
“Your Kiss with her at morning?” tanya Kena dengan raut wajah tenang
“Itu bukan gue, tapi dia yang main nyosor aja” tambah Ardan dengan raut wajah bersungut-sungut
“Maksudnya dia waktu itu bilang kalo suka sama gue dan main nyosor aja!” geram Ardan
“Lo gak bilang kalo lo punya pacar?” tanya Kena dengan alis yang terangkat
“Gue gak perlu selalu bilang ke semua orang kan kalo gue punya pacar? Cukup kita berdua yang tau” jelas Ardan menambahkan
“Okey. Terus gimana? Enak morning kiss nya? Ketagihan?” tanya Kena lagi menggoda Ardan. Ardan menggeleng dan maju mendekati Kena
Cuppp. Ardan mencium bibir Kena
“Kalo ini baru gue ketagihan” goda Ardan dengan menaik-turunkan kedua alisnya
“Bulshitt. Bisa aja lo pengen punya cadangan” tambah Kena mengusap bekas ciuman Ardan
“Gak. Cukup satu aja. Dah cukup” jelas Ardan sambil tersenyum menatap Kena
“Tapi gini Dan, gue rasa cewek waktu itu tipe cewek ganjen. Dan gue yakin dia pasti berusaha deketin lo lagi walau lo udah bilang kalo lo punya pacar”
“Memang. Dia bahkan udah ulti gue kalo dia bakal tetep kejar gue”
“Wahh. Gila tuh cewek. Gak punya harga diri” ejek Kena
“Terus sekarang kita gimana?” tanya Ardan
“Apanya?” tanya Kena balik
“Lo masih marah gak?”
Kena menggeleng. Kemudian Ardan tersenyum senang sambil memeluk Kena dan mencium puncak kepalanya berkali-kali
Setelah acara maaf-maaf, mereka berdua berjanji untuk bertemu di tempat biasa mereka bertemu saat libur kerja mengganti saat-saat mereka berdua yang terlewatkan karena kesibukan mereka berdua. Kemudian, kembali Ardan memberanikan diri untuk melamar Kena kembali dan lamarannya diterima oleh Kena. Kena sempat tertawa melihat Ardan melamar dirinya di kedai yang lama mereka kunjungi berdua ini. Dibantu oleh pelayan-pelayan kedai itu untuk menyiapkan lamaran Kena
Kena ingat sekali kata-kata yang terucap dari bibir Ardan
Ingatan itu kembali dan membuat Kena tersenyum sembari memandangi cincin yang seminggu lalu disematkan oleh seorang Ardan Revano Putra. Ardan yang dikenalnya semenjak ia SMA, bermula dari insiden tabrak orang di jalanan yang kebetulan cowok itu Ardan Revano. Ardan yang sekarang menjadi calon suaminya. Ardan yang sebentar lagi menjadi suaminya. Ardan yang hari ini akan ke rumah bersama keluarga untuk meminta restu Amor, ibunya. Ibu satu-satunya. Amor terharu mendengar Kena anak putri satu-satunya dilamar oleh Ardan. Laki-laki yang dikenal Amor sebagai penjaga Kena, anak putrinya sampai sekarang. Dan sekarang ingin menjadi penjaga Kena seumur hidupnya.
Tidak lama kemudian, Ardan bersama kedua orangtuanya datang ke rumah Kena
“Assalamualaikum” ucap Ardan menggunakan batik hitam bercorak kawung menambah ketampanan pria itu
“Wa’alaikumsalam. Mari silahkan duduk” sahut Amor yang datang menggunakan dress hitam lengan panjang bercorak putih dan trio yang memakai kemeja dengan corak yang sama dengan Ardan dan Kena tentunya. Ardan yang melihat Kena dengan balutan dress lengan panjang yang bercorak sama dengannya membuat kecantikan Kena bertambah dan membuat Ardan tersenyum dan mengedipkan mata kepada Kena yang juga melihatnya balik
“Mungkin Ibu Amor sudah mendengar saya sekeluarga kesini untuk apa. Saya kesini untuk anak saya. Ardan Revano Putra yang ingin melamar putri Ibu Amor yang bernama Anggika Kena Putri Sarala. Apakah Ibu merestui dan menyetujui lamaran saya sekeluarga untuk mempersunting putri Anda?” tanya Ayah Ardan yang menjelaskan maksudnya
“Baik bapak. Alangkah lebih baik jika kita semua menanyakan kepada yang akan menjalani kehidupan barunya. Kena bagaimana Nak? Maksud Ardan sekeluarga ke rumah ingin mempersunting kamu untuk menjadi istri Nak Arda. Kamu setuju?” tanya Amor pada Kena yang menundukkan kepalanya. Debaran jantungnya sungguh tidak karuan mendengar perkataan ibunya. Ini merupakan hal yang dilakukan sekali seumur hidup dan semua tergantung dengan persetujuan dari dirinya. Kena mengambil napas panjang dan mengangkat kepalanya kemudian mengangguk yang membuat keluarga Ardan terutama Ardan Revano Putra yang merupakan calon suaminya menghela napas lega
“Alhamdulillah” ucap semua orang dengan rasa syukur terutama Ardan. Wajahnya berubah menjadi merah dan ia menundukkan kepala. Ia rupanya menangis terharu sambil tersenyum pada Kena dengan penuh sayang
Di saat semua keluarga merencanakan pernikahan kedua anak mereka,yang Kena dengar akan dilaksanakan 3 bulan mendatang. Kena berjalan ke arah kolam renang dan merendam kakinya di kolam sembari melihat pantulan bayangannya di kolam. Saat itu, ada lengan kekar yang memegan pinggangnya dari arah samping sambil duduk di sebelah Kena.
“Kenapa sayang?” tanya Ardan sambil mengecup kening Kena
“Nanti kalo udah nikah kita masih sering ke rumah ibu kan? Aku masih belum bisa ninggalin ibu dan adek-adek gue aja Dan” ucap Kena dengan cemas
“Tentu sayang. Gue gak larang kamu jika kamu mau kesini. Tapi tentunya gue udah beli apartemen untuk kita berdua yang gak jauh dari sini. Jadi, jika kamu kangen ibu kamu,kamu bisa kesini. Lagipulan jaraknya dekat” jelas Ardan sambil mengelus kepala Kena
“Makasih Dan” ucap Kena dengan tersenyum
Ardan mengangguk dan merengkuh Kena ke pelukannya. Tiba-tiba saat itu Xander datang memanggil mereka berdua
“Kak Kena sama Kak Ardan dipanggil ibu disuruh ke ruang tamu” ucap Xander
“Oke. Yuk boyy” sahut Ardan sembari menggendong Xander
Sesampainya di ruang tamu
“Setelah ini kamu dan Kena dilarang bertemu dulu sebelum akad nikah. Istilahnya orang jawa dipingit”kata ayah Ardan
“Dipingit???!!” ucap mereka berdua bersamaan saking kagetnya