Friend Or Love?

Friend Or Love?
Meet 2



“Edwardddd?!!!” teriak Kena dalam hati dengan mata membelalak


“Ngapain dia disini?” tanya Kena sekali lagi


“Bisa tolong beritahu saya Pak siapa yang pagi-pagi membuat mood anda memburuk” tanya Direktur memecah keheningan


Edward saat ini memandang Kena dengan intens dan tanpa berkedip. Wajah dingin, alis yang tebal mengukir wajah putihnya. Kena membalas tatapan Edward dengan memelas sambil mengapitkan telapak tangannya di depan berharap ia tidak menyebut namanya yang membuat Edward tersenyum kecil


“Pak?” tanya Direktur lagi


“Maaf. Mungkin saya salah lihat Pak. Rupanya dia tidak ada disini” jelas Edward yang membuat Kena menghela napas berat. Sedangkan Direktur hanya menggeleng dan menganggukan kepalanya


Saat rapat selesai, Kena dengan cepat pergi melesat kembali ke kantornya. Kemudian, Vio datang dengan wajah bingung karena melihat Kena yang berlari di lorong. Vio mengetuk pintu kantor


“Kenapa Mbak?”


“CEO itu namanya siapa sih Vi?” tanya Kena


“Setahu saya namanya Pak Nanda. Kenapa emangnya Mbak?” tanya Vio lagi


Kena menggeleng


“Tadi Mbak ketemu Pak Nanda?!!” teriak Vio dan langsung dibekap Kena


“Tadi di lorong, sebelum rapat gue nyenggol dia dan numpahin kopi di bajunya” jelas Kena dengan memelas


“Apaa??!!” teriak Vio lagi


“Sssttt. Kamu bisa diam gak sih? Mau semua dengar?”


“Maaf Mbak. Saya kaget aja. Terus gimana?” tanya Vio penasaran


“Dan saya rasa pertemuan saya dengan Pak Nanda sudah kedua kalinya” ucap Kena dengan alis yang terangkat


“Mbak Kena pernak ketemu Pak Nanda di luar?”


Kena mengangguk


“Dan itu sebelum Mbak Kena tau kalau Pak Nanda CEO kita?”


Kena mengangguk lagi dengan bahu yang lemas dan sudah melorot ke bawah


“Astagaaa.... Di mana Mbak?”


“Di JMP waktu itu di Mixue kalau saya gak salah lihat dan dia bersama perempuan” ucap Kena


“Mungkin” ucap Kena dengan nada menggantung


“Dimana ada cowok ganteng pasti udah ada pawangnya”


“Pawang?”


“Iya. Kayak Mbak Kena pawangnya Mas Ardan” tawa Vio


“Emang Ardan buaya?”


“Buaya darat iya Mbak” ucap Vio yang membuat Kena tergelak dan tertawa


Sementara mereka berdua tertawa, telepon yang berada di meja Kena berbunyi membuat mereka berdua diam dan hening. Kemudian, Kena berjalan mendekat dan mengangkat teleponnya


“Halo. Dengan Kena Manajer Operasional. Ada yang bisa saya bantu?”


“Mbak Kena, bisa ke ruangan saya sebentar” suara orang di seberang


“Oh Pak Direktur. Baik Pak. Saya kesana sekarang” ucap Kena dan menaruhnya kembali


“Ada apa Mbak?” tanya Vio


“Disuruh ke ruangan Direktur”


“Jangan-jangan Pak Nanda sudah bilang ke Direktur kalau itu Mbak Kena” tebak Vio


“Semoga tidak. Saya pergi dulu” ucap Kena ketakutan sambil berjalan keluar dari kantornya


“Semangat Mbak” ucap Vio sambil mengepalkan kedua tangannya ke udara


Sesampainya di ruang Direktur, ia mengetuk pintu. Ketika diijinkan masuk, Kena berjalan masuk ke dalam dan ia melihat Nanda duduk menyilangkan kakinya di sofa sambil melihat Kena berjalan masuk menuju Direktur.


“Ada perlu apa Bapak memanggil saya ke ruangan Bapak?” tanya Kena


“Pak Nanda ingin berbicara dengan Mbak Kena” terang Direktur


“Mati gue!!” batin Kena dalam hati


“Masalah apa ya Pak?” tanya Kena lagi


“Saya kurang tau. Silahkan anda berbicara berdua. Saya tinggal sebentar” ucap Direktur sambil berjalan meninggalkan kantornya. Kena hanya berdiri dan diam, tidak tahu harus berbuat apa


“Kena Anggika?” tanya Nanda dengan datar dan mengintimidasi yang membuat Kena menoleh