Friend Or Love?

Friend Or Love?
Perkenalan



"Bisa"


"Beneran?"


"Iya. Latihan sendiri"


"Gila Lo. Gue pengen bisa"


"Mau gue ajarin?"


"Mau mau"


"No problem. Oiya ngomong masalah beatbox. Lo ingat ucapan gue waktu itu?"


"Mana?"


"Waktu pensi gue bakal nampilin beatbox. Lo harus jawab mau gak jadi pacar gue"


Blushh. Pipi Kena memerah


"Ada yang kepikiran nih"


"Bac** Lo"


"Siapin jawabannya Ken"


"Kalo gak jawab?"


"Gue tembak Lo dari depan panggung waktu pensi"


"Gila Lo"


"Biarin"


"Apasih Dan yang Lo suka dari gue?"


"Gak tau"


"Terus?"


"Gak tau. Di dekat Lo nyaman aja gue"


"Buaya darat"


"Gak Ken. Bener. Tapi gue belum nemuin alasan yang tepat kenapa gue suka Lo"


"Ok"


"Kalo Lo suka gak sama gue"


"Gak tau"


"Gak ngaku. Yang kemarin nangis-nangis karena cemburu siapa ya?"


"Hmmm"


"Ngakak. Akhirnya ngaku juga"


"Dah yuk cabut" ajak Kena


"Bentar gue bayar dulu Ken"


"Udah gue bayarin"


"Lah kok Lo yang bayar"


"Kenapa?"


"Ya seharusnya gue yang bayar"


"Lah. Kenapa?"


"Kan gue cowok. Harusnya yang bayar gue"


"Elahh. Sama aja. Yang ajak makan kan gue. Ya yang bayar gue lah"


"Harusnya gue yang bayar"


"Dah masalah gitu doang aja. Gue kalo keluar sama temen ya gue bayar yang gue makan Dan. Gue gak pernah dibeliin. Gue gak suka ngutang ke orang"


"Kan gue cowok Ken"


"Emang ada aturan cewek gak boleh bayar? Gapapa gak mahal kok. Gue kalo keluar sama temen kalo sekiranya gue gak ada uang ya gue gak ikut. Jadi jangan ajak gue ke tempat yang mewah-mewah gue gak bisa bayarin" kekeh Kena


"Ya udah. Kalo gue yang ajak gue yang bayarin"


"Iya iya. Dah cabut" ajak Kena


"Gandeng" manja Ardan


"Manjaa!"


"Nanti gue ilang lo nangis"


"Paan"


--- Di Rumah Keba---


"Bu, Kena pulang"


"Kakakkkkk!!" trio kecil Kena berlari memeluk Kena


"Kakak udah pulang? Eh ada calon mantu"


"Apaan sih mah" Kena malu


"Iya Tante" Kena sambil mencium tangan Amor


"Kakak cowok itu siapa kak?"


"Temen kakak Lex"


"Pacar kakak?"


"Nggak" elak Kena


"Ngaku aja kak. Kemarin siapa yang nangis-nangis karena udah jadi milik orang lain?"


"Beneran kamu nangis Ken?"


"Gak lah. Apaan sih Bu. Gak Dan jangan dengerin"


"Iya Dan Kena nangis karena kamu sama cewek lain"


"Duh punya ibu satu sumpah ya" batin Kena sambil menepuk jidat


"Tante ke belakang dulu ya Dan"


"Iya te"


"Gue ke kamar dulu Dan. Ganti baju. Lo tungguin di sini dulu"


"Oke"


Setelah Kena memakai baju ganti, Kena keluar dari kamarnya.


Dan ternyata Ardan main dengan adiknya. Kena tertawa melihat Alex menarik rambut Ardan seperti kuda


"Ayo kak. Lebih cepat lagi"


Alexo dan Alexander menjadi wasit di depan. Kena tertawa melihat kelakuan mereka berempat


"Sayang jangan gitu sama Kak Ardan. Kasihan"


"Seru kak main sama Kak Ardan" ucap mereka bertiga


Ardan hanya tersenyum melihat Kena. Kena menjadi deg deg an melihat senyum Ardan.


"Sudah sayang. Kudanya sudah capek. Kak Ardan biar minum dulu"


"Iya kak" Alex turun dari punggung Ardan


"Kalian belajar dulu sana. Sampai kakak lihat kalian main, kakak tambah hafalan perkaliannya"


"Jangan kakk" Trio itu langsung pergi ke kamar mereka dan belajar. Karena mereka tahu Kena. Jika masalah pelajaran, kakaknya tegas dan tidak pandang bulu memberi mereka tugas jika mereka tidak patuh


"Lucu-lucu adik Lo Ken"


"Emang gitu kelakuannya. Astaga Dan rambut Lo ngacak semua" Kena sambil merapikan rambut Ardan


"Ciee perhatian"


Blakkk. Kena memukul Ardan


"Awww. Sakit Ken"


"Makanya jangan gombal"


"Emang bener kan. Sakit Ken. Bener-bener Lo kayak adek-adek Lo bar-bar. Rapiin lagi dong Ardan sambil menunduk


"Ogah"


"Elahh Ken"


"Ini minumnya kak" Amor datang membawa es sirup


"Iya bu"


"Makasih Tante"


"Sama-sama. Tante ke belakang dulu ya"


"Iya te" sahut Ardan


Tukk. Ardan menaruh kepalanya ke bahu Kena


"Paan Lo!""