Friend Or Love?

Friend Or Love?
Siapa?



Pendaftaran Kuliah di Universitas Negeri sudah dimulai. Para murid-murid sudah sibuk dengan kegiatan daftar ulang dan pemberkasan tidak terkecuali Kena yang juga sibuk dengan kegiatannya yang sedikit melupakan kerinduannya kepada Ardan. Selama pendaftaran Kena selalu bolak-balik ke SMA nya untuk menemui Bu Ida selaku guru BK nya untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan Kena


Sekali lagi Kena tidak menyangka dirinya bisa masuk ke Universitas Negeri dan FREE alias tidak membayar alias beasiswa (banyak banget aliasnya ya hehehe). Kena bangga dengan dirinya sendiri karena bisa masuk ke Universitas almarhum ayahnya dulu dan meneruskan jurusannya. Tapi tidak ada yang bisa menghibur kesedihan yang ada di diri Kena. Iya! Benar! Hanya Ardan Revano Putra yang berhasil mengobrak-abrik hati seorang Anggika Kena Putri Sarala. Tidak biasanya Kena seperti ini. Akan tetapi, Kena bisa menyembunyikan kesedihannya itu. Entah sejak kapan Kena seperti ini. Mungkin semenjak Ardan pergi dari hidupnya. Seketika dan tiba-tiba.


"Woiii Ngelamun aja Lo" bentak Indri. Indri adalah teman Kena di kampus satu jurusan dan sama bar-bar nya kayak Nita


"Anj*** Lo" umpat Kena


" Lagian ngapain Lo ngelamun. Mikirin ayang Lo?" tanya Indri


"Gak ada kali" Kena


"Lo denger gak Ken. Di jurusan Statistik ada cowok ganteng angkatan kita. Tapi sayang dia itu cuek dingin banget sama cewek-cewek yang deketin dia" Indri


"Terus?"


"Ya kali bisa buat penyegaran mata Lo. Biar gak mikirin yang jauuuhhhhh di sono"


"Somplak Lo Ndri"


"Pokoknya nanti Lo ikut gue. Dia biasanya nongkrong di taman belakang"


"Gue iyain apa gak ya?" tanya Kena


"Iyain lah" Indri


"Hmmm" Kena


Sesampainya di kantin, Indri masih mencari sosok laki tersebut.


"Mana Ndri?. Gue malu diliatin orang Ndri. Lo carinya kayak gitu" Kena


"Diemm ah" Indri


Indri menarik tangan Kena.


"Anehh. Biasanya dia nongkrong disini sendirian. Kok gak ada ya Ken?" Indri


"Kok tanya gue? Kan Lo sumbernya Anj**" Kena


"Beneran. Biasanya dia dikerubuti cewek-cewek gitu Ken"


"Mungkin dianya malas kali"


"Anehh deh. Yaudah kalo gitu gue mau beli makan Ken. Ikut gak?" tanya Indri


"Masih hungry Ken"


"Gak ah. Gue balik aja. Gelo nungguin Lo yang tampungan makan itu"


"Yaudah. Bye!" Indri melenggang pergi.


Kena berniat kembali ke kelasnya, dikarenakan jalan yang cukup jauh disebabkan lahan hang berhektar-hektar itu.


"Perasaan jauh amat kelas gue. Hehe karena gue gak pernah kemana-mana. Elah Ken Ken" Kena berbicara sendiri


Sampai di taman belakang, Kena melihat laki-laki duduk di sana sambil membaca buku.


Degg. Jantung Kena berdegup kencang


"Ngapain gue? Tapi gue lihat posturnya dari belakang kayak gue tau. Siapa ya? Bodo ah" Kena ingin melanjutkan pergi


"Ardann!!" panggil teman laki-laki itu


Seketika Kena menoleh


"Apa? Gue gak salah denger?" Kena memperhatikan laki-laki itu yang akan berbalik


Satu. Rambutnya sama tapi lebih rapi dari waktu SMA dulu


Dua. Lebih tinggi?


Tiga. Lebih tampan? Deg


Ardannn . Pekik Kena


Seketika Kena berlari dan memeluk Ardan.


Brukkkk.


"Iyaa. Rasa ini. Nyaman ini. Ardan. Gue gak ngimpi kan?" Kena


Ardan melepaskan pelukan Kena. Wajah Ardan terlihat aneh dan matanya menyiratkan bahwa dia benar-benar tidak tahu Kena


"Maaf. Lo siapa?"


Deg