Friend Or Love?

Friend Or Love?
Nikah Yuk



3 Tahun berlalu


3 tahun berlalu dan hubungan mereka semakin dekat. Kena lulus dengan predikat Cumlaude dan menyandang gelar Sarjana Teknik kemudian disusul Ardan di tahun berikutnya. Sekarang mereka berdua bekerja di perusahaan yang berbeda. Ardan menjadi Data Analyst di Riliv, Surabaya. Sedangkan Kena bekerja di Sevima sebagai Manager Operasional. Mereka berdua mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing dan jarang bertemu karena kesibuka mereka. Mereka bertemu saat weekend atau sepulang kerja.


"Dan, nanti biasa ya" chat Kena


"Yoi Ken. Tapi gue dikit telat ya. Masih ada meeting soalnya" balas Ardan


"Sok sibuk" Kena


"Derita pekerjaan" Ardan


"Okelah. Lama gue cabut" Kena


"Ok." Ardan


"Hufft" Kena menghela napas panjang sambil keluar dari kantornya


"Mas Ardan mbak?" Aulia


"Biasa Ul" Kena


"Mbak beruntung ya bisa sama Mas Ardan. Ganteng, tampan, plus plus pokok" Aulia


"Hmm. Dah Ul baiknya Lo juga cari pasangan biar gak ganggu gue terus" Kena


"Susah mbak. Secara saya gak secantik Mbak Kena" Aulia


"Hei. Gue juga ada kekurangan kali. Kalo cowok suka sama Lo ya suka aja pasti dia juga Nerima apa adanya" Kena


"Ya deh mbak. Saya pulang dulu ya mbak. Sudah ada yang jemput di depan" Aulia


"Whatt? Cowok Lo?" tanya Kena


"Hehe bukan bang GoRed" cengir Aulia


"Asem Lo ya. Bye hati-hati. Abangnya kalo cakep mintain nomernya" Kena


"Siap mbak" Aulia sambil pergi keluar


"Ada-ada makhluk itu satu. Ul Ul" Kena


Kena bergegas pergi ke kafe tempat ia biasanya bertemu Ardan dengan motornya. Kena suka naik motor, karena motor gak ribet kalo lewat jalan sempit bisa lewat dan gak keganggu macet. Ia menggunakan jaket hitam dan celana hitam setiap kali mengendarai motor. Ia selalu ganti pakaian setiap pulang dari kantor dengan pakaian motornya.


Kafe Oiki. Kafe yang menjadi pertemuan dua sejoli itu untuk melepas penat karena seharian bekerja


Kena duduk di tempat biasanya ketika pelayan datang.


"Biasanya ya mbak?" tanya waitress kafe


Kena mengangguk sambil tersenyum


"Mas Ardan juga sama mbak?" tanya waitress


"Iya mbak. Samain aja. Orangnya juga lagi perjalanan ke sini" Kena


"Baik mbak. Ditunggu dulu Mbak Kena"


"Ok" Kena


"Datang juga Lo" Kena ketika melihat Ardan duduk di bangkunya


"Sori telat. Gue sibuk banget sumpah Ken" Ardan


"Hmm" Kena


"Ini mbak Kena pesanannya" waitress


"Makasih mbak. Lampunya agak redup ya mbak? tanya Ardan sambil melihat ke arah lampu


"Iya mas. Sama pemiliknya belum diganti. Padahal saya udah lapor" waitress


Kena dan Ardan sontak tertawa


"How are you Ken?" tanya Ardan


"Fine Dan. You?" Kena


"Really busy Ken"


Kena mengangguk


"Kesini naik motor lagi?" Ardan


Kena mengangguk


"Lo itu cewek Ken. Malem malem gini gak takut apa Lo?" Ardan


"Gak" sahut Kena


"Gue kok bisa suka sama Lo ya" Ardan


"Tau. Mata Lo katarak kali" Kena


"Anj*** Lo Ken. Masih kayak gitu kelakuan Lo" Ardan


"Hehe. Keluar binatangnya ya?" Kena


"Lagian Lo juga" Ardan


"Paan?" Kena


"Cantik banget sih" Ardan


Cupp.


"Meet kiss" Ardan


"What is meet kiss" Kena


"Ciuman saat bertemu. Masak gak tau sih. Bodi Lo ya" Ardan


"Ban**** Lo Dan"


"Nikah yuk Ken!" Ardan