


"Cari tau lah"


"Gue kenalnya Lo doang"


"Makanya kenalan"


"Gak mau"


"Idiihh"


Setelah mengambil pesanan, Kena segera mencari tempat duduk di sisi pojok kantin. Ketika Kena duduk, tiba-tiba Ardan duduk di sampingnya


"Aduhh pusing gue. Enekk liat muka Lo terus"


"Gue cakep kan. Masak enekk"


"Bagi gue nggak. Bagi mereka iya" Kena sambil menunjuk segerombolan cewek anak MIPA 1 melihat sambil tersenyum ke arah Ardan"


"Masak Lo gak liat kalo gue cakep"


"Gak"


"Makan Lo badass banget Ken. Langsung ludes itu gak sekalian piringnya Lo makan?"


"Ngurus banget hidup orang ya. Makan sendiri tuh piring. Gue cabut"


"Ikut"


"Lo gak malu apa ngikutin anak cewek? Itu ada yang mau kenalan tuh"


Benar saja. Kiki namanya. Anak MIPA 1 yang cantik jadi idaman anak laki-laki satu sekolah berjalan ke arah Ardan dan Kena.


"Hai. Kenalin gue Kiki. Nama Lo siapa?" Ujar Kiki sambil mengangkat tangannya.


"Ardan" sahut Ardan cuek


"Uhuyyy. Sikatt Ki. Ganteng itu mah" ujar teman Kiki yang mendukung Kiki untuk mendekati Ardan.


Kiki hanya tersenyum manis. Laki-laki lain pasti leleh dibuatnya. Lain dengan Ardan, ia bahkan tidak bergeming sama sekali


"Gue cabut dulu. Terusin kenalannya" ujar Kena


"Pulang nanti mau ketemu?"


"Yahhh ditolak Kikinya" sahut teman Kiki


"Diem Lo Nad. Liat aja bakal gue kejar Lo Ardan. Berani-beraninya Lo nolak gue di depan orang banyak" Batin Kiki


----Di Depan Kelas----


"Kena tunggu"


"Apa lagi Dan?"


"Kenapa Lo tinggalin gue?"


"Kan masih diajak kenalan"


"Kan gue nolak"


"Yaudah. Nolak aja. Ngapain bilang ke gue? Aneh Lo"


"Gak cemburu?"


"Gila Lo. Ngaca dulu itu ada kaca"


"Kenaaa. Awasss" ujar Ardan sambil menarik tangan Kena


Kena yang tidak melihat jalan di depannya dan asik berbicara dengan Ardan tidak sadar bahwa ia hampir menabrak dinding di depannya.


Dukk. Ardan menarik Kena ke dalam pelukannya dan sukses membuat jantung Kena berdegup kencang.


"Gak pernah dipeluk ya? Gitu amat wajahnya"


Deg. Deg "Somplak Lo ya. Ngapain narik gue. Sakit tau" elak Kena


"Makanya kalau jalan liat depan. Jangan liat gue terus. Cakep ya?


"Kepedean Lo. Ngacaa Dan"


"Ditolongin gak terimakasih"


"Thanks" Kena langsung pergi masuk ke kelas


Kena langsung duduk di bangkunya sambil memikirkan adegan tadi membuat pipi Kena merah.


"Gila Lo Anggika Kena Putri Sarala. Gilaaa. Masak Lo suka sama orang Somplak ituu? batin Kena


"Mikirin apa senyum-senyum sendiri. Otak Lo ngeres ya?"


"Anj*** Lo Dan. Bisa gak sehari aja gak ganggu gue?


"Gak bisa" ucap Ardan lirih


"Lo bilang apa?"


"Gak bilang. Lo salah denger kali"


"Masak iya?"


"Makanya punya kuping dipasang jangan dijadiin pajangan aja"


Tok tok tok. Ada seseorang yang mengetuk pintu.


Kena keluar dan menengok siapa yang mengetuk pintu kelasnya. Di depannya berdiri cowok dari kelas MIPA 3.


"Lo lagii. Ngapain kesini?"