Friend Or Love?

Friend Or Love?
Panas



"Awww"


"Rasain Lo"


"Galak bener. Kenapa gue bisa suka dia ya Tuhan"


"Salah Lo"


"Tapi kayaknya enak Ken bisa punya pacar dua"


"Lo berani mikirin. Gue bunuh Lo"


"Busett. Takutt"


"Awas Lo Dan"


Sesampainya di sekolah, Ardan dipanggil ke kantor BK untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya kemarin karena Alfa yang tidak disertai surat. Setelah itu Ardan menjelaskan apa yang terjadi. BK menerima alasannya tapi Ardan tetap mendapat hukuman dengan disuruh berdiri di lapangan upacara hormat kepada Sang Merah Putih Sampai jam istirahat


Kena yang melihat itu, tertawa terbahak-bahak.


"Makanya jadi orang kalo ngilang bilang-bilang. Jangan nyusahin orang. Akhirnya rugi sendiri"


"Kasihan Ardan Ken" Nita


"Ngapain kasihan?"


"Ya kasihan aja. Lo gak kasihan?"


"Kasihan sih. Tapi sedikit. Bwahahaha"


"Gue punya temen gila bener"


Setelah bel berbunyi, Kena dan Nita pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong


"Ken, Kiki modus ke Ardan noh"


"Whatt?" Kena langsung menengok ke arah lapangan


Kena melihat Kiki sedang memberikan minuman ke Ardan dan diterima Ardan dengan senyum manisnya.


"Dasar buaya darat" batin Kena


Kena mengajak Nita untuk melewati mereka berdua


"Terosss. Terosss. Gak usah berhenti. Sosor terosss"


Mendengar suara Kena, Ardan menoleh ke arah Kena yang mendapat tatapan tajam dari Kena


"Sosor terosss. Itu si Ardan lagi free Ki. Sosor ajaa" teriak Kena


Kiki yang dipanggil langsung menoleh dan langsung mengelap keringat Ardan. Seketika membuat panas Kena bertambah. Dan gregetnya lagi Ardan menerimanya dengan senang hati


"Breng***. Awas aja Lo" Kena langsung pergi bersama Nita


"Katanya gak esmosi. Apanya liat gituan langsung teriak-teriak"


"Diem Nit. Lo ke kantin duluan. Gue mau ke GOR"


"Ngapain?"


"Ngarettt. Ya badminton lah"


"Okelah. Gue duluan Ken"


"Hemm" Kena pergi ke GOR sekolahnya itu untuk melampiaskan amarahnya


Dag. Dag. Dag. Dag.


Kena bermain bulutangkis sendiri dengan tembok. Wajah Kena sudah memerah dan mengeluarkan banyak keringat


"Anj*** Lo. Bang***. Breng***. Buaya darat"


"Katanya gak cemburu?"


Kena menoleh ke asal suara dan menatap jengah Ardan. Kena langsung melanjutkan aktivitasnya bermain


Ardan dari jauh hanya mengamati Kena dengan wajah yang berkeringat membuat Ardan panas sendiri wajahnya


"Main kok sendirian?"


"Bodo"


"Jojonya mana?"


"Besok di pelaminan"


"Fanatik berat?"


"Bangettt. Bayangin badannya waktu berkeringat. Woowww"


"Bisa gak sih jangan bayangin lainnya?"


"Gak"


"Ngeres"


"Biarin. Yang ngeres gue"


"Gue panas Ken"


"Namanya GOR. Dingin Kutub Utara"


Ardan berjalan ke arah Kena dan langsung membalikkan badan Kena menghadapnya


"Lo bisa gak pikirin gue aja?" tanya Ardan


"Ngapain. Lo aja gak pikirin gue tadi"


"Kasih minum doang Ken"


"Iya gue tau. Minum doang. Maaf ya gue posesif. Kalo mau ke Kiki silahkan. Gak ngelarang kok"


"Stop Kenn!"


Kena terdiam


"Maaf"


Kena Masih terdiam


"Minggir!"


"Nggak"


"Minggir. Gue mau main lagi"


"Udah. Wajah Lo merah banget itu. Nafas Lo juga"


"Sok care"


"Emang gue care Ken"


"Bac**"


"Gue panas gara liat Lo Ken"


"Paan"


"Liat Lo berkeringat kayak gini"


"Whattt? Ngeres Lo. Otak Lo perlu dicuci"


"Biarin"


"Minggir!"


"Nggak mau"


"Minggir atau gue tendang pas situ?" Lirik Kena ke bawah Ardan


Spontan Ardan terbelalak dan melepaskan Kena


"Psikopat Lo Ken"