
"Ada anak baru guys. Katanya cantik. Anak kelas sebelah"
"Iya Lo cantik loh"
"Pindahan Jakarta juga katanya. Sama kayak Ardan"
Yang dipanggil namanya pun menoleh. Ardan tidak peduli siapa yang pindah ke sekolahnya.
"Kenalan Lo Dan?"
"Gue gak tau"
"Siapa sih Nit?" tanya Kena ke Nita
"Anaknya tuh Cantik putih mulus rambutnya kayak Lo. Dengar-dengar pindahan dari sekolah Ardan juga dan kayaknya orang kaya Ken"
"OOO"
"Oo doang?"
"Terus?"
"Gak kepo?"
"Gak. Kalo kita gak mau dikepoin jadi gak usah kepo"
"Elah Ken Ken"
Bel istirahat tiba. Ardan mengajak Kena ke kantin untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Tanpa sadar Ardan melihat mantan pacarnya yang ia benci tetapi masih ada di dalam hati Ardan
"Farah?"
"Halo Yang"
"Dan ngapain?"
Kena datang dengan membawa nampannya yang berisi makanan. Kena datang melihat Farah dan memperhatikan dari atas sampai bawah dan ia melihat badan yang sangat seksi. Akan tetapi, Kena beralih ke Ardan yang masih menatap Farah
"Dan" senggol Kena
Ardan masih tidak bergeming
"Woii Dan!!!"
"Diem Lo Ken!!" bentak Ardan
"Anj*** Lo Dan" Kena berlalu meninggalkan mereka berdua
"Ngapain Lo kesini? tanya Ardan pada Farah
"Ikutin kamu"
"Whatt? Bukannya udah ada Kamal?" Ardan menaikkan alisnya
"Aku sama Kamal gak ada apa-apa Yang"
"Stop. Jangan panggil gue kayak gitu. Jijik gue"
"Kok kamu berubah sih Yang"
"Maaf rah. Gue udah lupain Lo. Udah ada pengganti Lo"
"Cewek lusuh tadi"
"Jaga omongan Lo rah. Dia perempuan baik-baik"
"Aku mau kita balikan Yang"
"Sori. Gue gak bisa"
"Lo Sadar gak sih yang Lo lakuin ke gue dulu"
"Khilaf Yang. Kamal yang paksa aku kayak gitu"
"Tapi Lo gak nolak kan?"
Seketika Farah langsung terkejut mendengar kata-kata Ardan. Memang benar Farah tidak menolak Kamal yang sudah menjamah tubuhnya itu. Ardan sudah jijik berhadapan dengan wanita kotor itu
Setelah berkata seperti itu, Ardan melenggang pergi mencari Kena. Ia sadar tadi sudah membentaknya.
Di sisi lain, Kena sedang berada di belakang danau( Author sudah beri tahu kalo sekolahnya itu kayak kebun binatang. Jadi gak heran ya kalo ada danau hihi)
"Bodo amat Lo Ken. Dari tatapannya aja udah tau kalo Ardan masih suka cewek itu"
Kena kembali termenung dan tanpa sadar Ardan sudah duduk di sebelahnya
"Ken"
Kena diam hanya memandang danau di depannya sambil melempari batu-batu kecil ke danau
"Maafin gue ya"
Kena masih terdiam
"Ken gue minta maaf tadi bentak Lo"
"Kalo masih suka balik aja" lirih Kena
"Apa?"
"Dari tatapan Lo. Lo masih suka sama cewek itu. Gak apa-apa kalo mau balikan"
"Ngomong apa sih Ken. Gak jelas"
"Dar tatapan Lo. Gue tau Lo masih suka dia kan?" tanya Kena
"Gak usah dibahas"
"Maaf Dan kayaknya gue gak bisa lanjutin hubungan ini"
"Kena!!" Ardan langsung menoleh
"Maaf gue gak bisa Dan. Gue gak bisa Nerima kalo Lo sama gue tapi hati Lo masih ada di dia"
"Gak Ken. Udah gak. Gue suka sama Lo Ken"
"Gak gimana? Mata gak bisa dibohongi Dan"
"Pokoknya gue gak mau"
"Gue gak bisa Dan. Gue suka kalo Lo bahagia meski gak sama gue. Gue tau cuma jadi lampiasan Lo doang"
"Cukup Kenn"
"Gue balik Dan"
Kena berdiri meninggalkan Ardan yang sudah memerah wajahnya menahan amarah. Kena segera berbalik dan duduk di depan Ardan
Kena langsung mencium Ardan. Ardan yang diperlakukan seperti itu merasa kaget. Kali ini ciuman Kena tidak bisa. Lidah Kena masuk ke dalam bibir Ardan. Ardan terkejut melihat Kena seperti itu. Ardan membuka matanya dan melihat Kena terpejam dan menangis. Kena benar Mel**** bibir Ardan. Setelah itu, Kena langsung melepas ciumannya dan tersenyum ke Ardan
"Ciuman terakhir gue Dan. Bahagia selalu"
Cupp
Kena mencium kening Ardan dan pergi.