Friend Or Love?

Friend Or Love?
Salah Paham



"Apa lagiiii?"


"Jelasin Sama gue"


"Apanya. Bibir gue robek"


Ardan langsung menarik Kena untuk duduk dan mengoleskan salep ke bibir Kena. Kena hanya diam diperlakukan seperti itu oleh Ardan


"Jelasin Ken"


"Tanya sendiri sama cewek Lo"


"Kena"


"Lo masih suka sama gue Dan?"


"Maksud Lo?" tanya Ardan


"Gak Kan? Pastinya gak. Cewek Lo aja yang gak pede. Dia bilang kalo gue jangan deket-deket sama Lo. Kata dia Lo masih suka sama gue. Raga Lo sama dia tapi hati Lo sama gue. Gak bener kan?"


"Segitu gak sukanya Lo sama gue Ken?"


"Hah?"


"Lo gak suka sama gue ya?"


"Bukan gitu. Cewek Lo aja yang marah-marah gak jelas kayak gitu. Ya gue bilang aja kalo salah dia tidur sama temennya dan ninggalin Lo"


"Stop Ken"


"Bener kan? Gak usah munafik jadi orang Dan. Orang salah jangan dibela. Gantian orang bener malah disalahin"


"Farah gak kayak gitu Ken"


"Terus aja bela"


"Dia diperkosa Ken. Bukannya dia mau dia dipaksa Kena"


Seketika Kena langsung menutup mulutnya karena terkejut


"Dia dipaksa sama temen gue Ken. Dia trauma. Makanya dia nempel terus sama gue karena dia takut sama cowok lain secara dulu dia sama gue aman dan nyaman. Sekarang dia juga gitu"


"Maaf Dan gue gak tau"


"Gak apa-apa Ken"


"Tapi kok dia berani cium Lo di depan gue?"


"Cemburu?"


"Males ah tanya lagi gue"


"Dia cuma mau liat ekspresi Lo kayak gimana Anggikaaa. Dia juga bantuin gue biar Deket sama Lo lagi. Dia pengen liat suka Lo ke gue gimana"


"Tapi tapi gak kayak gitu juga kali. Nembak juga waktu pensi"


"Itu rencana dia Ken. Gue cuma turutin aja. Setelah dia liat Lo pulang dia langsung bilang ke gue tanya kalo Lo baik-baik saja apa gak. Itu semua pure dia mau liat Lo itu sayang sama gue apa gak"


"Mesra-mesraan?"


"Itu semua dia Ken"


"Ciuman waktu ciuman. Lo nikmatin banget Dan"


"Gue bayangin gue cium Lo Ken"


"Gila Lo mesumm"


"Kalo gak gitu gue gak mau lah"


"Mulut Lo itu udah gak perawan lagi Dan"


"Gak apa-apa mulut doang. Yang di situ masih perjaka kok" Ardan sambil melihat ke bawahnya


"Bang*** mesum"


"Maaf Ken gue gak bisa jaga mulut gue. Tapi cuma nempel doang kok gak lebih"


"Sama aja"


"Gue kangen Lo waktu Lo cium gue di danau waktu itu Ken"


"Tuh kan mesum Lo Dan"


"Kan ke Lo aja Ken"


"Gak mau gue dicium Lo. Mulut Lo udah punya banyak orang. Mulut murahan banget"


"Kan besok jadi milik Lo juga Ken"


"Playboy"


"Udah inshaf Ken"


"Cium dulu Ken"


"Ogah"


Cuppp


"Gue aja yang nyium Lo. Candu"


"Busett Lo ya"


"Hehehe. Kangen gue gak Ken?"


"Gak. Sakit hati gue liat Lo. Pengen muntah"


"Bohong"


"Temenin gue yok Dan"


"Ke pelaminan? Gaskeunn"


Bagggh. Kena memukuk kepala Ardan


"Kumat lagi kan. Temenin kemana?"


"Ke Farah. Gue mau minta maaf"


"Masalah tadi? Gak apa-apa dia"


"Gak. Gue mau minta maaf. Salah gue juga nuduh dia padahal dia korbannya"


"Makin sayang gue"


"Gombal"


"Farahh" panggil Ardan


"Apa yang? Kok Lo sama dia? Dia tadi nampar pipi gue yang. Nih merah"


"Dia mau ngomong Rah"


"Bentar-bentar. Lo kesini bareng. Jangan-jangann" Farah menoleh ke Ardan


"Iya. Gue kasih tau"


"Ah elo Dan. Akting bentar lagi Napa"


"Hehehe"


"Cengar-cengir"


"Gue minta maaf Rah gara-gara tadi"


"Biasa aja kali gapapa"


"Maaf gue udah nuduh Lo yang enggak-enggak"


"Gapapa Ken. Gue cuma mau bantu dia aja. Wajahnya gak enak banget waktu mikirin elo. Ngelamun aja"


"Ngaco Lo Rah" elak Ardan


"Kalo Lo gak percaya. Gue ada videonya Ken. Lo bisa liat"


"Hapus nggak Hapus"


"Kayak gitu Ken kelakuannya. Kok Lo betah?" tanya Farah


"Dibetah-betahin"


"Kocak juga Lo Ken. Gue suka gue suka. Gue titip dia ya. Jaga Ardan baik-baik. Kalo Lo ninggalin dia gue siap nampung cowok Lo itu"


Kena mengangguk


"Sekali lagi gue minta maaf Rah"


"Gue juga" Mereka berdua akhirnya berjabat tangan


"Gue cabut dulu ya Rah" Ardan teriak ke Farah


"Bucinnn!"


"Kocak ya Lo berdua"


"Ya dong. Kan teman"


"Kita juga teman tapi gak sekocak itu Dan"


"Kalo sama Lo beda. Gak bisa kocak tapi bisa romantis"


Pletakkk.