
“Shiitt!!!” umpat Ardan karena ia melihat Kena
melihatnya dan Gita
“Maksud kamu apa???!!!” teriak Ardan marah pada Gita dan mendorong tubuhnya agar menjauh
“Gita suka sama kakak!!” teriak Gita balik
“Gue gak suka sama Lo dan gak bakal suka!! Minggir!!” suruh Ardan
“Kenaaa!!!” teriak Ardan sambil berlari mencari Kena
Ardan melihat Kena hendak naik ke mobilnya. Kemudian Ardan mengejar Kena yang tidak digubris oleh Kena. Kena menancap gas dengan meninggalkan Ardan mengejar di belakangnya
“Kena! Ken! Tunggu Ken!” teriak Ardan sambil berlari mengejar mobil Kena. Ia berharap Kena berhenti, tetapi itu hanya harapannya saja dan Kena tetap pergi dan menghilang di jalanan
“Shiiittt!” umpat Ardan
---Di Kantor Kena---
“Bang*** Lo Dan” umpat Kena sambil berjalan menuju lift. Saat pintu akan menutup, ada seorang laki-laki masuk ke dalam lift bersama Kena dan berdiri di belakangnya. Ia sekilas melihat, ia tidak mengenali sosok tersebut dan tidak ambil peduli dengan orang penting di belakangnya. Sedangkan sosok di belakangnya hanya diam. Tiba-tiba Kena teringat kejadian yang tadi pagi ia lihat
“Shiitt! Awas aja Lo Dan” umpat Kena lirih
“Maaf?” tanya sosok di belakangnya. Karena ia tadi mendengar umpatan kecil
“Ah maaf” maaf Kena sembari menundukkan kepala
“Untuk saya?” tanya sosok itu lagi
“Bukan bukan” jelas Kena sambil mengibaskan kedua tangannya tanpa memandang sosok itu.
Sosok itu hanya berdehem dan melihat ke depan lag
i
Ting. Pintu lift terbuka dan Kena pamit kepada sosok di belakangnya
“Permisi. Saya duluan” pamit Kena sambil menundukkan kepala
Sosok itu juga menundukkan kepala tanpa berkata sepatah kata pun. Di luar pintu lift, Vio terkejut melihat Kena keluar dari lift tadi bersama dengan sosok itu
“Mbak Kena?” sapa Vio
“Ya?”
“Mbak Kena tadi tau yang di lift sama Mbak Kena tadi siapa?” tanya Vio
“Gak tau. Orang baru kali?” tanya Kena sambil menggeleng
“Ya Allah Mbak Kena......Tadi itu CEO kita lo” jelas Vio
“Hahhh?” teriak Kena karena kaget
Sementara sosok yang berada di lift tadi tersenyum simpul melihat Kena tadi mengumpat
“Tadi? CEO? Mati gue!” ucap Kena sambil menepuk jidatnya
“Kenapa Mbak. Mbak Kena ngapain tadi?” tanya Vio kepo
“Gue tadi inget kejadian di kantor Ardan dan gue ngumpat di lift tadi tapi gak kenceng sih ngumpat gue. Tapi tadi orang itu denger! Dia sempet tanya. Gimana Vi?” tanya Kena bingung sambil menggoncang tubuh Vio
“Waduhh Mbak. Susah itu” ucap Vio
“Gara-gara Ardan!” marah Kena sambil menangis
“Kenapa Mbak?” tanya Vio bingung melihat Kena menangis
“Gue harus gimana Vi?” tanya Kena sambil sesenggukan
“Kenapa Mbak?”
“Tadi dia cium cewek lain” ujar Kena sambil menangis
“Hahh? Kok bisa?” tanya Vio terkejut Kena menggeleng
“Gini aja Mbak. Mbak nanti sepulang dari kantor mbak ketemuan sama Mas Ardan. Dibicarain baik-baik. Jangan pake emosi. Siapa tau Mbak Kena salah paham dan gak ngerti ceritanya karena Mbak Kena gak mau dengerin penjelasan Mas Ardan dulu” tambah Vio
Kena hanya menunduk dan mengangguk
“Halo!? Kena? Halo?”
“Halo Dan. Gue mau lo ke rumah gue nanti pulang kerja” kata Kena di telepon
“Oke Ken. Nanti pulang kerja gue langsung ke rumah lo” sahut Ardan sambil mengangguk
“Kena?” tanya Roy
Ardan mengangguk
“Lo tau Gita gak di mana? Tadi dicariin” tanya Roy
Ardan hanya menggeleng dan mengangkat bahu. Dia hanya tidak ingin menjelaskan kejadian tadi pagi ke Roy dan berusaha untuk menyimpan sendiri.
Saat Ardan ingin beranjak pulang, Gita tiba-tiba menarik tangan Ardan menuju ke pantry.
“Lepasin!” suruh Ardan sambil mengibaskan tangannya. Seketika amarahnya yang tadi sudah reda kembali tersulut karena perilaku Gita yang egois dan tidak memikirkan posisi Ardan.
“Kak Ardan. Gita suka sama kakak. Aku gak tau kalo kakak sudah punya pacar serta sikap kakak yang buat aku salah paham. Jadi, aku tetap mau mengejar Kak Ardan dan aku harap Kakak gak keberatan” jelas Gita dengan jengkel
“Udah selesai? Terserah lo mau gimana” sahut Ardan dan melangkah pergi meninggalkan Gita sendirian di ruang pantry
“Mau kemana kak?” tanya Gita yang tidak rela ditinggal sendirian
“Bukan urusan lo. Gue juga kecewa sama lo yang udah berperilaku kurang ajar ke gue yang udah gue anggep adik sendiri. Jujur gue kecewa sama lo. Karena gue gak merasa kalo ada hal dari diri gue yang gue tunjukin ke lo dengan berlebihan. And satu lagi, jangan harap gue suka sama lo karena lo egois dan gak mikirin posisi gue” jelas Ardan dengan alis yang diangkat
“Terserah kakak. Kembali aja ke cewek kakak yang cemburuan itu!” ejek Gita
“Jaga ucapan lo. Dia lebih baik dan lebih punya manner daripada lo” tambah Ardan sambil menunjuk ke arah Gita dan melangkah pergi
“Awas aja kak. Gue bakal bikin lo cinta mati sama gue gimana pun caranya dan gue bakal buat lo jadi milik gue” batin Gita dengan alis terangkat
Disana Gita menelepon seseorang
“Halo Kak Nan? Lagi apa Kak?” sapa Gita di telepon dengan senyum manisnya
“Kerja” jawab orang di seberang sana
“Nanti temenin Gita di Mixue lagi ya Kak?” tanya Gita dengan manja
“Gak. Sibuk”
“Kak Nan ayo-“ ucapan Gita terpotong dengan telepon yang ditutup
“Ishhh. Kebiasaan. Laki-laki jutek amat sih!!” sebal Gita sambil melangkahkan kakinya pergi dari pantry
Sepulangnya dari kantor, Ardan langsung menuju ke rumah Kena. Sesampainya di rumah Kena, Ardan mencari Tante Amor dan bertanya Kena berada di mana. Tante Amor mengatakan jika Kena berada di kamarnya. Ardan melangkahkan kakinya menuju kamar Kena
Tokkk . . . tokkk . . . tokkk
“Masuk Dan” sahut Kena dari dalam
“Sayanggg!” teriak Ardan sambil memeluk Kena dan Kena membalasnya
“Sekarang jelasin ke gue. Kenapa lo gak pernah cerita tentang cewek gajelas lo itu!” ucap Kena dengan bersidekap dada siap untuk mendengarkan penjelasan Ardan
“Dia itu namanya Gita. Dia anak magang di kantor gue. Kesan pertama anak itu ceria banget. Gue juga lihat sisi lo di dia. Semangatnya gak pernah abis”
“Lo mau cerita apa mau rencana nikah sama dia?” tanya Kena sambil mengangkat satu alisnya
“Dengerin dulu Ken” sahut Ardan
“Okey” Kena diam
“Dan gue rasa gue nyaman bicara sama dia. Gue bicaranya juga gak berdua, ada Roy juga. Pertamanya dia gak kenal siapa-siapa di situ, jadi gue sama Roy yang bantu. Gue bukan gak mau cerita sama lo tapi gue lupa. Terus waktu di Richeese lo liat?” tanya Ardan
Kena mengangguk
“Itu gue liat dia gak tahan pedes, tapi dia ajak challenge gue. Terus gue keinget lo kalo lo suka banget makan pedes. Dan gue ketawa waktu itu karena liat Gita kepedesan. Udah gitu doang”
“Udah?” tanya Kena memastikan Ardan mengangguk
“Perasaan masih ada lagi yang harus lo ceritain ke gue?”
“Apa?” tanya Ardan yang bingung dan lupa
“Your kiss with her at morning”