Friend Or Love?

Friend Or Love?
Gone



"Sh**!! kemana dia?" umpat Kena


Dari tadi pagi Kena mencoba menghubungi Ardan nomornya tidak aktif dan menghilang entah kemana


"Gue gak tau rumahnya lagi. Arrrghhh"


"Gue berangkat dulu aja. Siapa tau dia di sekolah"


Alhasil Kena berangkat sendiri dan tidak bersama Ardan. Kena berharap di sekolah bertemu dengan si somplak itu


Sesampainya di sekolah, Kena juga tidak melihat tanda-tanda kehadiran Ardan.


"Vi, Lo tau Ardan dimana?" tanya Kena


"Lah. Kok tanya gue? Biasanya kan sama Lo Ken"


"Tapi dari tadi gue telpon nomornya gak aktif"


"Tau rumahnya?"


"Gak tau"


"Duh. Gini aja. Sekarang kita sekolah dulu. Pulang sekolah coba Lo telpon lagi Ken"


Kena mengangguk dan mencoba fokus ke pelajaran


"Dimana sih Lo Dan" batin Kena


Meski Kena memperhatikan materi tapi tidak ada satupun materi yang masuk ke dalam otaknya. Pikirannya sudah melayang entah kemana


Bel pulang berbunyi


Braakkk


"Ken Lo kemana?" teriak Nita


"Biarin. Ardan gak masuk tadi kan? Dia mau cari Ardan" jelas Levi


"Kemana lagi si Ardan" batin Levi


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif" bunyi hp Kena


"Lagi-lagi" geram Kena


Waktu sudah menunjukkan jam 7 dan Kena masih belum mendapat kabar dari Ardan


Akhirnya ia pun pamit kepada ibunya untuk ijin mencari Ardan. Amor berpesan agar Kena berhati-hati


"Gue udah cari kemana-mana. Masalahnya gue gak tau rumahnya. Damn. Sh**. Awas kalo ketemu Dan"


"Club'?" Kena berfikir


"Masak dia di club'? Club' mana ya? Coba gue cari"


Kena terpaksa masuk ke club' yang ada di Surabaya untuk mencari Ardan. Bau alkohol dan pandangan yang tidak mengenakkan mata terpaksa dia lalui untuk mencari Ardan. Setiap keluar dari club' Kena selalu muntah di depan club'.


Hingga terakhir Kena masuk ke dalam Club yang bertuliskan "Paradise". Kena pun masuk dan mencari sosok yang sudah mengisi hidupnya selama ini. Mata Kena terbelalak melihat Ardan duduk di tempat bartender dan dalam keadaan yang sudah mabuk. Kena memperhatikan gerak-gerik Ardan dan dia berbicara dengan cewek seksi yang memakai rok mini dan bela*** dada yang terlihat


"Gila Lo Dan" Kena marah karena sebentar lagi mereka akan berciuman jika Kena tidak berlari dan mencium Ardan


Cuppp.


"Mmphh. Kok gue liat Kena ya hik hik hik" batin Ardan


"Siapa Lo?" Tanya cewek seksi yang bernama Rika itu


"Gue pacarnya. Sekarang Lo pergi"


"Apa-apaan sih" Akhirnya Rika pergi meninggalkan mereka berdua


Plakkkk. Kena menampar pipi Ardan


"Bangun gak Lo Dan. Kalo gak gue seret Lo dari sini"


"Siapa sih cewe ini?" Ardan masih dalam keadaan mabuk


Akhirnya Kena membawa Ardan keluar dari club' dan mencari taksi. Kena membawa Ardan ke rumah Kena karena ia tidak tahu dimana rumah Ardan.


Sesampainya di rumah Kena


"Astagaa. Ardan kenapa Ken"


"Mabuk Bu"


"Astaga Ardannn" Amor tidak percaya


"Dia pasti lagi ada masalah Bu"


"Bawa ke kamar kamu aja kak"


Kena mengangguk dan membawa Ardan ke kamarnya. Dia membaringkan Ardan di ranjangnya.


"Ini kakk. Kamu lap wajahnya kak" Amor sambil memberikan lap berisi air dingin


"Ya Bu"


"Ibu tinggal dulu kak. Adekmu nangis"


"Iya bu"


Kena membersihkan peluh di wajah Ardan. Bau alkoholnya juga masih sangat kuat


"Minum berapa seloki nih anak" batin Kena


--- 3 jam kemudian ---


"Kepala gue sakit banget, ini apa lagi?" Ardan memegang kepalanya dan meliha ada kain lap di dahinya


"Gue dimana?" batin Ardan


Ardan mengalihkan pandangannya ke samping dan ia melihat Kena sedang tertidur dengan tangan yang menopang kepalanya


"Lucu banget sih" batin Ardan sambil menyampirkan anak rambut Kena yang terjuntai


Kena pun terbangun. Dan Ardan pura-pura tidur kembali.


"Dia belum bangun-bangun?" Kena sambil mengucek matanya


"Baunya masih ada apa udah ilang ya?" Kena bergerak maju ke wajah Ardan untuk mencium bau alkoholbdi mulut Ardan


Seketika Ardan terbangun dan menarik Kena dan nenciumnya


"Mmphh"