
"Ken, tunggu!" teriak Ardan sambil mengejar Kena
Kena yang merasa perutnya sakit, perih, tidak karuan langsung berjongkok sambil memegang perutnya. Brian yang lewat melihat Kena langsung berlari ke arah Kena
"Ken, Lo kenapa?" tanya Brian
"Gak. Gue gak apa-apa"
"Gak apa-apa gimana? Muka Lo pucat banget sama keringat dingin Lo keluar terus itu"
"Gak apa-apa. Gue balik ke kelas dulu"
Kena berdiri dan berniat meninggalkan Brian
"Ken, tunggu!"sergah Brian
"Apa lagi?"
"Kayaknya Lo lagi datang deh"
"Whatt?" Seketika Kena melihat belakang rok nya yang ada bercak kemerahan. Kena langsung spontan menutupi roknya
Brian ingin membuka jaketnya untuk menutupi rok belakang Kena tapi Ardan yang datang langsung membuka jaketnya dan menutupi rok belakang Kena. Brian melihat dengan tatapan tak suka
"Ayo Ken, ke UKS aja" ajak Brian
"Gue aja yang bawa Kena ke UKS. Lo silahkan melanjutkan aktivitas Lo" cegah Ardan
"Udah-udah jangan ribut. Gue aja yang" Kena langsung pingsan
"Kenaa!!" Ardan dan Brian sontak berteriak melihat Kena pingsan
Tanpa basa-basi, Ardan menggendong Kena ala bridal-bridal style di televisi dan membawa Kena ke UKS. Sesampainya di UKS Ardan membaringkan Kena di ranjang UKS dan bertanya kepada penjaga UKS
"Permisi. Apa ada obat penghilang rasa nyeri?"
"Ada. Sebentar" Penjaga UKS itu langsung mencari obat yang dimaksud Ardan
---Beberapa menit Kemudian---
"Enngghhh"
"Bangun?"
Kena menoleh dan mendapati Ardan duduk di sebelahnya
"Perut gue sakit banget Dan" erang Kena sambil memegangi perutnya
"Nih tadi gue beliin roti sama susu. Lo makan dulu baru Lo minum obat"
Kena mengangguk
"Brian mana?"
"Ngapain cari dia?"
"Gak. Bukannya tadi ada Brian"
"Yaudah. Gue pergi dulu"
Kena langsung tersenyum dan menarik tangan Ardan untuk duduk lagi
"Katanya cari Brian. Gue cariin"
Ardan hanya mengedikkan bahu
"Gue canda Dan"
"Gak lucu"
"Heheh. Aww" rintih Kena
"Apaan Ken?"
"Sakit perut gue. Tolong bilangin ke mbak nya apa ada roti Jepang Dan"
"Roti Jepang. Apaan tu. Lo bilang aja ke gue nanti gue beliin di kantin rotinya" Ardan polos
"Gila Lo. Coba tanya aja"
"Permisi, apa ada roti Jepang?" tanya Ardan kembali ke petugas UKS
"Buat pacarnya ya?" tanya penjaga UKS tersebut
Ardan bingung apa yang dimaksud mbaknya itu. Setelah diberikan ke Ardan, pipi Ardan langsung merah padam karena malu ternyata ini yang dimaksud roti Jepang.
"Nih"
"Makasih Ardan. Malu nggak?"
"Gila Lo Ken. Malu lah. Gue kira roti beneran"
Kena tertawa melihat ekspresi Ardan
"Lo tunggu sini gue ganti dulu. Eh tapi jaket Lo gue pinjem dulu gapapa? Besok gue balikin"
"Lo pake dulu aja"
Setelah dari kamar mandi dan meminum obat pereda nyeri, sakit Kena berkurang.
"Enakan?" tanya Ardan
Kena mengangguk
"Mending Lo ijin pulang Ken. Gue anter"
"Gak Dan. Gue gak saki lagi"
"Muka Lo pucat banget itu masihan Ken"
"Gak Dan"
"Dah. Ikut gue" tarik Ardan
Mereka Sampai di kelas dan Ardan masuk untuk mengambil tas mereka berdua. Ardan tidak melihat Nita dan Levi teman dekat mereka. Alhasil mereka langsung pergi dari kelas menuju parkiran. Ardan menelepon Nita untuk mengijinkan mereka berdua. Setelah ada jawaban dari Nita, Ardan langsung mematikan teleponnya.
"Dah. Beres. Yuk cabut" ajak Ardan
"Gue gak apa-apa Dan"
"Lo nurut gue. Naik!!"
Akhirnya Kena pasrah dan naik ke motor Ardan dan melesat menuju rumah Kena