
Tidak terasa satu bulan telah berlalu. Mereka pun sibuk mempersiapkan lomba-lomba dan pensi memperingati Hari Ulang Tahun SMA Mangundarma yang ke 53 ini. Dulunya SMA Mangundarma adalah sekolah berstandar internasional. Dalam studinya mereka berbicara dan mengajar dengan berbahasa Inggris.
Teman satu kelas Kena berangkat untuk memenuhi lapangan dan GOR sekolahan untuk menikmati lomba-lomba baik lomba 17 an atau lomba olahraga. Ardan tidak terasa sudah berada di SMA Mangundarma selama satu semester.
"Woii. Ngelamun aja"
"Iya Ken"
"Ngapain?"
"Gak apa-apa. Seru aja liat ada game kayak gini waktu HUT Sekolah"
"Emang di Jakarta gak ada?"
"Ada. Tapi gak sekocak ini. Ada yang ngeliat-ngeliat kayak ulet keket di atas sabun, Lempar air pakai sarung. Ada aja"
"Ada lah. Kan sekolah gue keren"
"Helehh. Kan sekolah bukan Lo"
"Kan sama aja"
"Gak lah"
"Gue beasiswa bweee" Kena menjulurkan lidahnya ke Ardan
"Ya ya tau yang otaknya encer"
"Ya dong"
"Habis ini ngapain Ken?"
"Ke GOR yuk. Liat anak-anak futsal sama basket"
Kena berdiri dan mengajak Ardan untuk Ke GOR melihat lomba olahraga.
"Dah mulai. Yok Dan naik ke tribun paling atas"
"Bawah aja"
"Enak atas Dan. Bisa liatin orang dari atas"
"Sama aja"
"Beda lah. Kalo di atas Lo bisa liatin orang. Kalo di bawah Lo diliatin orang. Gak enak"
"Ngalah gue ngalah"
"Yokk!"
Mereka berdua naik ke tribun GOR paling atas
Waktu permainan futsal dimulai, Kena teriak-teriak karena banyak yang bermain curang.
"Curanggg woii!"
"Ken diam ah"
"Curang kok suruh diem. Curang itu mainnya. Gak adil!!!!"
Seketika semua orang yang berada di GOR itu melihat ke arah Kena
"Ngapain liat gue!! Noh liat main curang tuh.Jegal kakinya. Parah nih orang. Kalo kalah kalah aja gak usah celakain orang"
"Cowoknya siapa itu?" bisik anak perempuan di sebelah Kena
"Katanya anak pindahan Jakarta"
"Gilaaa. Cakep bener"
"Banget"
"Ngapain dia deket-deket Kena?"
"Tau tuh. Bukannya Kena itu bar-bar?"
"Cuek"
"Kok cowoknya mau ya?"
"Noh Ken langsung ada yang bicarain Lo"
"Bukan gue tapi Lo Dan"
"Biasa orang-orang"
"Meledak?"
"Hooh. Lo nya juga diajak omong agak lelet" ejek Kena
"Kurang asem. Ngatain lelet"
"Fakta. Real Dan!!!"
"Gue sebagai cowok yang sopan dan baik gue mengalah"
"Bac**t"
Ardan tertawa
"Wusshh keringetnya Dan"
Tangan Ardan spontan langsung menutupi mata Kena
"Gak bole liat. Haram"
"Paan. Liat gitu doang"
"Singkirin tangan Lo menggebu-gebu gue"
"Liat gue aja"
"Gak mau"
"Gue cium nih"
"Bodo"
Cupp
Kena terbelalak
"Gila Lo. Orang banyak ini Dan. Gusti"
"Biarin"
"Somplak Lo"
Ardan hanya memandangi wajah Kena dari samping. Melihat mata Kena, hidung dan bibir Kena dari samping
"Kakk Danaaa ayo kakk!"
"Siapa?"
"Kating yang jago main basket. Keren banget Dan"
"Lo suka cowok yang olahraga ya"
Kena mengangguk
"Gue juga suka olahraga Ken"
"Paan"
"Anak motor"
"Bukan olahraga itu. Gimana sih"
"Kan mengeluarkan keringat Ken. Kalo panas kan keluar keringat Ken"
"Serah Lo Dan Dan"
"Lain kali gue ajak Lo ke tempat gue biasanya racing"
"Ada ceweknya?"
"Seksi montok"
Baggg.
"Suka ya Lo gituan"
Ardan tertawa
"Selama janur kuning belum melengkung kan sah-sah aja Ken. Dikutip dari omongan Kena" Ardan sambil menunjukkan tangannya membentuk tanda petik
Bagggghhh