Friend Or Love?

Friend Or Love?
Terbuka



"Gimana Kak?" tanya Amor


"Belum Bu. Bentar. Pengumumannya jam 15.00 Ini masih jam 14.58" Kena


Kena dan Amor daritadi di meja makan sedang melihat hasil ujian masuk Kena jalur prestasi untuk masuk ke I** itu. Kena masih dengan semangat yang menggebu-gebu dan jantung yang berdegup kencang menunggu hasil pengumuman


"Kak udah jam 15.00" Amor


"Bentar Bu" Kena merefresh halaman pengumuman dann


"Anj***. Pake acara jaringan ilang lagi" Kena


"Huss. Kak!!" Amor


"Hehehe. Maaf Bu. Spontanitas. Pake acara ilang sinyal lagi" Kena


"Udah tuh kak"


"Woiyaa.... Bentar Bu" Kena kembali merefresh halaman web nya


"Apa tulisannya Bu?" Kena menutup mata tidak berani melihat hasilnya karena jujur Kena takut kalo gak keterima


"SELAMATTT!! ANDA DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI I** JALUR SNMPTN JURUSAN TEKNIK INDUSTRI!" Amor


"Huhuhuhuhu.... Ibu Kena lolos Bu. Kena bisa nerusin pekerjaan ayah Bu" Kena merangkul Amor sambil menangis


"Iya nak. Ibu bangga sama kamu sayang" Amor memeluk anak perempuannya itu sambil mengecup dan mengelus rambutnya


Kena segera berlari ke kamarnya dan tidur di ranjang sambil melihat ke arah jendela


"Dan, gue diterima. Gimana kabar Lo? Lo baik-baik aja kan di sana? Gue pengen ketemu Lo Dan" batin Kena


Tring.Tring. Bunyi notifikasi Kena


"Bagi murid-murid SMA Mangundarma yang diterima di jalur prestasi saya tunggu besok di ruangan BK untuk menemui Bu Ida"


Satu tugas lagi untuk Kena. Yaitu pergi ke BK untuk mengkonfirmasi ke Bu Ida bahwa ia lolos seleksi perguruan tinggi jalur prestasi dan apakah ia lolos seleksi sebagai siswa penerima Bidikmisi


--- Keesokan harinya ---


Tok tok tok. "Permisi Bu Ida"


"Saya lolos seleksi SNMPTN di I** Bu Ida" Kena


"Alhamdulillah. Bu Ida juga mau memberi kabar baik kalau berkas kamu sebagai siswa Bidikmisi diterima sama I** Kena. Mereka mengacc berkas kamu. Selamat Kena ibu bangga sama kamu" Bu Ida


"Terimakasih bu. Terimakasih banyak Bu Ida" ujar Kena sambil berkaca-kaca


"Iya. Sama-sama. Segera kabari ibu kamu Kena. Beliau pasti bangga mempunyai anak seperti kamu" Bu Ida


Kena mengangguk dan ingin berlalu


"Kalau begitu saya permisi dulu"


"Eh Kena tunggu sebentar" Bu Ida


"Ada apa Bu Ida?" tanya Kena


"Ternyata setelah ibu ingat-ingat waktu pertama kali kamu kesini ibu masih asing dengan wajah kamu secara kamu jarang ke ruang BK. Tapi ada anak laki-laki yang daftarkan kamu ke saya untuk didaftarkan program Bidikmisi ini. Makanya saya tanya ke dia, dia siapanya kamu tapi dia cuma jawab "Saya teman sekelas Kena Bu. Tolong dimasukkan ke program Bidikmisi Bu. Saya jamin jika ibu memasukkan Kena ibu pasti tidak akan menyesal secara dia pintar Bu Ida" gitu Ken. Saya kira kamu waktu itu ingin mendaftar lagi tapi nama kamu sudah tertera dan ibu baru ingat jika teman kamu yang mendaftarkan kamu" jelas Bu Ida panjang lebar


"Siapa Bu?"


"Saya lupa namanya. Dan Dan. Ahh. Ardan. Iya namanya Ardan Ken" Bu Ida


Deg. Seketika hati Kena mencelos. Pertahanan yang dia buat setinggi mungkin saat itu juga runtuh seketika.


"Dia yang bilang ke saya untuk daftar kamu di program beasiswa Kena"


"Baik Bu. Terimakasih. Saya ijin pamit dulu Bu Ida"


"Iya Kena. Sekali lagi selamat ya atas keterimanya"


"Iya Bu Ida. Terimakasih" Kena berlalu


Dalam perjalanan Kena memikirkan perkataan Bu Ida.


"Jadi Lo selama ini peduliin gue Dan. Gue suka nyakitin Lo sekarang jadi bumerang bagi gue sendiri. Lo sekarang dimana Dan? Gimana keadaan Lo? Semoga lain waktu kita bisa ketemu lagi. Gue mau bilang makasih Dan. I Love You" batin Kena sambil menangis


Semoga???