
“Edward?” timpal Kena
“Edward? Siapa?” tanya Ardan
“Yang tadi yang gue bilang”
Ardan mengangguk
“Ada apa ya?” tanya Ardan. Kena hanya melongo sampai Ardan melambaikan tangannya ke Kena bermaksud menyadarkan Kena
“Maaf. Nama anda dipanggil tadi” tunjuk cowok jangkung tadi ke Kena
“Gue?” tanya Kena sambil menunjuk dirinya sendiri
Cowok tadi hanya mengangguk
“Nama anda Kena kan?” tanya cowok tadi
Kena mengiyakan
“Anda dipanggil” ulangnya sekali lagi
“Ahhh. Oke. Thanks” Kena berdiri mengambil pesanannya dan cowok tadi kembali ke habitatnya bersama dengan seorang cewek? Sepertinya ceweknya. Cewek rambut sebahu kulit putih wajah oval yang menambah kesan imut
“One Coffie Smoothies for you” Kena menyerahkan pesanan minuman Ardan ke depannya
“Mantabb nihh”
Kena melirik sekali lagi ke arah cowok tadi
“Ngapain?” tanya Ardan yang melihat sikap Kena tadi
“Gak. Yuk cepetan beli jas dan”
“Ya bawell. Jangan lupa omongan gue kemarin lusa Ken”
Setelah drama Twilight di Kedai Mixue, akhirnya Kena menemukan dan membeli jasnya ditemani Ardan tentunya. Setelahnya, Ardan mengantar Kena ke rumah dan Ardan kembali ke rumahnya untuk melanjutkan pekerjaan kantornya yang belum selesai dikarenakan sehari penuh weekend menemani Kena di Jembatan Merah Plaza
Keesokan harinya Kena dan Ardan kembali beraktivitas seperti biasa dengan setumpuk pekerjaan mereka masing-masing. Dan kabar baiknya, Kena tertidur karena kemarin malam ia maraton drama korea Vincenzo yang bertema mafia. Ciri khas Kena paling suka drakor bertema mafia, psikopat, zombie dan masih banyak lagi. Alarm yang berbunyi 1 jam yang lalu hingga sekarang tidak membuat Kena bergerak sedikitpun dari singgasananya. Hingga...
Brakkkkkk... Pintu kamar terbuka
“Kenaaaaaaa!!!!!!” teriak Amor
Prangg prangg pranggg. Kebiasaan Amor jika putri satu-satunya sudah kelewatan tidak bangun. Membawa peralatan dapur seperti panci dan wajan berbahan seng dan stainless serta membuat trio memukulnya. Jadilah seperti drumband saat Kena waktu TK dulu
“Kenaaaaa” teriak Amor lagi
“Ahhh ibuuu” terpaksa Kena bangun dengan setengah nyawa yang terkumpul
“Look your clock. What time is it?” marah Amor.
Mata Kena terpaksa terbuka melihat ibunya sudah mulai mencak-mencak. Jika inggrisnya keluar pertanda bahwa Amor sudah mulai murka. Seketika melihat jam, jam menunjukkan pukul 8 pagi. Sontak Kena loncat mengambil baju dan handuk lalu berlari ke kamar mandi.
“Sorry mom!!” teriak Kena dari kamar mandi
Amor hanya bisa menggeleng melihat kelakuan putrinya. Kemudian, Amor mulai menyiapkan perlengkapan trio yang sudah mulai sekolah Xander duduk di bangku kelas 3 SD dan twin Alex dan Alexo duduk di kelas 2 SD
Sesampainya di kantor. Kena lupa hari ini ada rapat jam setengah 9 dan ia sampai di kantor jam 9 pagi. Good Timing untuk alasan-alasan pemecatan dan kelalaian Kena. Ia pun langsung berlari menuju ruang rapat yang ia sendiri lupa materi yang akan dibahas.
Ceklekkk.
Pintu ruang rapat terbuka dan semua mata tertuju pada Kena
Kena hanya tersenyum kikuk dan segera menduduki kursi kosong di belakang. Sekilas Kena melihat Direktur bersama dengan orang baru. Mungkin sesama pebisnis yang akan berinvestasi di perusahaannya. Banyak jajaran manager di depan Kena yang berbisik tentang kedatangannya yang terlambat. Memang di perusahaannya hanya Kena yang hampir tidak mempunyai teman. Selain latar belakangnya, Kena masuk di Sevima karena kemampuannya sendiri dan non-koneksi yang berawal karyawan biasa serta naik jabatan dengan cepat. Ia berteman dengan OG bernama Vio yang sering membuatkannya kopi dan membersihkan ruangannya. Sejak saat itu, mereka berdua sering berbincang di dalam kantor Kena dan membicarakan orang lain, karena Vio selalu update dengan cerita di jajaran Manager. Maka dari itu, Kena tidak ambil pusing dengan perbincangan orang-orang di depannya.
“Paan sih. Bisa-bisanya rapat jadi ajang lomba ghibah” batin Kena cuek
Sementara seseorang yang duduk di sebelah direktur telah mengamati Kena sejak ia masuk dari pintu hingga saat ini ia bersidekap dada. Seseorang “itu” tersenyum simpul