Friend Or Love?

Friend Or Love?
Nita Calista Tirtasari



Nita. Nita.


Perempuan cantik, bar-bar sohib karib Kena dari semasa TK dan dipertemukan kembali saat SMA. Sohib gembleng yang suka bicara asal. Tapi yang disukai Kena dari Nita adalah bar-bar dan ngomong asal nyolot.


---Flashback Tahun Ajaran Baru---


Kena masuk ke kelasnya. Dan dia melihat Nita duduk di sana sendirian karena ia adalah murid satu-satunya yang lolos masuk Ke SMA Mangundarma


"Nita?"


Yang dipanggil Nita menoleh dan spontan senyumnya mengembang


"Kena?"


"Yoi"


"Wahhhh. Anj*** Lo Ken. Akhirnya gue ada temen sekolah di sini"


"Bisa lo masuk sini?" canda Kena


"Bisa dong. Meski gue rada rada. Tapi bisalah masuk sini meski urutan tengah-tengah" cengir Nita


"Somplak Lo. Gak berubah Lo dari dulu. Gilaa"


"Gue kira gak ada temen disini"


"Gue juga gak ada"


"Takdir mempertemukan kita baby"


"Alay lo"


"Kebiasaan nih anak. Gak kangen apa sama gue?"


"Biasa aja"


"Dinginnya gak ilang" ejek Nita


"Emang gue es batu?"


"Canda Lo gabut"


"Gue gak gabut"


Nita menepuk jidatnya. Susah dari dulu ngeladenin Kena. Orang yang cuek minta ampun. Kalau gak penting gak bicara. Tapi rajanya tugas adalah Kena. Dia selalu mengerjakan tugas tepat waktu. Bahkan bisa dibilang 'banget'


"Lo ada gebetan Ken?"


"Gak"


"Gue ada"


"Siapa?"


"Tuh baru masuk anaknya. Gue seneng banget sekelas sama dia"


Kena menoleh ke anak cowok yang baru saja duduk di belakang. Tepatnya 2 bangku dari tempat Kena.


"Ohh"


"Isshh. Lo ya"


"Kenal sama dia?"


"Satu kelompok waktu Ospek. Dia orangnya rada bandel gitu. Gue sukanya yang bandel-bandel dan hot gitu Ken" Nita sambil membayangkannya.


"Jago main futsal. Lo tau kan Ken dulu mantan-mantan gue anak futsal semua"


"Hmm. Lo suka banget sama dia?"


"Iya lahh" Nita kegirangan


"Dah tau namanya?"


"Levi. Levi siapa ya? Gue lupa. Leviandra Pratama Ken. Cakep ya namanya kayak orangnya"


Seketika Kena menoleh ke arah Levi


"Hmm. Manis"


"Ngapain. Kurang kerjaan"


"Pdkt?"


"Belum"


"Kenapa?"


"Gak berani gue"


Kena langsung tertawa terbahak-bahak


"Lo gak berani? Cewek sebar-bar Lo?" Tawa Kena meledak


"Awas Lo Ken. Lo suka cowok gak gue bantuin?


"Ogah gue. Lo somplak gitu"


"Anj*** Lo Ken"


"Gue cabut dulu"


"Kemana?'


"Kantin. Laper"


"Ikuttttt" Nita sambil mengejar Kena dan menggaet tangannya


"Ikut aja Lo. Noh sama Levi"


Blussh . Pipi Nita memerah


"Apaan sih Ken"


"Ciahh. Kepiting rebus wajahnya"


"Anj*** Lo Ken"


"Tuh. Levi"


"Levi ada yang mau ngomong"


Seketika mata Nita membulat dan melotot ke arah Kena. Kena segera mengangkat bahunya


Yang dipanggil namanya langsung menoleh dan berjalan ke arah mereka berdua


"Ya?" Ucap Levi


"Nita mau ngomong sama lo. Gue duluan ya" senyum Kena penuh kemenangan


"Awas Lo Ken" batin Nita sambil menggerakkan 2 jarinya ke matanya lalu ke arah Kena. Kena hanya tertawa melihat ulah Nita


"Dia pasti bisa menanganinya. Secara dia pandai dalam urusan seperti itu" batin Kena sambil tertawa


"Ada apa Nit?"


Nita hanya garuk-garuk kepala gak tau mau ngomong apa.


"Eeeee"


"Ya?"


Dia teringat Kena dan . . .


"Sh**. Anj***. Awas aja Lo" geram Nita


"Nita?" Levi melotot melihat umpatan Nita


Nita tersadar langsung ia melotot.


"Maaf Levi. Bukan kamu yang aku maksud. Tapi Kena" elak Nita


"Oo gitu. Lucu ya kamu" seloroh Levi


Blushhh pipi Nita kembali memerah


Kena melihat dari kejauhan dan ia tertawa terpingkal-pingkal