
---Pagi Harinya---
“Woyyy.... ngelamun aja. Ngapain Dan? Ada masalah?” tanya Roy sembari duduk di sebelah Ardan
Ardan hanya menggeleng. Roy yang melihatnya tidak ingin menanggapi lebih lanjut karena ia tau jika Ardan seperti itu tidak ingin diganggu
Dari kejauhan Gita datang dengan senyum lebar yang menghiasi wajah cantiknya
“Halo kakak-kakak semua. Selamat pagi” sapa Gita dengan melambaikan tangannya
“Pagi Gita” sahut Roy
“Pagi Kak Ardan” tambah Gita menyapa Ardan karena sapaan Gita yang pertama diabaikan Ardan.
Ardan mendongak dan tersenyum simpul yang terkesan hampir tidak tersenyum.
“Gue ke toilet dulu” pamit Ardan dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban mereka berdua
“Kak Ardan kenapa Kak?” tanya Gita pada Roy
“Gak tau. Dia dari tadi kayak gitu terus” jawab Roy sambil menggelengkan kepala
Gita hanya terdiam
---Saat makan siang---
Tuuuttt . . . tuuuttt . . . tuuuttt
Dari tadi telepon Ardan berdering memanggil yang tak kunjung diangkat oleh pemilik hatinya. Ia menghela napas sambil memandangi layar Hp nya.
“Kena jawab dong” kata Ardan sambil menggerutu dan terus-terusan menelepon Kena. Ia juga mengabaikan makan siang di depannya. Ardan menjadi tidak nafsu makan
“Woyyy ngapain sih?” tanya Roy sambil menepuk bahu Ardan dan duduk di sebelahnya sambil menyantap makan siangnya
Ardan menggeleng
“Kena?” tanya Roy
Ardan mengangguk
“Kenapa?” tanya Roy lagi
“Dia salah paham”
“Salah paham apa?”
“Tentang Gita” sahut Ardan malas dan ia hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat memakannya
“Gita? Apa hubungannya?” tanya Roy kaget
“Kena lihat gue sama Gita berdua waktu ke Richeese” jawab Ardan
“Ya lo jelasin lah” tambah Roy
“Dia gak mau dengerin penjelasan gue”
“Lo ke rumahnya coba”
“Udah. Dia usir gue dan gak mau dengerin penjelasan gue”
“Kok gitu? Harusnya dia dengerin lo lah. Katanya salah paham. Salah paham kan butuh penjelasan” tanya Roy
“Kena itu kalo udah marah ya gitu dia butuh waktu. Gak bisa gue langsung nyela dan jelasin gitu aja. Karena gue yakin dia pasti gak dengerin gue. Kena itu keras kepala dan terlampau cuek. Dia gak ngelarang gue temenan sama cewek pokok gue cerita sama dia. Gue selalu kok cerita sama dia pasal temen-temen kita di kantor. Dan kebetulan Gita kan anak baru dan gue lupa cerita sama dia karena gue sibuk banget. Mungkin ia salah pahamnya itu dan dia kan gak kenal sama Gita. Ya gitu deh pokoknya. Tapi kalo dia udah adem baru gue cerita” jelas Ardan panjang lebar
“Lo pacaran sama dia berapa tahun?” tanya Roy
“Semenjak gue SMA. Berarti 10 tahun” jawab Ardan mengira-ngira
“Lama banget ya. Lo gak bosen sama dia, em mungkin sama sikapnya gitu?”
“Gak lah. Kalo bosen kenapa gue masih pacaran sama dia?”
“Ya kali ada rasa bosen atau capek gitu?”
“Gak ada sama sekali. Gue udah kenal dia tuh lama banget. Gue tau semua sifat-sifatnya. Kena itu setia banget sama gue. Gak pernah sekalipun dia khianati gue. Gue suka aja sama sifat cueknya. Jadi kan, gak semua cowok bisa deketin dia. Gue dulu aja butuh effort banget deketin dia. Banyak halangannya ada aja. Dan gue juga suka sifat mandirinya dia” tambah Ardan dengan tersenyum lebar
“Malah lo jadi bucin” ejek Roy
“Biarin. Kan dia pacar gue”
Ardan tertawa dengan ucapan Roy.
Selagi mereka berdua tertawa, Gita datang membawa makanannya menuju ke meja tempat Ardan dna Roy berada. Ardan yang melihat itu, ia langsung berdiri dan pergi
“Lo mau kemana woyy?” teriak Roy yang tidak digubris oleh Ardan
Gita yang melihat itu dari kejauhan terhenti sebentar dan melanjutkan jalannya ke meja Roy.
“Kak Ardan kenapa pergi Kak?” tanya Gita penasaran
“Gak tau gue. Tau tuh anak. Aneh emang” tambah Roy
Gita mendengarnya dan tersenyum tipis. Dalam hati ia bertanya kenapa Kak Ardan kesannya menghindari dirinya semenjak mereka berdua ke Richeese. Dan ia ingin tau alasannya kenapa Kak Ardan menghindarinya. Karena ia merasa tidak melakukan kesalahan.
“Ini gak bisa gue biarin. Gue harus tanya sendiri ke Kak Ardan” batin Gita
---Keesokan harinya---
Gita sengaja datang pagi-pagi sekali untuk bertemu dengan Ardan. Setelah ia menunggu agak lama, Ardan datang dan ia melihat Gita sudah datang. Ardan kemudian duduk di mejanya.
“Kak Ardan?” sapa Gita pertama kali
Ardan hanya menoleh dan menaikkan satu alisnya. Mungkin ia bertanya ada apa tanpa ia harus berkata
“Gita mau tanya Kak” sahut Gita sambil mengambil kursinya untuk duduk di sebelah meja Ardan
“Apa?” tanya Ardan tanpa menoleh
“Kak Ardan hindari Kena ya?” tanya Gita langsung to the point
“Gue gak merasa begitu” jelas Ardan
“Kemarin pagi dan saat makan siang. Ketika Gita datang ke Kak Roy dan Kak Ardan, kakak malah pergi” jelas Gita
“Gue lagi pengen nyelesaikan masalah aja” tambah Ardan
“Masalah? Perasaan Gita semenjak di Richeese gak melakukan kesalahan apapun” tambah Gita menggebu-gebu
“Emang” jawab Ardan datar
“Terus kakak kenapa hindarin Gita?” tanya Gita sekali lagi
“Sekali lagi gue gak hindarin Lo. Ini masalah gue. Gue pengen Nyelesaian sendiri”
“Terus kenapa Kak? Gita sakit hati kalo liat Kakak hindarin Gita kayak kemarin”
“Sakit hati? Why? Ada hubungannya sama Lo?” tanya Ardan sambil menoleh ke arah Gita. Ia rasa ini janggal dan membuat ia berpikiran bahwa Gita suka sama dia
“Karena Gita suka sama Kak Ardan” jelas Gita dengan cepat dan menutup wajahnya
“Shiittt” umpat Ardan dalam hati.
“Maaf Gita. Gue udah punya pacar”
Degg. Jantung Gita berdetak kencang
“Pacar? Tapi Kakak gak pernah bilang sama Gita kalo Kakak punya pacar” tanya Gita kaget
“Memang gue harus cerita sama orang-orang kalo gue punya pacar. Dan gue gak merasa perbuatan gue melebihi batas dari sebatas teman. Gue anggap lo itu teman dan adik, karena gue nyaman kalo berbicara sama lo” jelas Ardan
“Tapi Kakak selalu baik ke Gita dan selalu temenin Gita”
“Itu karena kita berdua sama-sama sibuk dan jarang dia bisa keluar. Karena dia tulang punggung keluarganya” jelas Ardan
Gita mendengarkan dan mulai terisak
“Maaf Gita. Karena gue sendiri gak merasa kalo gue melewati batas gue sebagai teman. Gue juga kaget waktu lo bilang suka sama gue. Tapi sebelumnya, gue minta maaf Gita. Mungkin di luar sana masih ada cowok lain yang suka balik sama elo dan bisa bahagiain lo selain gue. Dan gue jujur sempet hindarin lo karena waktu itu pacar gue lihat gue sama elo di Richeese waktu itu”tambah Ardan
“Pacar Kakak cemburuan? Katanya Gita Cuma temen?” ejek Gita
“Mungkin. Karena salah gue sendiri gak jelasin kalo lo itu sebener-“ kata Ardan terpotong dan ia membeku seketika saat Gita mencium Ardan
Tokkk . . . tokkk . . . tokkk
“Ardan? Lo di dalam? Gue mau ngo-“ ucap Kena saat melihat Ardan berhadapan dengannya dan melihatnya sambil mencium perempuan dan Kena berbalik arah.
Kena datang karena ia merasa bersalah tidak mendengarkan penjelasan Ardan terlebih dahulu dan ia pagi-pagi pergi ke kantor Ardan untuk meminta maaf. Tapi sesampainya di sana, ia melihat pemandangan di depannya dan berbalik pergi