Friend Or Love?

Friend Or Love?
Bakso



---Pulang Sekolah---


"Ken, gue anter ke rumah" ucap Ardan


Kena mendekat ke Ardan hingga Ardan mundur ke belakang dan sampai ke tembok.


"Gila cewek ini. Berani banget" bagi Ardan


"Mau?" Kena berbisik di telinga Ardan


"Apaan Ken. Gila Lo"


"Mau nganter gitu Lo maksudku"


"Oo"


"Berharap paan"


"Lo cium gue" sahut Ardan sambil naik motor


"Belum halal"


"Ayo KUA. Gue halalin"


"Bac** Lo"


"Ngakak Ken"


"Buruan. Mau pulang gak?"


"Lah. Yang harusnya bilang gitu gue Ken"


"Elaahh. Sama aja keles"


--- Di Perjalanan---


"Dann"


Ardan diam


"Dannn"


Ardan terdiam lagi :v


"Woii. Ardannn. Budegg Lo yaa!!!" teriak Kena di sebelah Ardan


"Sh**. Telinga gue. Bisa gak Ken gak teriak-teriak"


"Udah. Lo nya gak kedengeran Anj***"


"Paan?"


"Laper"


"Makan?"


" Ya ya lah. Masak ngaret"


"Di mana?"


"Bakso Pak Bagong"


"Gak restoran aja?"


"Bakso Dan"


"Ya ya. Gue jalan nih"


---Sampai di Bakso Pak Bagong---


"Ngapain ke sini Ken. Enak restoran kali" ejek Ardan


"Bodo. Gue suka di sini"


"Cepat saji kan banyak ada MC Dona***, ada KF*, PizzaH**, kan banyak Ken"


"Lo orang mana?"


"Indonesia"


"Ya harus cinta makanan sendiri lah"


"Harus?*


"Ya lah. Semua yang Lo sebutin tadi itu makanan LN semua"


"Tapi kan enak"


"Banyak minyak jenuhnya. Gak sehat Dan. Dah Lo ikut gue masuk. Dijamin enak. Kalo gak enak kita pindah"


"Beneran ya?"


"Ya. Ayo masuk" Kena menggandeng tangan Ardan


"Duduk. Gue pesenin"


"Heeh"


"Minum?"


"Americano Dingin"


"Somplak Lo sumpah. Ini BAKSO. B-A-K-S-O"


"Gak ada?"


"Adanya?"


"Es teh, Es jeruk, Es degan?"


"Apaan tuh"


"Astagaaa. Minum Dan. Lo lemot gue tinggal" Kena beranjak pergi


"Ken, tunggu. Samain Lo aja"


"Gitu kek dari tadi. Makanya orang itu jangan suka makanan cepat saji aja" ejek Kena


--- 5 Menit---


"Ini mbak baksonya"


"Makasih pak" Kena tersenyum manis


Ardan melihat senyum Kena yang memperlihatkan gingsul Kena. Menambah kesan manis di mata Ardan


"Paan Lo liat-liat gue!"


"Judes amat. Ke bapaknya senyum manis. Kok ke gue nggak?. Malah judesnya balik"


"Lo sama bapaknya beda"


"Beda? Apanya?"


"Bapaknya itu orangtua yang harus dihargai. Kalo Lo nggak"


"Whatt?"


"Canda elahh"


"Anj*** Lo Ken"


"Eitss mulutnya. Lo nyumpahin gue?"


"Biasanya Lo juga"


"Beda dong. Lo gak boleh. Gue boleh. Heheh" Senyum Kena sambil meringis


"Manis"


"Bac** lu"


"Dipuji gak suka?"


"Hufft. Gini ya Dan. Gue gak suka dipuji Manis lah cantik lah. Biasa aja"


"Lah emang manis"


"Serah Lo deh. Makan tuh bakso. Cobain. Es degannya juga"


Ardan mulai makan bakso yang kata Kena ENAK. Dia belum pernah makan makanan seperti ini. Biasanya nyokap bokap ngajak ke restoran. Baru kali ini dia mencoba makanan seperti ini


Ardan yang merasa dilihatin terus. Dia menengadah


"Ngapain liatin gue? Gak makan?"


"Pengen liat ekspresi Lo makan"


"Enak?"


Seketika


"Wawww. Ken ini enak banget. Ini daging ayam diolah jadi gini enak Ken"


Kena tertawa


"Es dicoba juga"


"Juga enak Ken. Seger es nya" kata Ardan


"Perasaan rasanya biasa aja. Lo gak pernah makan kayak gini Dan?"


Ardan menggeleng


"Terus?"


"Restoran sama cepat saji"


"Gimana? Gak kalah kan sama makanan cepat saji?"


"Enak banget Ken. Gila"


"Lain kali gue ajak deh ke warung favorit gue"


"Oke Ken. Eh tunggu dulu. Gue selama ini cuma tau nama Lo Kena aja. Nama lengkap Lo siapa?"


"Anggika Kena Putri Sarala"


"Cantik namanya" puji Ardan


"Gombal. Lo?"


"Ardan Revano Putra"


"Lo beneran bisa beatbox?"


Ardan berhenti dari makannya dan melihat Kena dengan sumringah