
Gue ditawari kerja sama CEO gue"
"Paan?"
"Sekretaris pribadinya"
"APAAAAAAA???!!!!!"
"Serius Lo Ken?"
"Serius" tanya Kena
"Beneran?"
"Bener. Kalo gak mau kerja dimana gue?"
"Ya dimana kek"
"Ibu udah ijinin. Katanya gue disuruh bilang Lo pasti boleh" sahut Kena
"Yaudah. Tapi beneran Lo gak ada alternatif lain jadi sekretaris pribadi Ken?" tanya Ardan
"Gak ada Dan. Kan gue udah bilang"
"Yaudah. Kalo ada apa-apa kabarin gue" timpal Ardan
"Yappss"
"Siapa Dan?" tanya Roy yang di sebelah Ardan sedang menyelesaikan kerjanya yang menumpuk
"Ayanggg" sahut Ardan dengan senyum simpul
"Dasar bucin!!"
"Biarin. Iri bilang boss"
----Pagi Harinya----
Kena berangkat kerja memakai jas kemeja hitam putih ala-ala orang yang mau melamar kerja. Rambut dikuncir kuda.
Triinggg.... Ponsel Kena berbunyi
'Saya tunggu sekarang di ruangan saya 20 menit lagi. Jika terlambat terima konsekuensinya' isi chat tersebut
"Dasar psikopat. Mana sempet gue. Belum sarapan lagi. Ngenes banget kerja gue" Kena langsung keluar kamar.
"Kena makan dulu" sahut Amor yang melihat Kena terburu-buru.
"Gak sempat Bu" Kena langsung mencium tangan Amor dan mengeloyor keluar sambil menenteng sepatunya
"Lhohhh. Dasar Kena" keluh Amor sambil menggelengkan kepalanya
Setelah sampai di ruangan CEO, ia melirik ke dalam jika CEO Psikopat sudah sampai di sana. Kena juga melihat jam tangannya
"25 menit. Telat 5 menit gue. Untung dia belum Dateng" Kena bernafas lega dan berjalan menuju sofa
"5 menit. Kamu telat 5 menit" sahut CEO yang berdiri setelah mengambil dokumennya di rak belakang sebelum Kena mendudukkan tubuhnya ke sofa.
"Mampus gue. Bisa-bisanya di situ. Mana gue liat" batin Kena
"Duduk!!" titah CEO membuat Kena langsung duduk yang disusul dengan duduk menyilangkan kakinya.
"Su...." belum sempat Kena berkata sudah dipotong
"Maaf. Sebelumnya saya lupa memperkenalkan diri. Selamat datang dan selamat bekerja dengan saya. Perkenalkan nama saya Nanda Putra sebagai CEO" kata Nanda sambil mengangkat tangan dengan wajah dinginnya
"Saya Anggika Kena Putri Sarala" sahut Kena sambil menjabat tangan Nanda
"Saya Panggil anda siapa?" tanya Nanda
"Terserah bapak. Orang rumah panggil saya Kena"
"Anggi" sahut Nanda
"Anggi?" tanya Kena
"Ya. Saya Panggil anda Anggi" jelas Nanda
"Baik Pak. Terserah Bapak memanggil saya apa"
"Baik sekarang anda dengar dan tulis yang saya katakan"
"Baik Pak" sahut Kena sambil mengambil buku catatan dan bolpoin
"Pertama saya gak suka orang yang telat. Kedua saya gak suka orang cerewet. Ketiga saya gak suka orang yang ikut campur urusan saya. Keempat saya gak suka orang yang sok tau. Kelima saya gak suka buang-buang waktu. Terakhir saya gak suka orang ganggu kerjaan saya" jelas Nanda
"Baik Pak" sahut Kena sambil terus menulis di bukunya
"Ada pertanyaan?" tanya Nanda
"Sekretaris Bapak yang dulu mana? Kenapa Bapak mencari sekretaris dari internal perusahaan, tidak merekrut dari eksternal perusahaan?" tanya Kena
"Sekretaris dulu saya pecat" singkat Nanda
"Kenapa?
"Perlu saya jelaskan alasan saya memecat sekretaris saya sendiri?" tanya Nanda balik
"Tidak Pak" sahut Kena dengan menahan marah
"Perasaan tadi gue disuruh nanya" batin Kena
"Baik jika tidak ada yang ditanyakan, sekarang anda temani saya pergi meeting" jelas Nanda sambil berdiri untuk mengambil jas nya
"Meeting?" tanya Kena
"Ada masalah?"
"Dimana?" tanya Kena lagi
"Menurut anda dimana. Di ruang rapat Anggi"
"Niat banget ni orang ngajak gue ke ruang rapat. Shiitttt!!!" umpat Kena.
"Oh ya satu lagi" Nanda berjalan mendekat ke arah Kena dan berbisik di telinganya
"Saya gak suka cewek judes" kata Nanda sambil berlalu keluar ruangannya meninggalkan Kena yang mematung di dalam
"Apa lagi maksudnya? Ya tuhannn!!!!!" batin Kena