
Cupp.
Kena melotot.
"Second kiss Dan. Gila Lo"
"Candu"
Blusshh. Pipi Kena memerah
"Baperan"
"Makanya omongan dijaga. Jangan bikin baper orang"
"Orang?Kan Lo aja Ken"
"Ada tuh satu lagi"
"Siapa?"
"Pikun Lo ya!!?"
"Siapa?"
"Tadi di kelas"
"Ohh. Itu"
"Oh ajaa?"
"Terus?" tanya Ardan
"Seneng ya dicium cewek bohay montok?"
"Cemburu?"
"Bodo" Kena berdiri meninggalkan Ardan
"Marah?"
Kena berhenti, berbalik dan berjalan lagi ke arah Ardan
Dia mendekatkan wajahnya ke Ardan. Sangat dekat hingga nafasnya menyapu wajah Ardan dan membuat jantung Ardan berdegup kencang.
"Masih tanya?" Kena berbisik di telinga Ardan
Deg.Deg.Deg
"Ken?"
"Apa?" Kena masih berbisik di telinga Ardan
"Geli"
"Atas? Bawah?" tanya Kena
"Maksud Lo?" Wajah Ardan merah padam
"Ngeres"
"Sini Lo Ken"
"Ogah" Kena tertawa karena sukses membuat Ardan memerah
"Enak dibaperin?"
"Males gue sama Lo Ken"
"Sama"
"Liat aja"
"Btw. Kiki Lo apain?"
"Apanya?"
"Hubungan?"
"Enaknya gimana Ken. Terusin apa putusin?"
"Bac** Lo. Bodo ah"
"Cemburu akut nih"
"Najiss"
"Lo liat aja nanti"
Sesampainya di kelas, ternyata Kiki masih di sana menunggu Ardan sambil memainkan HP nya
"Lo ngapain masih disini?" tanya Ardan
"Nungguin kamu" sahut Kiki
"Astaga Kiki. Kurang kerjaan Lo?"
"Gue nunggu pacar gue masak gak boleh?"
"Kurang kerjaan"
"Cuek lagi? Tadi perasaan baik sama gue"
"Tadi gue kesurupan setan baik"
"Masak ada setan baik?"
Kena terkekeh mendengar ucapan Ardan
"Setan baik katanya" batin Kena
"Kiki Amalia Dwi. Dengerin gue. Gue gak ngulang omongan gue lagi"
"Paan sih yang. Kamu buat aku takut dehh"
"Gue minta putus. Beberapa hari ini gue coba untuk sayang sama Lo gak bisa. Di sini masih ada orang lain" Ardan sambil menunjuk hatinya
"Dan maaf gue gak bisa terusin hubungan kita. Karena disaat satu effort lainnya gak, hubungan itu udah gak sehat. Maafin gue"
"Liat aja Lo Dan. Lo udah buat gue malu di depan temen-temen Lo"
"Maaf"
Dugg. Kiki menabrak bahu Ardan kemudian berhenti di depan Kena.
"Dasar pelakor"
"Pelakor?"
"Yess. Suka ganggu hubungan orang" ejek Kiki
"Whatt? Sini Lo!!" Kena menjambak rambuk Kiki
"Awww awww" Kiki melotot dan balik menjambak rambut Kena
"Kena. Kiki!"
Ardan mendekat ke arah mereka dan melerai mereka.
"Levi!! Bantuin gue!"
Levi pun berdiri untuk membantu Ardan melerai duo macan itu
"Lo pegang Kiki. Gue pegangin Kena!" sahut Ardan
"Oke"
"Kenaa. Udah Ken"
"Gak!!"
"Kenaa"
Akhirnya Kena pun melepaskan tangannya dari Kiki
"Awwww. Dia gak ngelepasin Dan" rambut Kena masih dijambak oleh Kiki
"Kiki lepasjn!"
Kiki pun akhirnya melepaskan Kena juga
"Lain kali omongan dijaga"
"Siapa?"
"Lo!!"
"Emang bener Lo pelakor kan?"
"Pelakor itu nggoda cowok orang. Gue gak nggoda. Ardan sendiri yang suka sama gue. Maaf ya dia gak suka cewek bohay montok mantab macam Lo.Cari aja cowok yang suka sama tubuh Lo itu!" Kena marah
"Bener yang?" tanya Kiki ke Ardan
"Ya"
"Whatt. Terus ngapain Lo nembak gue?"
"Maaf" tunduk Ardan
"Breng*** Lo"
Kiki pergi meninggalkan kelas mereka. Selangkah dia pun berhenti melihat ke arah Kena
"Urusan kita belum kelar?
"Apaaan?" tanya Kena
"Lo liat aja nanti"
Saat Kiki pergi. Sorak Sorai dari kelas pun pecah
"Lo suka Kena Dan?"
Ardan mengangguk
"Cewek dingin keras kepala itu?"
Ardan terkekeh dan mengangguk
"Anj*** Lo Rel" umpat Kena ke temannya yang bernama Farel itu
"Tuh keluar semua hewannya. Masih suka Dan?
"Ya"
"Wawww. Gila Lo. Tapi selamat bro"
Mereka berdua di depan tersipu malu
"Udah jadian berarti?"
"Belom"
"Lah. Belom? berarti belom resmi dong. Bahaya nih kalo ada yang digoda lagi"
"Awas Lo. Urusan sama gue" ancam Ardan
"Awww. Takuttt" mereka pun tertawa bersama
Ardan dan Kena pun saling menatap
"Udah liat-liatnya. Guru datang tuh!" ucap temannya
"Ayo Ken" Ardan menggandeng tangan Kena untuk duduk
"Awww. Silau mata gue. Gue masih jomblo ya. Mata gue masih suci. Jangan Lo berdua nodai"
"Bac** Lo" ucap Kena
Mereka sekelas pun ikut tertawa mendengar umpatan Kena yang terdengar lucu