Friend Or Love?

Friend Or Love?
Sengaja???



"Awww"


"Lo kalau jalan liat-liat dong!!"


"Whattt?" batin Kena


Kena langsung berdiri dan mendorong bahu cowok itu


"Maksud Lo apa?. Situ yang berdiri di tengah jalan. Emang ini jalan kakek lo apa?"


"Paan sih. Lo juga kalo lari liat-liat dong. Masa gak punya mata?"


"Wahh ngajak ribut ni orang" Kena menggulung lengan bajunya bersiap menonjok muka cowok itu jika tidak dihentikan Xander


"Kakakk. Sudah. Kakak mau berantem ya? Gak boleh Kak kata Ayah"


"Tuh adeknya tau!!"


"Diemm Lo"


"Iya sayang Kakak gak berantem kok"


"Itu lengan bajunya kok digulung"


"Kakak kepanasan Xander"


"Bohong itu" kata cowok itu yang pada akhirnya membuat Kena melotot ke arahnya. Tanpa sengaja cowok itu tersenyum kecil.


"Kalau gak berantem berarti Kakak pacarnya Kak Kena?" Tanya Xander ke cowok itu


"Iya bos kecil" ujar cowok itu


"Bukan Xander. Kakak gak kenal" elak Kena


"Kalo gitu kita kenalan. Gue Ardan" sambil mengangkat tangannya ke Kena


"Kena" jawab Kena singkat tanpa menjabat tangan cowok itu


"Ayo kita pulang sayang" Kena menggendong Xander lalu menggandeng Alexo. Sedangkan Alex jalan sendiri di depan


"Menarik juga tuh cewek" Batin Ardan


--- SMA Mangundarma---


Kelas 10 MIPA 5


"Pagi anak-anak. Perkenalkan ada anak pindahan dari Jakarta. Sekarang dia menjadi teman kalian. Silahkan masuk. Perkenalkan diri kamu"


Cowok berkulit putih dan mata kecoklatan itu masuk ke kelas sukses membuat perempuan di kelas itu langsung meleleh karena kecakepan yang dimiliki cowok itu.


"Gila ganteng banget"


"Tinggi juga anj**. Tipe gue banget ituu"


"Sikaattt!!"


"Malaikat turun dari mana itu?"


"Rejeki nomplok dapet cowok ganteng. Di kelas cowoknya buluk semua"


"Wahh ngatain buluk. Lo kesengsem nanti liat aja"


Satu kelas tertawa. Kecuali cewek yang duduk di tengah itu. Dia sibuk menulis dan mencatat pelajaran yang ada di papan tulis tanpa memperdulikan malaikat yang ada di depannya itu.


"Kena gila Lo ya. Masih sempet-sempetnya nyatat lagi. Liat tu di Depan cowok ganteng gila anj**" ujar Nita sohib karib Kena yang duduk di depannya itu.


"Paan sih lo. Lagi asik nulis juga. Belajar woii jangan suka halu"


"Busettt ni bocah dibilanginn. Susah ngomong sama lo yaa. Udahlah mau liat malaikat Tuhan lagi eykee" ujar Nita melihat ke arah cowok itu


"Ya Sono. Silahkan!"


Tanpa Kena tahu, Ardan sedari tadi memperhatikan tingkah laku Kena.


"Perkenalkan nama gue Ardan Revano Putra. Gue lahir di Jakarta. Salam kenal"


"Namanya cakep ya kayak orangnya"


"Sekarang kamu silahkan duduk di sebelah........"


"Sini aja Bu" ujar Nita


"Etdahh. Udah ada gue inii. Parah Lo ya Nit" ujar Levi


"Sudah Nita. Kasihan Leviandra duduk dimana?. Di sebelah Kena saja ada bangku kosong. Kamu duduk di sana saja" ujar Bu Whega Walikelas 10 MIPA 5


"Baik Bu Whega"


"Jangan di sebelah Kena Bu. Dia kan Ms.Cool nanti didiemin lagi si Ardan. Sudah-sudah sekarang kalian buka dan kumpulkan tugas kemarin"


"Bu Whegaaaaa" ujar anak sekelas karena belum mengerjakan. Langsung mereka kocar kacir mencari contekan kesana kemari.


Braakkk. Kena berdiri dan berjalan ke arah Bu Whega.


"Ini Bu tugas Matematika saya" ujar Kena sambil memberikan Buku tulisnya kepada Bu Whega


"Terimakasih Kena. Anak-anak contoh Kena dia selalu mengerjakan tugas dari ibu tepat waktu bukan kayak kalian"


"Dia mah jangan dibilang Bu kerjain tugas kayak Dom di Fast And Furious pakai NOS"


Kena tersenyun sambil kembali ke tempat duduknya.


"Gila Lo Ken, kenapa gak bilang kalau udah selesai?" kata Nita


"Nanti buru Lo contek lagi"


"Kampret Lo jadi temen"


" Emangg"


"Nanti boleh liat tugasnya?" kata Ardan


Kena lupa kalau anak baru tadi disuruh duduk di sebelahnya.


"Ya kalo udah dinilai" ujar Kena tanpa menengok siapa di sebelahnya


"Kenalin gue Ardan"


"Kayaknya gak asing namanya" batin Kena langsung menoleh ke sebelahnya


"Whattt? Lo lagi??"